<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral! Jalan Rusak Parah, Ibu Hamil Terpaksa Ditandu dengan Bambu 9 Km ke Puskesmas   </title><description>Kondisi ini terjadi akibat rusaknya jalan penghubung menuju Puskesmas. Peristiwa ini pun viral di sosial media.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/23/340/2713256/viral-jalan-rusak-parah-ibu-hamil-terpaksa-ditandu-dengan-bambu-9-km-ke-puskesmas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/23/340/2713256/viral-jalan-rusak-parah-ibu-hamil-terpaksa-ditandu-dengan-bambu-9-km-ke-puskesmas"/><item><title>Viral! Jalan Rusak Parah, Ibu Hamil Terpaksa Ditandu dengan Bambu 9 Km ke Puskesmas   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/23/340/2713256/viral-jalan-rusak-parah-ibu-hamil-terpaksa-ditandu-dengan-bambu-9-km-ke-puskesmas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/23/340/2713256/viral-jalan-rusak-parah-ibu-hamil-terpaksa-ditandu-dengan-bambu-9-km-ke-puskesmas</guid><pubDate>Rabu 23 November 2022 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Joni Nura</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/23/340/2713256/viral-jalan-rusak-parah-ibu-hamil-terpaksa-ditandu-dengan-bambu-9-km-ke-puskesmas-r3nc9TaNPP.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ibu hamil terpaksa ditandu dengan bambu menuju Puskesmas lantaran jalan rusak/Foto: Joni Nura</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/23/340/2713256/viral-jalan-rusak-parah-ibu-hamil-terpaksa-ditandu-dengan-bambu-9-km-ke-puskesmas-r3nc9TaNPP.JPG</image><title>Ibu hamil terpaksa ditandu dengan bambu menuju Puskesmas lantaran jalan rusak/Foto: Joni Nura</title></images><description>
NTT - Seorang ibu hamil di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara  Timur (NTT), terpaksa ditandu warga saat hendak ke Puskesmas. Kondisi ini terjadi akibat rusaknya jalan penghubung menuju Puskesmas. Peristiwa ini pun viral di sosial media.

Warga Desa Waipaar, Kabupaten Sikka, NTT, terpaksa menandu seorang ibu hamil sejauh sembilan kilometer saat hendak menuju Puskesmas. Untuk sampai ke jalan utama, ibu hamil ini harus ditandu dengan selembar kain yang diangkat menggunakan sebatang bambu dan dipikul secara bergantian oleh warga.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Viral Rombongan Ngaku Pejabat Memaksa Masuk Bromo, Pengelola Wisata Tegaskan Mobil Non-Jeep Tak Diizinkan Masuk
Usai tiba di jalan utama Trans Flores, barulah ibu hamil ini dimuat di mobil ambulans milik Puskesmas Watubaing.

&quot;Dia terpaksa ditandu menuju jalan utama agar bisa diangkut mobil ambulans, soalnya di desa kami belum bisa diakses kendaraan roda empat lantaran jalan rusak parah,&quot; kata salah satu anggota keluarga, Anyela Nyela, Rabu (23/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:4 Hal Ini Harus Diperhatikan Masyarakat Ketika Terjadi Gempa Bumi, Termasuk Mitigasinya
Ia menyatakan bahwa ibu hamil di tandu oleh warga dan berjalan  kaki 9 km baru bisa dimuat mobil ambulans. Kondisi ini terjadi karena jalan penghubung menuju jalan utama Trans Flores rusak parah.
Jalan penghubung ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, itupun mesti berhati-hati karena jalannya terjal, licin, dan berbatu.

Warga berharap pemerintah memperbaiki jalan yang rusak sehingga memudahkan akses warga. Sang ibu hamil ini pun selamat tiba di Puskemas Watubaing, Kecamatan Talibura dan sedang dirawat di Puskemas tersebut.
</description><content:encoded>
NTT - Seorang ibu hamil di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara  Timur (NTT), terpaksa ditandu warga saat hendak ke Puskesmas. Kondisi ini terjadi akibat rusaknya jalan penghubung menuju Puskesmas. Peristiwa ini pun viral di sosial media.

Warga Desa Waipaar, Kabupaten Sikka, NTT, terpaksa menandu seorang ibu hamil sejauh sembilan kilometer saat hendak menuju Puskesmas. Untuk sampai ke jalan utama, ibu hamil ini harus ditandu dengan selembar kain yang diangkat menggunakan sebatang bambu dan dipikul secara bergantian oleh warga.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Viral Rombongan Ngaku Pejabat Memaksa Masuk Bromo, Pengelola Wisata Tegaskan Mobil Non-Jeep Tak Diizinkan Masuk
Usai tiba di jalan utama Trans Flores, barulah ibu hamil ini dimuat di mobil ambulans milik Puskesmas Watubaing.

&quot;Dia terpaksa ditandu menuju jalan utama agar bisa diangkut mobil ambulans, soalnya di desa kami belum bisa diakses kendaraan roda empat lantaran jalan rusak parah,&quot; kata salah satu anggota keluarga, Anyela Nyela, Rabu (23/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:4 Hal Ini Harus Diperhatikan Masyarakat Ketika Terjadi Gempa Bumi, Termasuk Mitigasinya
Ia menyatakan bahwa ibu hamil di tandu oleh warga dan berjalan  kaki 9 km baru bisa dimuat mobil ambulans. Kondisi ini terjadi karena jalan penghubung menuju jalan utama Trans Flores rusak parah.
Jalan penghubung ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, itupun mesti berhati-hati karena jalannya terjal, licin, dan berbatu.

Warga berharap pemerintah memperbaiki jalan yang rusak sehingga memudahkan akses warga. Sang ibu hamil ini pun selamat tiba di Puskemas Watubaing, Kecamatan Talibura dan sedang dirawat di Puskemas tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
