<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ridwan Kamil Murka, Pencabutan Label Gereja di Tenda Bantuan Gempa Cianjur Nodai Misi Kemanusiaan</title><description>Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikit pun oleh unsur kebencian golongan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/27/525/2715723/ridwan-kamil-murka-pencabutan-label-gereja-di-tenda-bantuan-gempa-cianjur-nodai-misi-kemanusiaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/27/525/2715723/ridwan-kamil-murka-pencabutan-label-gereja-di-tenda-bantuan-gempa-cianjur-nodai-misi-kemanusiaan"/><item><title>Ridwan Kamil Murka, Pencabutan Label Gereja di Tenda Bantuan Gempa Cianjur Nodai Misi Kemanusiaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/27/525/2715723/ridwan-kamil-murka-pencabutan-label-gereja-di-tenda-bantuan-gempa-cianjur-nodai-misi-kemanusiaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/27/525/2715723/ridwan-kamil-murka-pencabutan-label-gereja-di-tenda-bantuan-gempa-cianjur-nodai-misi-kemanusiaan</guid><pubDate>Minggu 27 November 2022 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/27/525/2715723/ridwan-kamil-murka-pencabutan-label-gereja-di-tenda-bantuan-gempa-cianjur-nodai-misi-kemanusiaan-74472P6Y0U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangkapan layar pencabutan label gereja di tenda bantuan korban gempa Cianjur, Jawa Barat (Foto: Instagram @ridwankamil)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/27/525/2715723/ridwan-kamil-murka-pencabutan-label-gereja-di-tenda-bantuan-gempa-cianjur-nodai-misi-kemanusiaan-74472P6Y0U.jpg</image><title>Tangkapan layar pencabutan label gereja di tenda bantuan korban gempa Cianjur, Jawa Barat (Foto: Instagram @ridwankamil)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyesalkan aksi pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Aksi itu dilakukan oleh oknum warga di tenda pengungsian.

&quot;Bencana ini datang tidak pilih-pilih dan pastinya mendampaki semua orang, semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini,&quot; ujar Ridwan Kamil melalui akun Instagramnya, @ridwankamil seperti dikutip Okezone, Minggu (27/11/2022).
BACA JUGA:DVI Polri Dibantu Unpad Identifikasi Jenazah Korban Gempa Cianjur yang Sudah Membusuk&amp;nbsp;
Menurut Kang Emil, sapaan akrabnya, pihak yang membantu bencana datang tidak pilih-pilih. Mereka datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya.

&quot;Berdirinya bendera, spanduk, baliho, stiker dari para pemberi bantuan adalah hal yang wajar, karena mungkin itu bagian dari pelaporan pertanggungjawaban kepada para donatur yang menitipkan bantuan kepada mereka,&quot; tegasnya.

Untuk itu, Ridwan Kamil menekankan agar Sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan Yang adil dan Beradab harus dijunjung dengan baik dan dipraktekkan dengan bijak. Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikit pun oleh unsur kebencian golongan.

&quot;Saya sudah meminta kepolisian khususnya Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Hatur Nuhun,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Duka Cianjur, 42 Pelajar Tertimpa Bangunan saat Gempa Dahsyat&amp;nbsp;&quot;Walaupun kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita tetaplah bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan,&quot; pungkasnya.

Dalam unggahannya, Kang Emil turut menyertakan video pencabutan label identitas gereja sebagai pemberi bantuan tenda oleh oknum warga. Sehingga menuai ragam komentar warganet.

&quot;Setuju pak Gub.. sangat disayangkan sekali.. semoga kita bisa lebih bijak dan open minded.. hatur nuhuun pak Gub,&quot; tulis akun @hanan_attaki.

&quot;Akibat tidak ada hukuman yg jelas bagi pelaku intoleran. Sumbangannya mau, tp nama pemberi dilenyapkan krn dari nonis.itu namaya Munaf*k!!,&quot; tulis @krisna69.mukti.

&quot;Label di copot! bantuan di ambil! Miris!&quot; @thyasethyaa.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyesalkan aksi pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Aksi itu dilakukan oleh oknum warga di tenda pengungsian.

&quot;Bencana ini datang tidak pilih-pilih dan pastinya mendampaki semua orang, semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini,&quot; ujar Ridwan Kamil melalui akun Instagramnya, @ridwankamil seperti dikutip Okezone, Minggu (27/11/2022).
BACA JUGA:DVI Polri Dibantu Unpad Identifikasi Jenazah Korban Gempa Cianjur yang Sudah Membusuk&amp;nbsp;
Menurut Kang Emil, sapaan akrabnya, pihak yang membantu bencana datang tidak pilih-pilih. Mereka datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya.

&quot;Berdirinya bendera, spanduk, baliho, stiker dari para pemberi bantuan adalah hal yang wajar, karena mungkin itu bagian dari pelaporan pertanggungjawaban kepada para donatur yang menitipkan bantuan kepada mereka,&quot; tegasnya.

Untuk itu, Ridwan Kamil menekankan agar Sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan Yang adil dan Beradab harus dijunjung dengan baik dan dipraktekkan dengan bijak. Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikit pun oleh unsur kebencian golongan.

&quot;Saya sudah meminta kepolisian khususnya Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Hatur Nuhun,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Duka Cianjur, 42 Pelajar Tertimpa Bangunan saat Gempa Dahsyat&amp;nbsp;&quot;Walaupun kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita tetaplah bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan,&quot; pungkasnya.

Dalam unggahannya, Kang Emil turut menyertakan video pencabutan label identitas gereja sebagai pemberi bantuan tenda oleh oknum warga. Sehingga menuai ragam komentar warganet.

&quot;Setuju pak Gub.. sangat disayangkan sekali.. semoga kita bisa lebih bijak dan open minded.. hatur nuhuun pak Gub,&quot; tulis akun @hanan_attaki.

&quot;Akibat tidak ada hukuman yg jelas bagi pelaku intoleran. Sumbangannya mau, tp nama pemberi dilenyapkan krn dari nonis.itu namaya Munaf*k!!,&quot; tulis @krisna69.mukti.

&quot;Label di copot! bantuan di ambil! Miris!&quot; @thyasethyaa.</content:encoded></item></channel></rss>
