<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Bela Ukraina, NATO: Rumah Tangga Eropa Hadapi Banyak Kesulitan Termasuk Tagihan Makanan dan Energi Melonjak</title><description>Namun, dia menunjukkan bahwa perlu untuk &quot;mempertahankan dan meningkatkan&quot; bantuan ke Kyiv.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/28/18/2716026/imbas-bela-ukraina-nato-rumah-tangga-eropa-hadapi-banyak-kesulitan-termasuk-tagihan-makanan-dan-energi-melonjak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/28/18/2716026/imbas-bela-ukraina-nato-rumah-tangga-eropa-hadapi-banyak-kesulitan-termasuk-tagihan-makanan-dan-energi-melonjak"/><item><title>Imbas Bela Ukraina, NATO: Rumah Tangga Eropa Hadapi Banyak Kesulitan Termasuk Tagihan Makanan dan Energi Melonjak</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/28/18/2716026/imbas-bela-ukraina-nato-rumah-tangga-eropa-hadapi-banyak-kesulitan-termasuk-tagihan-makanan-dan-energi-melonjak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/28/18/2716026/imbas-bela-ukraina-nato-rumah-tangga-eropa-hadapi-banyak-kesulitan-termasuk-tagihan-makanan-dan-energi-melonjak</guid><pubDate>Senin 28 November 2022 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/28/18/2716026/imbas-bela-ukraina-nato-akui-rumah-tangga-eropa-hadapi-banyak-kesulitan-termasuk-tagihan-makanan-dan-energi-melonjak-UzJRFbMS3a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen NATO Jens Stoltenberg (Foto: EPA-EFE)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/28/18/2716026/imbas-bela-ukraina-nato-akui-rumah-tangga-eropa-hadapi-banyak-kesulitan-termasuk-tagihan-makanan-dan-energi-melonjak-UzJRFbMS3a.jpg</image><title>Sekjen NATO Jens Stoltenberg (Foto: EPA-EFE)</title></images><description>NEW YORK - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengakui bahwa mendukung Ukraina dalam konflik saat ini sangat merugikan negara-negara Barat.
Namun, dia menunjukkan bahwa perlu untuk &quot;mempertahankan dan meningkatkan&quot; bantuan ke Kyiv.
&quot;Meningkatnya tagihan makanan dan energi berarti masa-masa sulit bagi banyak rumah tangga di Eropa,&quot; kata Stoltenberg dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Welt am Sonntag.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Jangan Biarkan Putin Menang, NATO: Membela Ukraina Adalah Membela Demokrasi&amp;nbsp;

Namun, dia menekankan perlu untuk terus mendukung Kyiv. Dalam konteks ini, Stoltenberg sangat menghargai pengiriman senjata Berlin ke Ukraina.
&quot;Dukungan menentukan Jerman sangat penting,&quot; terangnya, seperti dilansir Sputnik.
Baca juga:&amp;nbsp;NATO Sebut Serangan Rudal yang Tewaskan 2 Orang di Polandia Kemungkinan Berasal dari Ukraina
&quot;Kita semua perlu meningkatkan bantuan kita ke Ukraina. Ini akan membantu Ukraina mempertahankan hak mereka untuk membela diri,&quot; jelasnya.
Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal NATO mencatat bahwa &quot;posisi Ukraina di meja perundingan dapat diperkuat jika diberikan bantuan militer.&quot;&quot;Cara terbaik untuk mendukung perdamaian adalah dengan mendukung Ukraina,&quot; katanya.
Sebelumnyam Stoltenberga mengatakan bahwa membela Ukraina adalah membela demokrasi. &quot;Apabila kita biarkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menang, kita semua harus membayar harga yang lebih mahal lagi. Rezim otoriter di seluruh dunia akan mengetahui bahwa mereka bisa mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dengan kasar,&quot; ujarnya.
Dia juga meminta para anggota NATO meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina, demi memastikan hasil terbaik bagi negara itu sebagai &quot;negara yang berdaulat, independen dan demokratis di Eropa.&quot;
&quot;Kita harus menyadari bahwa perang ini, kemungkinan besar, akan berakhir pada satu titik di meja perundingan. Tapi kita juga tahu bahwa hasil dari perundingan itu sangat bergantung pada kekuatan di medan perang,&quot; terangnya  dalam pertemuan Majelis Parlementer NATO di Madrid pada Senin (21/11/2022), dikutip VOA.</description><content:encoded>NEW YORK - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengakui bahwa mendukung Ukraina dalam konflik saat ini sangat merugikan negara-negara Barat.
Namun, dia menunjukkan bahwa perlu untuk &quot;mempertahankan dan meningkatkan&quot; bantuan ke Kyiv.
&quot;Meningkatnya tagihan makanan dan energi berarti masa-masa sulit bagi banyak rumah tangga di Eropa,&quot; kata Stoltenberg dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Welt am Sonntag.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Jangan Biarkan Putin Menang, NATO: Membela Ukraina Adalah Membela Demokrasi&amp;nbsp;

Namun, dia menekankan perlu untuk terus mendukung Kyiv. Dalam konteks ini, Stoltenberg sangat menghargai pengiriman senjata Berlin ke Ukraina.
&quot;Dukungan menentukan Jerman sangat penting,&quot; terangnya, seperti dilansir Sputnik.
Baca juga:&amp;nbsp;NATO Sebut Serangan Rudal yang Tewaskan 2 Orang di Polandia Kemungkinan Berasal dari Ukraina
&quot;Kita semua perlu meningkatkan bantuan kita ke Ukraina. Ini akan membantu Ukraina mempertahankan hak mereka untuk membela diri,&quot; jelasnya.
Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal NATO mencatat bahwa &quot;posisi Ukraina di meja perundingan dapat diperkuat jika diberikan bantuan militer.&quot;&quot;Cara terbaik untuk mendukung perdamaian adalah dengan mendukung Ukraina,&quot; katanya.
Sebelumnyam Stoltenberga mengatakan bahwa membela Ukraina adalah membela demokrasi. &quot;Apabila kita biarkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menang, kita semua harus membayar harga yang lebih mahal lagi. Rezim otoriter di seluruh dunia akan mengetahui bahwa mereka bisa mendapatkan apa saja yang mereka inginkan dengan kasar,&quot; ujarnya.
Dia juga meminta para anggota NATO meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina, demi memastikan hasil terbaik bagi negara itu sebagai &quot;negara yang berdaulat, independen dan demokratis di Eropa.&quot;
&quot;Kita harus menyadari bahwa perang ini, kemungkinan besar, akan berakhir pada satu titik di meja perundingan. Tapi kita juga tahu bahwa hasil dari perundingan itu sangat bergantung pada kekuatan di medan perang,&quot; terangnya  dalam pertemuan Majelis Parlementer NATO di Madrid pada Senin (21/11/2022), dikutip VOA.</content:encoded></item></channel></rss>
