<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ketika Istri Pamer Ibadah di Luar Negeri</title><description>Salah satunya adalah kisah yang diambil dari situs NU.online dan buku &amp;lsquo;Kumpulan Humor Gus Dur&amp;rsquo;.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/29/337/2716228/humor-gus-dur-ketika-istri-pamer-ibadah-di-luar-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/29/337/2716228/humor-gus-dur-ketika-istri-pamer-ibadah-di-luar-negeri"/><item><title>Humor Gus Dur: Ketika Istri Pamer Ibadah di Luar Negeri</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/29/337/2716228/humor-gus-dur-ketika-istri-pamer-ibadah-di-luar-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/29/337/2716228/humor-gus-dur-ketika-istri-pamer-ibadah-di-luar-negeri</guid><pubDate>Selasa 29 November 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/28/337/2716228/humor-gus-dur-ketika-istri-pamer-ibadah-di-luar-negeri-07kIxw9xMW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/28/337/2716228/humor-gus-dur-ketika-istri-pamer-ibadah-di-luar-negeri-07kIxw9xMW.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini biasanya untuk membuat orang tertawa sekaligus meredakan ketegangan politik kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diambil dari situs NU.online dan buku &amp;lsquo;Kumpulan Humor Gus Dur&amp;rsquo;.
Gus Dur mengatakan para jenderal di zaman Orde Baru terbagi dalam dua kelompok. Yakni kelompok pertama jendera  yang takut istri. Kedua jendral yang tidak takut istri.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Harimau Mau Makan, Apa yang Dilakukan?
Dalam setiap pertemuan mereka selalu memisahkan diri. Jenderal yang takut istri berada di sebelah sisi ruangan. Sementara jenderal yang tidak takut istri berada di sisi lain.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cium Tangan Sopir
Suatu ketika dalam suatu pertemuan ada seorang jenderal yang mestinya tergabung dalam kelompok jenderal takut istri duduk bersama kelompok jenderal yang tidak takut istri.

Teman-temannya, para jenderal yang takut istri pun protes. &amp;ldquo;Eh kenapa kamu duduknya di situ bareng jenderal yang tidak takut istri? Memangnya sekarang kamu sudah berani sama istrimu?,&amp;rdquo; tanya mereka.
&amp;ldquo;Wah nggak tahu deh. Saya disuruh istri saya duduk di sini! ya saya duduk saja,&amp;rdquo; terang sang jenderal.Selain itu, Gus Dur juga berkisah tentang pejabat Indonesia yang suka pamer.

&amp;ldquo;Pejabat Indonesia ini narsis dan riya (memperlihatkan ibadahnya kepada umum),&amp;rdquo; ujarnya.

Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Gus Dur mengatakan dalam kesempatan itu, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji.

&amp;ldquo;You like salad, madame?,&amp;rdquo; tanya seorang pramusaji.



&amp;ldquo;Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, dzuhur, asyar, maghrib and isya,&amp;rdquo; jawab si Nyonya dengan percaya diri.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Humor ini biasanya untuk membuat orang tertawa sekaligus meredakan ketegangan politik kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diambil dari situs NU.online dan buku &amp;lsquo;Kumpulan Humor Gus Dur&amp;rsquo;.
Gus Dur mengatakan para jenderal di zaman Orde Baru terbagi dalam dua kelompok. Yakni kelompok pertama jendera  yang takut istri. Kedua jendral yang tidak takut istri.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Harimau Mau Makan, Apa yang Dilakukan?
Dalam setiap pertemuan mereka selalu memisahkan diri. Jenderal yang takut istri berada di sebelah sisi ruangan. Sementara jenderal yang tidak takut istri berada di sisi lain.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cium Tangan Sopir
Suatu ketika dalam suatu pertemuan ada seorang jenderal yang mestinya tergabung dalam kelompok jenderal takut istri duduk bersama kelompok jenderal yang tidak takut istri.

Teman-temannya, para jenderal yang takut istri pun protes. &amp;ldquo;Eh kenapa kamu duduknya di situ bareng jenderal yang tidak takut istri? Memangnya sekarang kamu sudah berani sama istrimu?,&amp;rdquo; tanya mereka.
&amp;ldquo;Wah nggak tahu deh. Saya disuruh istri saya duduk di sini! ya saya duduk saja,&amp;rdquo; terang sang jenderal.Selain itu, Gus Dur juga berkisah tentang pejabat Indonesia yang suka pamer.

&amp;ldquo;Pejabat Indonesia ini narsis dan riya (memperlihatkan ibadahnya kepada umum),&amp;rdquo; ujarnya.

Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Gus Dur mengatakan dalam kesempatan itu, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji.

&amp;ldquo;You like salad, madame?,&amp;rdquo; tanya seorang pramusaji.



&amp;ldquo;Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, dzuhur, asyar, maghrib and isya,&amp;rdquo; jawab si Nyonya dengan percaya diri.

</content:encoded></item></channel></rss>
