<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jerman Nyatakan 'Holodomor' Ukraina Sebagai Genosida</title><description>Diperkirakan lebih dari 3,5 juta orang Ukraina mati dalam bencana kelaparan pada 1932-1933.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/01/18/2718407/jerman-nyatakan-holodomor-ukraina-sebagai-genosida</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/01/18/2718407/jerman-nyatakan-holodomor-ukraina-sebagai-genosida"/><item><title>Jerman Nyatakan 'Holodomor' Ukraina Sebagai Genosida</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/01/18/2718407/jerman-nyatakan-holodomor-ukraina-sebagai-genosida</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/01/18/2718407/jerman-nyatakan-holodomor-ukraina-sebagai-genosida</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2022 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/01/18/2718407/jerman-nyatakan-holodomor-ukraina-sebagai-genosida-aanK8Jafc4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Uni Soviet mencari bijih gandum dari sebuah desa di Donetsk pada Holodomor. (Foto: RIA Novosti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/01/18/2718407/jerman-nyatakan-holodomor-ukraina-sebagai-genosida-aanK8Jafc4.jpg</image><title>Tentara Uni Soviet mencari bijih gandum dari sebuah desa di Donetsk pada Holodomor. (Foto: RIA Novosti)</title></images><description>BERLIN - Parlemen Jerman pada Rabu, (30/11/2022) mengadopsi resolusi yang menyatakan bahwa kelaparan tahun 1930-an di Ukraina, yang dikenal dengan istilah &amp;ldquo;Holodomor&amp;rdquo;, sesuai dengan klasifikasi sejarah dan politik dari &quot;genosida&quot;, dan menyalahkan Uni Soviet atas kejadian itu. Resolusi tersebut berarti Berlin harus terus mendukung Ukraina melawan Rusia, kata penulisnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Paus Bandingkan Perang Ukraina dengan Bencana Genosida Mengerikan, Banyak Kematian Akibat Kelaparan
&amp;ldquo;Kematian massal akibat kelaparan bukanlah akibat gagal panen, tetapi merupakan tanggung jawab kepemimpinan politik Uni Soviet di bawah Joseph Stalin,&amp;rdquo; kata siaran pers Bundestag sebagaimana dilansir RT, mengacu pada &quot;Holodomor&quot;. Anggota parlemen Jerman mengatakan itu mewakili &quot;kejahatan terhadap kemanusiaan&quot; dan dari perspektif hari ini &quot;klasifikasi sejarah-politik sebagai genosida sudah jelas.&quot;
Menurut resolusi tersebut, &quot;pada musim dingin 1932/1933 saja, 3-3,5 juta orang mati kelaparan di Ukraina&quot;. Sementara &amp;ldquo;jutaan orang kehilangan nyawa mereka akibat kelaparan yang dipicu secara politik&amp;rdquo; di bagian lain Uni Soviet, penulis mengakui, mereka bersikeras bahwa kelaparan di Ukraina adalah proyek Soviet untuk menghancurkan &amp;ldquo;cara hidup, bahasa, dan budaya Ukraina.&amp;rdquo;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bencana Kelaparan di Ukraina pada 1930: Penindasan Soviet yang Memupuk Kebencian Rakyat Terhadap Rusia
Resolusi tersebut mengharuskan pemerintah Jerman untuk &quot;terus melawan dengan tegas setiap upaya untuk meluncurkan narasi sejarah Rusia yang sepihak,&quot; sambil memberikan &quot;dukungan politik&quot; kepada para korban Holodomor, yang berarti pemerintah di Kiev.
Menggambarkan Ukraina sebagai korban agresi dan imperialisme Rusia, Bundestag menegaskan Jerman harus terus memberikannya &amp;ldquo;dukungan politik, keuangan, kemanusiaan dan militer.&amp;rdquo;
Mengenai apa yang memberi mereka hak untuk membuat pernyataan seperti itu, anggota parlemen Jerman menunjuk pada &quot;tanggung jawab historis&quot; negara mereka sendiri atas Holocaust orang Yahudi Eropa dan &quot;perang pemusnahan rasis Jerman&quot; melawan Uni Soviet. Resolusi tersebut disahkan dengan suara mayoritas dari koalisi &amp;ldquo;lampu lalu lintas&amp;rdquo; yang berkuasa dan oposisi CDU, sedangkan anggota parlemen AfD dan Die Linke abstain.
Resolusi Bundestag datang hanya beberapa hari setelah Paus Fransiskus juga menyebut kelaparan itu sebagai &amp;ldquo;genosida yang dilakukan Stalin terhadap Ukraina,&amp;rdquo; yang dia klaim sebagai &amp;ldquo;pendahulu sejarah dari konflik (saat ini).&amp;rdquo; Wawancaranya dengan majalah Jesuit Amerika menuai kecaman dari Moskow atas karakterisasi rasis Muslim dan Buddhis Rusia.
Sementara pemerintah di Kiev telah lama mengklaim bahwa kelaparan pada 1930-an adalah genosida yang disengaja terhadap warga Ukraina, hingga akhir 2010 mereka menyalahkan pejabat komunis Ukraina atas hal itu dan bersikeras bahwa &quot;tidak ada klaim&quot; terhadap pihak ketiga mana pun, termasuk Rusia modern.
Posisi Moskow terhadap &quot;Holodomor&quot; menyatakan bahwa menggambarkan peristiwa itu sebagai genosida adalah tindakan &quot;bermuatan politik dan bertentangan dengan fakta sejarah.&quot;
</description><content:encoded>BERLIN - Parlemen Jerman pada Rabu, (30/11/2022) mengadopsi resolusi yang menyatakan bahwa kelaparan tahun 1930-an di Ukraina, yang dikenal dengan istilah &amp;ldquo;Holodomor&amp;rdquo;, sesuai dengan klasifikasi sejarah dan politik dari &quot;genosida&quot;, dan menyalahkan Uni Soviet atas kejadian itu. Resolusi tersebut berarti Berlin harus terus mendukung Ukraina melawan Rusia, kata penulisnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Paus Bandingkan Perang Ukraina dengan Bencana Genosida Mengerikan, Banyak Kematian Akibat Kelaparan
&amp;ldquo;Kematian massal akibat kelaparan bukanlah akibat gagal panen, tetapi merupakan tanggung jawab kepemimpinan politik Uni Soviet di bawah Joseph Stalin,&amp;rdquo; kata siaran pers Bundestag sebagaimana dilansir RT, mengacu pada &quot;Holodomor&quot;. Anggota parlemen Jerman mengatakan itu mewakili &quot;kejahatan terhadap kemanusiaan&quot; dan dari perspektif hari ini &quot;klasifikasi sejarah-politik sebagai genosida sudah jelas.&quot;
Menurut resolusi tersebut, &quot;pada musim dingin 1932/1933 saja, 3-3,5 juta orang mati kelaparan di Ukraina&quot;. Sementara &amp;ldquo;jutaan orang kehilangan nyawa mereka akibat kelaparan yang dipicu secara politik&amp;rdquo; di bagian lain Uni Soviet, penulis mengakui, mereka bersikeras bahwa kelaparan di Ukraina adalah proyek Soviet untuk menghancurkan &amp;ldquo;cara hidup, bahasa, dan budaya Ukraina.&amp;rdquo;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bencana Kelaparan di Ukraina pada 1930: Penindasan Soviet yang Memupuk Kebencian Rakyat Terhadap Rusia
Resolusi tersebut mengharuskan pemerintah Jerman untuk &quot;terus melawan dengan tegas setiap upaya untuk meluncurkan narasi sejarah Rusia yang sepihak,&quot; sambil memberikan &quot;dukungan politik&quot; kepada para korban Holodomor, yang berarti pemerintah di Kiev.
Menggambarkan Ukraina sebagai korban agresi dan imperialisme Rusia, Bundestag menegaskan Jerman harus terus memberikannya &amp;ldquo;dukungan politik, keuangan, kemanusiaan dan militer.&amp;rdquo;
Mengenai apa yang memberi mereka hak untuk membuat pernyataan seperti itu, anggota parlemen Jerman menunjuk pada &quot;tanggung jawab historis&quot; negara mereka sendiri atas Holocaust orang Yahudi Eropa dan &quot;perang pemusnahan rasis Jerman&quot; melawan Uni Soviet. Resolusi tersebut disahkan dengan suara mayoritas dari koalisi &amp;ldquo;lampu lalu lintas&amp;rdquo; yang berkuasa dan oposisi CDU, sedangkan anggota parlemen AfD dan Die Linke abstain.
Resolusi Bundestag datang hanya beberapa hari setelah Paus Fransiskus juga menyebut kelaparan itu sebagai &amp;ldquo;genosida yang dilakukan Stalin terhadap Ukraina,&amp;rdquo; yang dia klaim sebagai &amp;ldquo;pendahulu sejarah dari konflik (saat ini).&amp;rdquo; Wawancaranya dengan majalah Jesuit Amerika menuai kecaman dari Moskow atas karakterisasi rasis Muslim dan Buddhis Rusia.
Sementara pemerintah di Kiev telah lama mengklaim bahwa kelaparan pada 1930-an adalah genosida yang disengaja terhadap warga Ukraina, hingga akhir 2010 mereka menyalahkan pejabat komunis Ukraina atas hal itu dan bersikeras bahwa &quot;tidak ada klaim&quot; terhadap pihak ketiga mana pun, termasuk Rusia modern.
Posisi Moskow terhadap &quot;Holodomor&quot; menyatakan bahwa menggambarkan peristiwa itu sebagai genosida adalah tindakan &quot;bermuatan politik dan bertentangan dengan fakta sejarah.&quot;
</content:encoded></item></channel></rss>
