<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serang Geger, Ribuan Ikan di Kali Ciujung 'Mabuk' Tanpa Sebab</title><description>Ribuan ikan di bantaran Kali Ciujung, tepatnya Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang, Banten mendadak mabuk tanpa sebab yang pasti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/01/337/2718683/serang-geger-ribuan-ikan-di-kali-ciujung-mabuk-tanpa-sebab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/01/337/2718683/serang-geger-ribuan-ikan-di-kali-ciujung-mabuk-tanpa-sebab"/><item><title>Serang Geger, Ribuan Ikan di Kali Ciujung 'Mabuk' Tanpa Sebab</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/01/337/2718683/serang-geger-ribuan-ikan-di-kali-ciujung-mabuk-tanpa-sebab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/01/337/2718683/serang-geger-ribuan-ikan-di-kali-ciujung-mabuk-tanpa-sebab</guid><pubDate>Kamis 01 Desember 2022 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Mahesa Apriandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/01/337/2718683/serang-geger-ribuan-ikan-di-kali-ciujung-mabuk-tanpa-sebab-p9Bxdj3UfR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ikan di Kali Ciujung Serang mendadak mabuk. (Foto: Mahesa/iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/01/337/2718683/serang-geger-ribuan-ikan-di-kali-ciujung-mabuk-tanpa-sebab-p9Bxdj3UfR.jpg</image><title>Ikan di Kali Ciujung Serang mendadak mabuk. (Foto: Mahesa/iNews)</title></images><description>SERANG - Ribuan ikan di bantaran Kali Ciujung, tepatnya Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang, Banten mendadak mabuk tanpa sebab yang pasti.

Fenomena alam yang terbilang langka ini membuat warga di sekitar Kali Ciujung berbondong-bondong turun ke sungai untuk menangkap ikan.

BACA JUGA:Pastikan Lanny Jaya Kondusif, Satgas Yonif Sinergi dengan Aparat Keamanan Setempat


BACA JUGA:Jokowi Bagikan 1,5 Juta Sertifikat Tanah, Termasuk untuk Suku Anak Dalam

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS8xLzE1NzkxMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dengan peralatan seadanya, masing-masing di antara mereka mendapatkan ikan dengan jumlah yang cukup besar bahkan hingga berkarung-karung. Sementara untuk jenis ikan yang mereka dapatkan, di antaranya mulai dari ikan lundu, patin, keting, gabus, tawes, betik hingga udang.

&amp;ldquo;(Fenomena alam) ini sempat terjadi sekitar 5 tahun sekali,&amp;rdquo; kata salah seorang warga, Abidin, Kamis (1/12/2022).


Namun jenis ikan dan jumlah yang berhasil mereka tangkap tidak sebanyak tahun ini.

Beberapa di antara mereka yang memiliki tangkapan ikan dengan jumlah banyak berencana untuk menjual separuh tangkapannya ke pasar. Sementara sisa lainya untuk di konsumsi sehari-hari.
</description><content:encoded>SERANG - Ribuan ikan di bantaran Kali Ciujung, tepatnya Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang, Banten mendadak mabuk tanpa sebab yang pasti.

Fenomena alam yang terbilang langka ini membuat warga di sekitar Kali Ciujung berbondong-bondong turun ke sungai untuk menangkap ikan.

BACA JUGA:Pastikan Lanny Jaya Kondusif, Satgas Yonif Sinergi dengan Aparat Keamanan Setempat


BACA JUGA:Jokowi Bagikan 1,5 Juta Sertifikat Tanah, Termasuk untuk Suku Anak Dalam

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS8xLzE1NzkxMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dengan peralatan seadanya, masing-masing di antara mereka mendapatkan ikan dengan jumlah yang cukup besar bahkan hingga berkarung-karung. Sementara untuk jenis ikan yang mereka dapatkan, di antaranya mulai dari ikan lundu, patin, keting, gabus, tawes, betik hingga udang.

&amp;ldquo;(Fenomena alam) ini sempat terjadi sekitar 5 tahun sekali,&amp;rdquo; kata salah seorang warga, Abidin, Kamis (1/12/2022).


Namun jenis ikan dan jumlah yang berhasil mereka tangkap tidak sebanyak tahun ini.

Beberapa di antara mereka yang memiliki tangkapan ikan dengan jumlah banyak berencana untuk menjual separuh tangkapannya ke pasar. Sementara sisa lainya untuk di konsumsi sehari-hari.
</content:encoded></item></channel></rss>
