<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir hingga 50 Cm Rendam Jalan Penghubung di Bandung, Banyak Kendaraan Mati Mesin</title><description>Saya pikir tidak akan mati (mesin motornya), banyak orang yang lewat juga ya sudah saya lewat juga, eh ternyata mati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/03/525/2719827/banjir-hingga-50-cm-rendam-jalan-penghubung-di-bandung-banyak-kendaraan-mati-mesin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/03/525/2719827/banjir-hingga-50-cm-rendam-jalan-penghubung-di-bandung-banyak-kendaraan-mati-mesin"/><item><title>Banjir hingga 50 Cm Rendam Jalan Penghubung di Bandung, Banyak Kendaraan Mati Mesin</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/03/525/2719827/banjir-hingga-50-cm-rendam-jalan-penghubung-di-bandung-banyak-kendaraan-mati-mesin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/03/525/2719827/banjir-hingga-50-cm-rendam-jalan-penghubung-di-bandung-banyak-kendaraan-mati-mesin</guid><pubDate>Sabtu 03 Desember 2022 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Erick Fahrizal</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/03/525/2719827/banjir-hingga-50-cm-rendam-jalan-penghubung-di-bandung-banyak-kendaraan-mati-mesin-lFaE1Z6s1A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir rendam Bandung, banyak kendaraan mati mesin (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/03/525/2719827/banjir-hingga-50-cm-rendam-jalan-penghubung-di-bandung-banyak-kendaraan-mati-mesin-lFaE1Z6s1A.jpg</image><title>Banjir rendam Bandung, banyak kendaraan mati mesin (Foto: MPI)</title></images><description>BANDUNG - Banjir dari luapan Sungai Citarum merendam permukiman hingga jalur utama penghubung Kabupaten menuju Kota Bandung, tepatnya di Jalan Raya Dayeuh Kolot Banjaran. Banjir tersebut hingga setinggi 50 sentimeter.

Akibatnya, arus lalu lintas pun menjadi terganggu. Pengendara roda dua dan roda empat yang hendak melintas, harus memcari rute alternatif untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Namun, banyak juga pengendara yang nekat menerobos genangan banjir. Akibatnya, banyak kendaraan yang mogok.

Saifal, salah seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di kota Bandung mengatakan, banjir di wilayah ini kerap kali merendam ketika musim penghujan tiba.

Dirinya berharap pemerintah dapat segera memperbaiki gorong-gorong yang ada di sekitar lokasi agar air dapat mengalir dengan baik sehingga aktivitas warga tidak terganggu.

BACA JUGA:Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir dan Longsor&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Saya dari Soreang mau ke kampus mau ngajar, sudah telat banyak ini saya karena terhalang banjir, tadi saya pikir tidak banjir tidak akan mati (mesin motornya), banyak orang yang lewat juga ya sudah saya lewat juga, eh ternyata mati dan sampai sekarang belum hidup,&quot; ujarnya, Sabtu (3/12/2022).

&quot;Harapan saya pemerintah segera memperbaiki gorong-gorong disini supaya air mengalir dengan baik dan aktivitas kami pun tidak terganggu,&quot; imbuhnya.Pengendara lainnya, Novia Fitri, juga mengeluh terhadap banjir yang merendam jalur penghubung ini. &quot;Saya dari Banjaran mau ke kampus di Ciganitri, kirain sudah surut taunya masih besar, keganggu banget (perjalanan),&quot; katanya.

&quot;Diperbaiki lagi sistem penyerapan air sama sungai nya juga supaya banjir ini tidak berkepanjangan,&quot; ujar Novia.</description><content:encoded>BANDUNG - Banjir dari luapan Sungai Citarum merendam permukiman hingga jalur utama penghubung Kabupaten menuju Kota Bandung, tepatnya di Jalan Raya Dayeuh Kolot Banjaran. Banjir tersebut hingga setinggi 50 sentimeter.

Akibatnya, arus lalu lintas pun menjadi terganggu. Pengendara roda dua dan roda empat yang hendak melintas, harus memcari rute alternatif untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Namun, banyak juga pengendara yang nekat menerobos genangan banjir. Akibatnya, banyak kendaraan yang mogok.

Saifal, salah seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di kota Bandung mengatakan, banjir di wilayah ini kerap kali merendam ketika musim penghujan tiba.

Dirinya berharap pemerintah dapat segera memperbaiki gorong-gorong yang ada di sekitar lokasi agar air dapat mengalir dengan baik sehingga aktivitas warga tidak terganggu.

BACA JUGA:Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir dan Longsor&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Saya dari Soreang mau ke kampus mau ngajar, sudah telat banyak ini saya karena terhalang banjir, tadi saya pikir tidak banjir tidak akan mati (mesin motornya), banyak orang yang lewat juga ya sudah saya lewat juga, eh ternyata mati dan sampai sekarang belum hidup,&quot; ujarnya, Sabtu (3/12/2022).

&quot;Harapan saya pemerintah segera memperbaiki gorong-gorong disini supaya air mengalir dengan baik dan aktivitas kami pun tidak terganggu,&quot; imbuhnya.Pengendara lainnya, Novia Fitri, juga mengeluh terhadap banjir yang merendam jalur penghubung ini. &quot;Saya dari Banjaran mau ke kampus di Ciganitri, kirain sudah surut taunya masih besar, keganggu banget (perjalanan),&quot; katanya.

&quot;Diperbaiki lagi sistem penyerapan air sama sungai nya juga supaya banjir ini tidak berkepanjangan,&quot; ujar Novia.</content:encoded></item></channel></rss>
