<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Kisah Jenderal Bintang Sembilan</title><description>Alkisah, Gus Dur pernah diundang menjadi pembicara tunggal dalam sarasehan yang diadakan oleh KNPI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/05/337/2720801/humor-gus-dur-kisah-jenderal-bintang-sembilan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/05/337/2720801/humor-gus-dur-kisah-jenderal-bintang-sembilan"/><item><title>Humor Gus Dur: Kisah Jenderal Bintang Sembilan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/05/337/2720801/humor-gus-dur-kisah-jenderal-bintang-sembilan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/05/337/2720801/humor-gus-dur-kisah-jenderal-bintang-sembilan</guid><pubDate>Selasa 06 Desember 2022 05:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/05/337/2720801/humor-gus-dur-kisah-jenderal-bintang-sembilan-NifmqcZlQ5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/05/337/2720801/humor-gus-dur-kisah-jenderal-bintang-sembilan-NifmqcZlQ5.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)</title></images><description>JAKARTA - Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Selain bisa membuat tertawa erbahak-bahak, humor ini juga diberikan untuk meredakan ketegangan politik kala itu.
Salah satunya adalah cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU Online dan buku &amp;lsquo;Kumpulan Humor Gus Dur&amp;rsquo;.
Alkisah, Gus Dur pernah diundang menjadi pembicara tunggal dalam sarasehan yang diadakan oleh KNPI. Panitia pun gelisah karena Gus Dur seharusnya muncul pukul 20.30. Namun hingga pukul 20.50, Gus Dur  belum muncul.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Perbedaan Cara Mengubur Jenazah si Miskin dan si Kaya
&quot;Saya takut Gus Dur kesasar,&quot; kata Ketua KNPI kala itu Tjahjo Kumolo.
&quot;Jangan-jangan dia nyasar ke Graha Pemuda, kantornya Menpora,&quot; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Kiai Mengumpat, Janjinya Bikin 'Ketar-Ketir'
&quot;Saya kok punya firasat Gus Dur ketiduran,&quot; timpal Eros Djarot yang berdiri di samping Tjahjo.

&quot;Jangan lupa Gus Dur itu di seminar pun bisa tidur,&amp;rdquo; lanjutnya.

Di antara kebingungan itu, tiba-tiba ada seseorang yang menyeletuk.
&amp;ldquo;Jangan-jangan kena cekal, nggak boleh ngomong,&amp;rdquo; ujarnya.
Di tengah kegelisahan itu, tepat pukul 21.00 Gus Dur pun muncul.

&quot;Maaf, saya harus menerima pengarahan dulu dari Jenderal bintang tiga,&quot; katanya.



Ia pun langsung diminta bicara. Di depan peserta sarasehan itu dia kembali cerita soal keterlambatannya yang katanya karena dipanggil Jenderal bintang tiga itu.



&quot;Baru bintang tiga saja sudah bisa nyetop orang, bagaimana kalau bintang sembilan,&quot; ucapnya.

Seperti diketahui, bintang sembilan adalah lambangnya NU, yang selalu terpampang di papan nama kantor NU di semua tingkat.



Karena itu, Gus Dur juga mengaku bangga bahwa warga NU lebih nyaman kalau bepergian. Menurut Gus Dur, para pengusaha besar dan pejabat tinggi jika bepergian paling-paling menginap di hotel bintang empat atau bintang lima.



&quot;Orang NU, kalau keluar kota nginepnya di hotel bintang Sembilan alias di kantor pengurus NU!,&amp;rdquo; ujarnya membuat orang tertawa.



</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Selain bisa membuat tertawa erbahak-bahak, humor ini juga diberikan untuk meredakan ketegangan politik kala itu.
Salah satunya adalah cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU Online dan buku &amp;lsquo;Kumpulan Humor Gus Dur&amp;rsquo;.
Alkisah, Gus Dur pernah diundang menjadi pembicara tunggal dalam sarasehan yang diadakan oleh KNPI. Panitia pun gelisah karena Gus Dur seharusnya muncul pukul 20.30. Namun hingga pukul 20.50, Gus Dur  belum muncul.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Perbedaan Cara Mengubur Jenazah si Miskin dan si Kaya
&quot;Saya takut Gus Dur kesasar,&quot; kata Ketua KNPI kala itu Tjahjo Kumolo.
&quot;Jangan-jangan dia nyasar ke Graha Pemuda, kantornya Menpora,&quot; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Kiai Mengumpat, Janjinya Bikin 'Ketar-Ketir'
&quot;Saya kok punya firasat Gus Dur ketiduran,&quot; timpal Eros Djarot yang berdiri di samping Tjahjo.

&quot;Jangan lupa Gus Dur itu di seminar pun bisa tidur,&amp;rdquo; lanjutnya.

Di antara kebingungan itu, tiba-tiba ada seseorang yang menyeletuk.
&amp;ldquo;Jangan-jangan kena cekal, nggak boleh ngomong,&amp;rdquo; ujarnya.
Di tengah kegelisahan itu, tepat pukul 21.00 Gus Dur pun muncul.

&quot;Maaf, saya harus menerima pengarahan dulu dari Jenderal bintang tiga,&quot; katanya.



Ia pun langsung diminta bicara. Di depan peserta sarasehan itu dia kembali cerita soal keterlambatannya yang katanya karena dipanggil Jenderal bintang tiga itu.



&quot;Baru bintang tiga saja sudah bisa nyetop orang, bagaimana kalau bintang sembilan,&quot; ucapnya.

Seperti diketahui, bintang sembilan adalah lambangnya NU, yang selalu terpampang di papan nama kantor NU di semua tingkat.



Karena itu, Gus Dur juga mengaku bangga bahwa warga NU lebih nyaman kalau bepergian. Menurut Gus Dur, para pengusaha besar dan pejabat tinggi jika bepergian paling-paling menginap di hotel bintang empat atau bintang lima.



&quot;Orang NU, kalau keluar kota nginepnya di hotel bintang Sembilan alias di kantor pengurus NU!,&amp;rdquo; ujarnya membuat orang tertawa.



</content:encoded></item></channel></rss>
