<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Bekasi, Belasan Warga Bermalam di Pengungsian</title><description>Kedalaman banjir di rumahnya itu hingga membuatnya harus mengungsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/05/338/2720497/banjir-bekasi-belasan-warga-bermalam-di-pengungsian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/05/338/2720497/banjir-bekasi-belasan-warga-bermalam-di-pengungsian"/><item><title>Banjir Bekasi, Belasan Warga Bermalam di Pengungsian</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/05/338/2720497/banjir-bekasi-belasan-warga-bermalam-di-pengungsian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/05/338/2720497/banjir-bekasi-belasan-warga-bermalam-di-pengungsian</guid><pubDate>Senin 05 Desember 2022 04:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Suhardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/05/338/2720497/banjir-bekasi-belasan-warga-bermalam-di-pengungsian-8OOn20Rvn4.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/05/338/2720497/banjir-bekasi-belasan-warga-bermalam-di-pengungsian-8OOn20Rvn4.JPG</image><title></title></images><description>BEKASI - Belasan warga dari dua RT di Kampung Cibeber, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi mengungsi akibat banjir akibat meluapnya kali Cilemahabang, pada Minggu (4/12/2022) malam.

&quot;Saya ngungsi sama keluarga di tempat yang tidak banjir buat sementara nunggu surut,&quot;ujar seorang warga, Saiem, ditemui di lokasi, Senin (5/12/2022) dini hari.

Kedalaman banjir di rumahnya itu hingga membuatnya harus mengungsi. Menurutnya, puncak banjir terjadi setelah waktu magrib, sekitar pukul 18.30 WIB Minggu (4/7/2022).

BACA JUGA:Banjir hingga 1 Meter Rendam Bekasi, Warga Sempat Panik

&quot;Ngungsi di tempat lebih tinggi yang tidak banjir. Di rumah hampir pinggang orang dewasa. Soalnya air naik dari abis magrib,&quot; kata Saiem.

Saiem menuturkan di wilayahnya sudah rutin banjir selama tiga tahun terakhir setiap tahunnya. Ia mengaku selalu ada saja kerugian yang dialami dari banjir yang melandanya.

&quot;Sering (banjir) selama tiga tahun terakhir setiap tahun ada. Paling parah tahun 2021 kemarin setinggi pintu rumah, sampai barang-barang saya banyak yang hilang,&quot; jelasnya.

Dia juga berharap agar pemerintah setempat untuk mengirimkan bantuan kepada korban banjir yang mengungsi ini, kata Dia, cuaca yang dingin banyak nyamuk membuat tidak nyaman beristirahat.

&quot;Bapak pemerintah tolong atuh ini kita malah perut lapar banyak nyamuk kasian ini pada kaga bisa tidur,&quot;harapnya.

Pantauan MNC Portal di lokasi, Senin (5/12/2022) per pukul 00.45 WIB tampak masih banyak warga yang masih bertahan di rumahnya. Terlihat juga di sepanjang jalan ini yang berantakan oleh sampah yang terbawa arus banjir.
</description><content:encoded>BEKASI - Belasan warga dari dua RT di Kampung Cibeber, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi mengungsi akibat banjir akibat meluapnya kali Cilemahabang, pada Minggu (4/12/2022) malam.

&quot;Saya ngungsi sama keluarga di tempat yang tidak banjir buat sementara nunggu surut,&quot;ujar seorang warga, Saiem, ditemui di lokasi, Senin (5/12/2022) dini hari.

Kedalaman banjir di rumahnya itu hingga membuatnya harus mengungsi. Menurutnya, puncak banjir terjadi setelah waktu magrib, sekitar pukul 18.30 WIB Minggu (4/7/2022).

BACA JUGA:Banjir hingga 1 Meter Rendam Bekasi, Warga Sempat Panik

&quot;Ngungsi di tempat lebih tinggi yang tidak banjir. Di rumah hampir pinggang orang dewasa. Soalnya air naik dari abis magrib,&quot; kata Saiem.

Saiem menuturkan di wilayahnya sudah rutin banjir selama tiga tahun terakhir setiap tahunnya. Ia mengaku selalu ada saja kerugian yang dialami dari banjir yang melandanya.

&quot;Sering (banjir) selama tiga tahun terakhir setiap tahun ada. Paling parah tahun 2021 kemarin setinggi pintu rumah, sampai barang-barang saya banyak yang hilang,&quot; jelasnya.

Dia juga berharap agar pemerintah setempat untuk mengirimkan bantuan kepada korban banjir yang mengungsi ini, kata Dia, cuaca yang dingin banyak nyamuk membuat tidak nyaman beristirahat.

&quot;Bapak pemerintah tolong atuh ini kita malah perut lapar banyak nyamuk kasian ini pada kaga bisa tidur,&quot;harapnya.

Pantauan MNC Portal di lokasi, Senin (5/12/2022) per pukul 00.45 WIB tampak masih banyak warga yang masih bertahan di rumahnya. Terlihat juga di sepanjang jalan ini yang berantakan oleh sampah yang terbawa arus banjir.
</content:encoded></item></channel></rss>
