<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Cerita Lucu Jenderal Takut Istri</title><description>Salah satunya adalah kisah yang diambil dari situs NU.online dan buku &amp;lsquo;Kumpulan Humor Gus Dur&amp;rsquo;.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/08/337/2723141/humor-gus-dur-cerita-lucu-jenderal-takut-istri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/08/337/2723141/humor-gus-dur-cerita-lucu-jenderal-takut-istri"/><item><title>Humor Gus Dur: Cerita Lucu Jenderal Takut Istri</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/08/337/2723141/humor-gus-dur-cerita-lucu-jenderal-takut-istri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/08/337/2723141/humor-gus-dur-cerita-lucu-jenderal-takut-istri</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/08/337/2723141/humor-gus-dur-cerita-lucu-jenderal-takut-istri-4yXi4BUiTT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/08/337/2723141/humor-gus-dur-cerita-lucu-jenderal-takut-istri-4yXi4BUiTT.jpg</image><title>Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Tak hanya membuat tertawa terbahak-bahak, humor ini juga digunakan untuk meredakan ketegangan politik kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diambil dari situs NU.online dan buku &amp;lsquo;Kumpulan Humor Gus Dur&amp;rsquo;.
Gus Dur bercerita para jenderal di zaman Orde Baru terbagi dalam dua kelompok. Pertama yakni kelompok jenderal yang takut istri. Sedangkan kelompok kedua yaitu jenderal yang tidak takut istri.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Orang Jepang Kaget dengan Argo Taksi Made in Japan
Dalam setiap pertemuan mereka selalu memisahkan diri. Jenderal yang takut istri berada di sebelah sisi ruangan. Sementara jenderal yang tidak takut istri berada di sisi lain.
Suatu ketika dalam suatu pertemuan ada seorang jenderal yang mestinya tergabung dalam kelompok jenderal takut istri duduk bersama kelompok jenderal yang tidak takut istri.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Disopiri Paus, Siapa Orang Penting Itu?
Teman-temannya, para jenderal yang takut istri pun melakukan protes. &amp;ldquo;Eh kenapa kamu duduknya di situ bareng jenderal yang tidak takut istri? Memangnya sekarang kamu sudah berani sama istrimu?,&amp;rdquo; tanya mereka.
Si jenderal pun memberikan jawaban. &amp;ldquo;Wah nggak tahu deh. Saya disuruh istri saya duduk di sini! ya saya duduk saja,&amp;rdquo; jawabnya.Dalam kisah lain, Gus Dur bercerita jika pejabat asal Indonesia suka narsis dan riya.

&amp;ldquo;Pejabat Indonesia ini narsis dan riya (memperlihatkan ibadahnya kepada umum),&amp;rdquo; terangnya.

Gus Dur menceritakan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, &amp;ldquo;You like salad, madame?&amp;rdquo;



&amp;ldquo;Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, dzuhur, asyar, maghrib and isya,&amp;rdquo; jawab si Nyonya dengan percaya diri.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Tak hanya membuat tertawa terbahak-bahak, humor ini juga digunakan untuk meredakan ketegangan politik kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang diambil dari situs NU.online dan buku &amp;lsquo;Kumpulan Humor Gus Dur&amp;rsquo;.
Gus Dur bercerita para jenderal di zaman Orde Baru terbagi dalam dua kelompok. Pertama yakni kelompok jenderal yang takut istri. Sedangkan kelompok kedua yaitu jenderal yang tidak takut istri.
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Orang Jepang Kaget dengan Argo Taksi Made in Japan
Dalam setiap pertemuan mereka selalu memisahkan diri. Jenderal yang takut istri berada di sebelah sisi ruangan. Sementara jenderal yang tidak takut istri berada di sisi lain.
Suatu ketika dalam suatu pertemuan ada seorang jenderal yang mestinya tergabung dalam kelompok jenderal takut istri duduk bersama kelompok jenderal yang tidak takut istri.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Disopiri Paus, Siapa Orang Penting Itu?
Teman-temannya, para jenderal yang takut istri pun melakukan protes. &amp;ldquo;Eh kenapa kamu duduknya di situ bareng jenderal yang tidak takut istri? Memangnya sekarang kamu sudah berani sama istrimu?,&amp;rdquo; tanya mereka.
Si jenderal pun memberikan jawaban. &amp;ldquo;Wah nggak tahu deh. Saya disuruh istri saya duduk di sini! ya saya duduk saja,&amp;rdquo; jawabnya.Dalam kisah lain, Gus Dur bercerita jika pejabat asal Indonesia suka narsis dan riya.

&amp;ldquo;Pejabat Indonesia ini narsis dan riya (memperlihatkan ibadahnya kepada umum),&amp;rdquo; terangnya.

Gus Dur menceritakan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, &amp;ldquo;You like salad, madame?&amp;rdquo;



&amp;ldquo;Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, dzuhur, asyar, maghrib and isya,&amp;rdquo; jawab si Nyonya dengan percaya diri.

</content:encoded></item></channel></rss>
