<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momen Wapres Jawab Penyuluh Anti Korupsi Cilik: Menyontek Itu Dosa   </title><description>ada momen ketika Wapres ditanya oleh anak-anak penyuluh anti korupsi cilik&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/09/337/2723760/momen-wapres-jawab-penyuluh-anti-korupsi-cilik-menyontek-itu-dosa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/09/337/2723760/momen-wapres-jawab-penyuluh-anti-korupsi-cilik-menyontek-itu-dosa"/><item><title>Momen Wapres Jawab Penyuluh Anti Korupsi Cilik: Menyontek Itu Dosa   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/09/337/2723760/momen-wapres-jawab-penyuluh-anti-korupsi-cilik-menyontek-itu-dosa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/09/337/2723760/momen-wapres-jawab-penyuluh-anti-korupsi-cilik-menyontek-itu-dosa</guid><pubDate>Jum'at 09 Desember 2022 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/09/337/2723760/momen-wapres-jawab-penyuluh-anti-korupsi-cilik-menyontek-itu-dosa-jbusxJrQfV.png" expression="full" type="image/jpeg">Momen Wapres Maruf Amin bertemu penyuluhanti korupsi cilik/FOto: Setwapres</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/09/337/2723760/momen-wapres-jawab-penyuluh-anti-korupsi-cilik-menyontek-itu-dosa-jbusxJrQfV.png</image><title>Momen Wapres Maruf Amin bertemu penyuluhanti korupsi cilik/FOto: Setwapres</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (9/12/2022). Pada kesempatan itu, ada momen ketika Wapres ditanya oleh anak-anak penyuluh anti korupsi cilik yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar tentang menyontek.

Diketahui, para penyuluh anti korupsi cilik itu bernama Asfa Azita Hasti yang duduk di kelas 6 SDN Kalibata 011, Nurul Maulani kelas 4 SDN Bukit Duri 05, dan  Abdulloh Syafi&amp;rsquo;i Kelas 2 SDN Pancoran 07. Ketiganya ditemani oleh Abang DKI Jakarta M Dzamir Adani dan None DKI Jakarta Gisela Thesa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ketua KPK Sebut Koruptor Lebih Takut Dimiskinkan Ketimbang Dipenjara
Pertanyaan dimulai dari Gisela yang menanyakan, &amp;ldquo;Oh ujiannya sudah selesai, gimana? Tadi ada yang nyontek enggak?&amp;rdquo; tanyanya.

&amp;ldquo;Enggak ada, emangnya nyontek itu keren?&amp;rdquo; tanya Syafi&amp;rsquo;i menambahkan.

&amp;ldquo;Tentu saja tidak, kalau adik-adik mencontek terus dapat nilai yang bagus itu sama saja nilainya bukan dari kemampuan kalian sedniri. Jadi coba deh adik-adik, nilainya tidak usah terlalu dipikirin justru lebih keren kalo adik-adik bisa mengerjakan dengan baik dan benar tanpa mencontek,&amp;rdquo; katanya Dzamir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Aksi Penjambretan Terekam CCTV, Korban Tak Berkutik
Lalu, Syafi&amp;rsquo;i justru protes dengan jawaban Dzamir. Dia mengatakan bahwa semua orang pernah menyontek. &amp;ldquo;Tapi kan semua orang kan pernah nyontek,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Kalau mencontek itu dosa enggak?&amp;rdquo; tanya Syafi&amp;rsquo;i menanyakan di depan Wapres.

&amp;ldquo;Daripada kita bingung, kebetulan di tengah-tengah kita sudah ada Bapak Wakil Presiden, mending kita langsung tanya saja ke beliau ya,&amp;rdquo; ungkap Dzamir yang kemudian memberikan salam kepada Wapres. &amp;ldquo;Assalamualaikum,&amp;rdquo; jawab ketiganya serempak.

&amp;ldquo;Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,&amp;rdquo; jawab ketiga penyuluh cilik sambil mencium tangan.

&amp;ldquo;Mohon izin Pak Kiai, saya mau bertanya, kalau nyontek itu dosa enggak?&amp;rdquo; tanya Asfa.

Menjawab pertanyaan Asfa itu, Wapres langsung menegaskan bahwa menyontek adalah perbuatan dosa. &amp;ldquo;Apa? Menyontek dosa lah,&amp;rdquo; tegas Wapres.

&amp;ldquo;Oh gitu ya,&amp;rdquo; kata Asfa.

&amp;ldquo;Iya,&amp;rdquo; jawab Wapres menimpali.

&amp;ldquo;Baik Pak, berarti kita semua harus jujur dan percaya atas kemampuan diri kita sendiri,&amp;rdquo; ungkap Nurul.

&amp;ldquo;Teman-teman, dari jawaban Bapak Kiai tadi berarti kita sebagai pelajar tidak boleh diperbolehkan menyontek, karena mencontek adalah perbuatan yang tidak jujur. Kita harus kerja keras karena mencontek atau yang memberi contek adalah hal yang buruk, yang dosanya sama,&amp;rdquo; tambah Asfa.

&amp;ldquo;Nah sekarang sudah tahu kan berd jawaban dari bapak Wakil Presiden bahwa mencontek itu merupakan perbuatan yang buruk dan juga kita sebagai rakyat yang baik dan benar tidak boleh mencontek dan berperilaku curang ya. Sekarang kita ucapkan terima kasih yuk,&amp;rdquo; tutup Gisela.</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (9/12/2022). Pada kesempatan itu, ada momen ketika Wapres ditanya oleh anak-anak penyuluh anti korupsi cilik yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar tentang menyontek.

Diketahui, para penyuluh anti korupsi cilik itu bernama Asfa Azita Hasti yang duduk di kelas 6 SDN Kalibata 011, Nurul Maulani kelas 4 SDN Bukit Duri 05, dan  Abdulloh Syafi&amp;rsquo;i Kelas 2 SDN Pancoran 07. Ketiganya ditemani oleh Abang DKI Jakarta M Dzamir Adani dan None DKI Jakarta Gisela Thesa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ketua KPK Sebut Koruptor Lebih Takut Dimiskinkan Ketimbang Dipenjara
Pertanyaan dimulai dari Gisela yang menanyakan, &amp;ldquo;Oh ujiannya sudah selesai, gimana? Tadi ada yang nyontek enggak?&amp;rdquo; tanyanya.

&amp;ldquo;Enggak ada, emangnya nyontek itu keren?&amp;rdquo; tanya Syafi&amp;rsquo;i menambahkan.

&amp;ldquo;Tentu saja tidak, kalau adik-adik mencontek terus dapat nilai yang bagus itu sama saja nilainya bukan dari kemampuan kalian sedniri. Jadi coba deh adik-adik, nilainya tidak usah terlalu dipikirin justru lebih keren kalo adik-adik bisa mengerjakan dengan baik dan benar tanpa mencontek,&amp;rdquo; katanya Dzamir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Aksi Penjambretan Terekam CCTV, Korban Tak Berkutik
Lalu, Syafi&amp;rsquo;i justru protes dengan jawaban Dzamir. Dia mengatakan bahwa semua orang pernah menyontek. &amp;ldquo;Tapi kan semua orang kan pernah nyontek,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Kalau mencontek itu dosa enggak?&amp;rdquo; tanya Syafi&amp;rsquo;i menanyakan di depan Wapres.

&amp;ldquo;Daripada kita bingung, kebetulan di tengah-tengah kita sudah ada Bapak Wakil Presiden, mending kita langsung tanya saja ke beliau ya,&amp;rdquo; ungkap Dzamir yang kemudian memberikan salam kepada Wapres. &amp;ldquo;Assalamualaikum,&amp;rdquo; jawab ketiganya serempak.

&amp;ldquo;Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,&amp;rdquo; jawab ketiga penyuluh cilik sambil mencium tangan.

&amp;ldquo;Mohon izin Pak Kiai, saya mau bertanya, kalau nyontek itu dosa enggak?&amp;rdquo; tanya Asfa.

Menjawab pertanyaan Asfa itu, Wapres langsung menegaskan bahwa menyontek adalah perbuatan dosa. &amp;ldquo;Apa? Menyontek dosa lah,&amp;rdquo; tegas Wapres.

&amp;ldquo;Oh gitu ya,&amp;rdquo; kata Asfa.

&amp;ldquo;Iya,&amp;rdquo; jawab Wapres menimpali.

&amp;ldquo;Baik Pak, berarti kita semua harus jujur dan percaya atas kemampuan diri kita sendiri,&amp;rdquo; ungkap Nurul.

&amp;ldquo;Teman-teman, dari jawaban Bapak Kiai tadi berarti kita sebagai pelajar tidak boleh diperbolehkan menyontek, karena mencontek adalah perbuatan yang tidak jujur. Kita harus kerja keras karena mencontek atau yang memberi contek adalah hal yang buruk, yang dosanya sama,&amp;rdquo; tambah Asfa.

&amp;ldquo;Nah sekarang sudah tahu kan berd jawaban dari bapak Wakil Presiden bahwa mencontek itu merupakan perbuatan yang buruk dan juga kita sebagai rakyat yang baik dan benar tidak boleh mencontek dan berperilaku curang ya. Sekarang kita ucapkan terima kasih yuk,&amp;rdquo; tutup Gisela.</content:encoded></item></channel></rss>
