<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ANRI Sudah Kumpulkan Hampir 8.000 Arsip Terkait Pandemi Covid-19</title><description>Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sudah mengumpulkan sekira 8.000 arsip terkait pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/10/337/2724614/anri-sudah-kumpulkan-hampir-8-000-arsip-terkait-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/10/337/2724614/anri-sudah-kumpulkan-hampir-8-000-arsip-terkait-pandemi-covid-19"/><item><title>ANRI Sudah Kumpulkan Hampir 8.000 Arsip Terkait Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/10/337/2724614/anri-sudah-kumpulkan-hampir-8-000-arsip-terkait-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/10/337/2724614/anri-sudah-kumpulkan-hampir-8-000-arsip-terkait-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 10 Desember 2022 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/10/337/2724614/anri-sudah-kumpulkan-8-000-arsip-terkait-pandemi-covid-19-D2JjA3KjJL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala ANRI Imam Gunarto/Dok Universitas Mulawarman</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/10/337/2724614/anri-sudah-kumpulkan-8-000-arsip-terkait-pandemi-covid-19-D2JjA3KjJL.jpeg</image><title>Kepala ANRI Imam Gunarto/Dok Universitas Mulawarman</title></images><description>JAKARTA - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sudah mengumpulkan sekira 8.000 arsip terkait pandemi Covid-19.
&quot;Arsip pandemi Covid-19 sudah masuk dari 18 instansi. Sudah terkumpul hampir 8.000 arsip,&quot; kata Kepala ANRI Imam Gunarto di Jakarta.
BACA JUGA:Korban Keegoan Orangtua, Bayi 6 Bulan Bertarung Nyawa di Ruang Operasi karena Tolak Donor Darah Orang yang Divaksin Covid
&quot;Arsip itu ada hampir 8.000, sekitar 7.800-an sekian. Jadi arsip itu berkas, ada yg tebal ada yg tipis. Kita hitung berdasarkan nomor yang masuk,&quot; lanjut Imam.



Dia mengungkapkan, kementerian dan lembaga memang diharuskan untuk menyerahkan arsip terkait pandemi ini kepada ANRI.
BACA JUGA: Wapres: Pandemi Covid-19 Mendorong Transformasi Digital di Sektor Kesehatan&amp;nbsp; &amp;nbsp;
&quot;Untuk Covid-19, aturannya mengharuskan setelah 2 tahun covid berakhir, maka kementerian dan lembaga wajib menyerahkan arsipnya ke ANRI,&quot; kata dia.
ANRI, kata Imam, berusaha agar peristiwa merebaknya Flu Spanyol di Indonesia pada  tahun 1918 tidak kembali terulang. Yakni, dengan tidak adanya arsip yang merekam peristiwa tersebut.&quot;Kami fokus tidak mau mengulangi kejadian 100 tahun lalu ketika flu spanyol terjadi. Sehingga tidak bisa dijadikan bahan pembelajaran masyarakat,&quot; tutur dia.
Selain itu, ANRI juga bekerjasama dengan BRIN. Salah satunya dengan &quot;menyelamatkan&quot; arsip-arsip terkait dengan vaksin Covid-19 yang dikembangkannya, yakni vaksin merah putih.
&quot;Hasil riset kita banyak di BRIN, kita selamatkan agar sistem pengetahuannya bisa diwariskan kepada masyarakat yang akan datang,&quot; jelas Imam.</description><content:encoded>JAKARTA - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sudah mengumpulkan sekira 8.000 arsip terkait pandemi Covid-19.
&quot;Arsip pandemi Covid-19 sudah masuk dari 18 instansi. Sudah terkumpul hampir 8.000 arsip,&quot; kata Kepala ANRI Imam Gunarto di Jakarta.
BACA JUGA:Korban Keegoan Orangtua, Bayi 6 Bulan Bertarung Nyawa di Ruang Operasi karena Tolak Donor Darah Orang yang Divaksin Covid
&quot;Arsip itu ada hampir 8.000, sekitar 7.800-an sekian. Jadi arsip itu berkas, ada yg tebal ada yg tipis. Kita hitung berdasarkan nomor yang masuk,&quot; lanjut Imam.



Dia mengungkapkan, kementerian dan lembaga memang diharuskan untuk menyerahkan arsip terkait pandemi ini kepada ANRI.
BACA JUGA: Wapres: Pandemi Covid-19 Mendorong Transformasi Digital di Sektor Kesehatan&amp;nbsp; &amp;nbsp;
&quot;Untuk Covid-19, aturannya mengharuskan setelah 2 tahun covid berakhir, maka kementerian dan lembaga wajib menyerahkan arsipnya ke ANRI,&quot; kata dia.
ANRI, kata Imam, berusaha agar peristiwa merebaknya Flu Spanyol di Indonesia pada  tahun 1918 tidak kembali terulang. Yakni, dengan tidak adanya arsip yang merekam peristiwa tersebut.&quot;Kami fokus tidak mau mengulangi kejadian 100 tahun lalu ketika flu spanyol terjadi. Sehingga tidak bisa dijadikan bahan pembelajaran masyarakat,&quot; tutur dia.
Selain itu, ANRI juga bekerjasama dengan BRIN. Salah satunya dengan &quot;menyelamatkan&quot; arsip-arsip terkait dengan vaksin Covid-19 yang dikembangkannya, yakni vaksin merah putih.
&quot;Hasil riset kita banyak di BRIN, kita selamatkan agar sistem pengetahuannya bisa diwariskan kepada masyarakat yang akan datang,&quot; jelas Imam.</content:encoded></item></channel></rss>
