<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Masuk Dalam Ring of Fire, Masyarakat Indonesia Harus Sadar Pentingnya Mitigasi Bencana</title><description>Indonesia masuk ke dalam ring of fire atau lingkaran cincin api. Ada satu pola yang melingkar di bawah pulau-pulau Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/12/337/2725090/indonesia-masuk-dalam-ring-of-fire-masyarakat-indonesia-harus-sadar-pentingnya-mitigasi-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/12/337/2725090/indonesia-masuk-dalam-ring-of-fire-masyarakat-indonesia-harus-sadar-pentingnya-mitigasi-bencana"/><item><title>Indonesia Masuk Dalam Ring of Fire, Masyarakat Indonesia Harus Sadar Pentingnya Mitigasi Bencana</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/12/337/2725090/indonesia-masuk-dalam-ring-of-fire-masyarakat-indonesia-harus-sadar-pentingnya-mitigasi-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/12/337/2725090/indonesia-masuk-dalam-ring-of-fire-masyarakat-indonesia-harus-sadar-pentingnya-mitigasi-bencana</guid><pubDate>Senin 12 Desember 2022 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rifqa Nisyardhana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/11/337/2725090/indonesia-masuk-dalam-ring-of-fire-masyarakat-indonesia-harus-sadar-pentingnya-mitigasi-bencana-qSF9OipAvN.jfif" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/11/337/2725090/indonesia-masuk-dalam-ring-of-fire-masyarakat-indonesia-harus-sadar-pentingnya-mitigasi-bencana-qSF9OipAvN.jfif</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia masuk ke dalam ring of fire atau lingkaran cincin api. Ada satu pola yang melingkar di bawah pulau-pulau Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Dr. Ir. M. Burhanuddin Nur M.Sc. mengatakan Indonesia memiliki gunung vulkanik lebih dari 120.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat peta gempa di Indonesia itu semua hampir ada lingkarannya kecuali agak jarang di daerah Kalimantan. Artinya, gempa dan bencana itu memang sudah ada potensinya di situ,&amp;rdquo; jelas Burhanuddin dalam acara Special Dialogue Okezone.

Dia juga menjelaskan bahwa gempa menjadi sesuatu yang perlu pengolahan lebih lanjut mengenai prediksi gempa.

&amp;ldquo;Sampai saat ini Indonesia belum memiliki alat untuk memprediksi gempa kapan terjadi,&amp;rdquo; ungkap Burhanuddin.

Maka dari itu, perlu disadari terdapat risiko bencana yang belum diketahui kapan meletusnya dan berapa kekuatannya.

Dari hal tersebut, Burhanuddin mengungkapkan jauh lebih baik kalau masyarakat Indonesia bisa menyadari bahwa mitigasi bencana perlu disiapkan.

&amp;ldquo;Dengan tentunya, terus belajar dari kejadian-kejadian yang ada,&amp;rdquo; pungkas Burhanuddin.

Akhir-akhir ini, Indonesia telah mengalami berkali-kali bencana, seperti gempa bumi di Cianjur, Jember, dan Garut serta erupsi dari Gunung Semeru.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia masuk ke dalam ring of fire atau lingkaran cincin api. Ada satu pola yang melingkar di bawah pulau-pulau Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Dr. Ir. M. Burhanuddin Nur M.Sc. mengatakan Indonesia memiliki gunung vulkanik lebih dari 120.

&amp;ldquo;Kalau kita lihat peta gempa di Indonesia itu semua hampir ada lingkarannya kecuali agak jarang di daerah Kalimantan. Artinya, gempa dan bencana itu memang sudah ada potensinya di situ,&amp;rdquo; jelas Burhanuddin dalam acara Special Dialogue Okezone.

Dia juga menjelaskan bahwa gempa menjadi sesuatu yang perlu pengolahan lebih lanjut mengenai prediksi gempa.

&amp;ldquo;Sampai saat ini Indonesia belum memiliki alat untuk memprediksi gempa kapan terjadi,&amp;rdquo; ungkap Burhanuddin.

Maka dari itu, perlu disadari terdapat risiko bencana yang belum diketahui kapan meletusnya dan berapa kekuatannya.

Dari hal tersebut, Burhanuddin mengungkapkan jauh lebih baik kalau masyarakat Indonesia bisa menyadari bahwa mitigasi bencana perlu disiapkan.

&amp;ldquo;Dengan tentunya, terus belajar dari kejadian-kejadian yang ada,&amp;rdquo; pungkas Burhanuddin.

Akhir-akhir ini, Indonesia telah mengalami berkali-kali bencana, seperti gempa bumi di Cianjur, Jember, dan Garut serta erupsi dari Gunung Semeru.
</content:encoded></item></channel></rss>
