<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nguri Uri Budaya Jawa di Pernikahan Kaesang-Erina</title><description>PERNIKAHAN Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menyita perhatian banyak pihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/12/337/2725413/nguri-uri-budaya-jawa-di-pernikahan-kaesang-erina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/12/337/2725413/nguri-uri-budaya-jawa-di-pernikahan-kaesang-erina"/><item><title>Nguri Uri Budaya Jawa di Pernikahan Kaesang-Erina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/12/337/2725413/nguri-uri-budaya-jawa-di-pernikahan-kaesang-erina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/12/337/2725413/nguri-uri-budaya-jawa-di-pernikahan-kaesang-erina</guid><pubDate>Senin 12 Desember 2022 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/12/337/2725413/nguri-uri-budaya-jawa-di-pernikahan-kaesang-erina-c8DAYUD3dn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Catatan Redaksi Okezone. (Foto: Rani Hardjanti) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/12/337/2725413/nguri-uri-budaya-jawa-di-pernikahan-kaesang-erina-c8DAYUD3dn.jpg</image><title>Catatan Redaksi Okezone. (Foto: Rani Hardjanti) </title></images><description>


PERNIKAHAN Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menyita perhatian banyak pihak. Banyak yang bedecak kagum atas hajatan Presiden Jokowi karena menyuguhkan acara yang sarat dengan budaya Jawa.
Momen ini menjadi perhatian publik, antara lain karena hajatan seorang Presiden dan momen ini adalah mantu terakhir Presiden Jokowi dan Ibu Iriana. Putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka telah lebih dahulu melepas masa lajangnya dengan Selvi Ananda, pada 11 Juni 2015. Gibran menikahi Selvi Ananda, mantan putri Solo, dan dikaruniai anak laki-laki bernama Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.
Anak kedua, yakni Kahiyang Ayu menikah dengan Bobby Nasution pada 8 November 2017. Dari keduanya, Presiden Jokowi dikaruniai tiga cucu, yakni Sedah Mirah Nasution, Panembahan Al Nahyan Nasution dan Panembahan Al Saud Nasution.
Yang teranyar, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menghantarkan anak bungsunya ke gerbang pernikahan melalui proses pernikahan yang dimulai pada Jumat 9 Desember sampai Minggu 11 Desember 2022. Serangkaian acara yang dihelat adalah Siraman, Pengajian, Lamaran, Midadoreni, Ijab Kabul Ngunduh Mantu, hingga Tasyakuran.

Kaesang menjalani proses pernikahan dengan prosesi adat Jawa yang diawali dengan Siraman di kediamannya Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022) pagi. Pun demikian Erina di kediamannya.
Hakikat dari upacara siraman adat Jawa juga membersihkan jiwa dari noda, dosa dan perilaku tidak baik. Siraman juga biasa difungsikan untuk menambah aura kecantikan dan ketampanan pengantin. Siraman secara langsung mempunyai pengaruh secara fisik, badan yang lesu dan wajah akan menjadi segar ketika terkena air siraman. Air yang juga dicampuri berbagai macam bunga akan merangsang indera penciuman sehingga memancarkan aura kebahagiaan. Siraman juga diringi musik gamelan Jawa sehingga membuat pikiran lebih tenang.
Dengan Tradisi Jawa, setelah itu Presiden juga melakukan pemasangan bleketepe (daun kelapa yang dianyam). Didampingi Iriana Jokowi, Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu di depan rumah Presiden. Mengenakan busana Jawi Jangkep berwarna merah muda, Jokowi naik sebuah tangga pendek untuk memasang bleketepe.
Salah satu rangkaian adat Jawa berupa Upacara Midodareni, digelar di kediaman rumah Erina dari Istana Kepresidenan Yogyakarta. Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Iriana Joko Widodo, Gibran Rakabuming serta mertua Sofiatun Gudono beserta tamu-tamu undangan lainnya. Momen ini, sarat dengan wejangan bagi pengantin.
Dalam upacara Midodareni, Kaesang Pangarep sempat dimintai janji sesuai aturan adat Jawa. Pihak keluarga mempelai menekankan kepada Kaesang untuk mengikuti beberapa larangan tertera di dalam aturan adat Jawa. Nasihat yang ditanamkan kepada Kaesang, antara lain untuk tidak meninggalkan sholat lima waktu sehingga keluarga akan tetap harmonis ke depannya.



Setelah itu, pada proses Ijab, Ngunduh Mantu hingga Tasyakuran juga dibalut dengan budaya Jawa. Salah satunya adalah larangan menggunakan batik motif parang pada acara yang berlokasi di Pura Mangunegara. Bukan tanpa sebab, larangan kain batik parang itu sudah berlangsung sejak lama. Motif Parang, masuk dalam kategori motif larangan di lingkup keraton Solo maupun Yogyakarta. Kain tersebut hanya boleh dikenakan oleh raja dan keluarga, serta kerabatnya. Motif Parang menurut orang Jawa adalah 'Abot Sanggane' atau berat tanggung jawabnya, sehingga tidak bisa sembarang orang mengenakannya
Tentu rangkaian budaya dari berbagai daerah manapun tidak untuk diperdebatkan, melainkan sebagai pengingat karena sarat dengan nasihat di dalamnya yang perlu dilestarikan.
Apa yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan bagian dari 'nguri-uri' atau memelihara Kebudaya Jawa. Dengan prosesi adat Jawa, Presiden Jokowi bermaksud untuk melestarikan warisan para leluhur yang menjadi kewajiban bersama. Demikian juga dengan mengenalkan budaya di Indonesia.
Kecintaan pada budaya harus ditunjukkan agar kelestarian identitas budaya tidak hanya pada keluarga Kaesang dan Erina ke depannya, namun juga keberlanjutan generasi secara luas di masyarakat Indonesia.
Selamat kepada Mas Kaesang dan Mbak Erina Gudono, semoga langgeng sampai kakek-ninen dan segera diberikan momongan..</description><content:encoded>


PERNIKAHAN Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menyita perhatian banyak pihak. Banyak yang bedecak kagum atas hajatan Presiden Jokowi karena menyuguhkan acara yang sarat dengan budaya Jawa.
Momen ini menjadi perhatian publik, antara lain karena hajatan seorang Presiden dan momen ini adalah mantu terakhir Presiden Jokowi dan Ibu Iriana. Putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka telah lebih dahulu melepas masa lajangnya dengan Selvi Ananda, pada 11 Juni 2015. Gibran menikahi Selvi Ananda, mantan putri Solo, dan dikaruniai anak laki-laki bernama Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.
Anak kedua, yakni Kahiyang Ayu menikah dengan Bobby Nasution pada 8 November 2017. Dari keduanya, Presiden Jokowi dikaruniai tiga cucu, yakni Sedah Mirah Nasution, Panembahan Al Nahyan Nasution dan Panembahan Al Saud Nasution.
Yang teranyar, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana menghantarkan anak bungsunya ke gerbang pernikahan melalui proses pernikahan yang dimulai pada Jumat 9 Desember sampai Minggu 11 Desember 2022. Serangkaian acara yang dihelat adalah Siraman, Pengajian, Lamaran, Midadoreni, Ijab Kabul Ngunduh Mantu, hingga Tasyakuran.

Kaesang menjalani proses pernikahan dengan prosesi adat Jawa yang diawali dengan Siraman di kediamannya Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022) pagi. Pun demikian Erina di kediamannya.
Hakikat dari upacara siraman adat Jawa juga membersihkan jiwa dari noda, dosa dan perilaku tidak baik. Siraman juga biasa difungsikan untuk menambah aura kecantikan dan ketampanan pengantin. Siraman secara langsung mempunyai pengaruh secara fisik, badan yang lesu dan wajah akan menjadi segar ketika terkena air siraman. Air yang juga dicampuri berbagai macam bunga akan merangsang indera penciuman sehingga memancarkan aura kebahagiaan. Siraman juga diringi musik gamelan Jawa sehingga membuat pikiran lebih tenang.
Dengan Tradisi Jawa, setelah itu Presiden juga melakukan pemasangan bleketepe (daun kelapa yang dianyam). Didampingi Iriana Jokowi, Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu di depan rumah Presiden. Mengenakan busana Jawi Jangkep berwarna merah muda, Jokowi naik sebuah tangga pendek untuk memasang bleketepe.
Salah satu rangkaian adat Jawa berupa Upacara Midodareni, digelar di kediaman rumah Erina dari Istana Kepresidenan Yogyakarta. Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Iriana Joko Widodo, Gibran Rakabuming serta mertua Sofiatun Gudono beserta tamu-tamu undangan lainnya. Momen ini, sarat dengan wejangan bagi pengantin.
Dalam upacara Midodareni, Kaesang Pangarep sempat dimintai janji sesuai aturan adat Jawa. Pihak keluarga mempelai menekankan kepada Kaesang untuk mengikuti beberapa larangan tertera di dalam aturan adat Jawa. Nasihat yang ditanamkan kepada Kaesang, antara lain untuk tidak meninggalkan sholat lima waktu sehingga keluarga akan tetap harmonis ke depannya.



Setelah itu, pada proses Ijab, Ngunduh Mantu hingga Tasyakuran juga dibalut dengan budaya Jawa. Salah satunya adalah larangan menggunakan batik motif parang pada acara yang berlokasi di Pura Mangunegara. Bukan tanpa sebab, larangan kain batik parang itu sudah berlangsung sejak lama. Motif Parang, masuk dalam kategori motif larangan di lingkup keraton Solo maupun Yogyakarta. Kain tersebut hanya boleh dikenakan oleh raja dan keluarga, serta kerabatnya. Motif Parang menurut orang Jawa adalah 'Abot Sanggane' atau berat tanggung jawabnya, sehingga tidak bisa sembarang orang mengenakannya
Tentu rangkaian budaya dari berbagai daerah manapun tidak untuk diperdebatkan, melainkan sebagai pengingat karena sarat dengan nasihat di dalamnya yang perlu dilestarikan.
Apa yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan bagian dari 'nguri-uri' atau memelihara Kebudaya Jawa. Dengan prosesi adat Jawa, Presiden Jokowi bermaksud untuk melestarikan warisan para leluhur yang menjadi kewajiban bersama. Demikian juga dengan mengenalkan budaya di Indonesia.
Kecintaan pada budaya harus ditunjukkan agar kelestarian identitas budaya tidak hanya pada keluarga Kaesang dan Erina ke depannya, namun juga keberlanjutan generasi secara luas di masyarakat Indonesia.
Selamat kepada Mas Kaesang dan Mbak Erina Gudono, semoga langgeng sampai kakek-ninen dan segera diberikan momongan..</content:encoded></item></channel></rss>
