<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan saat Nataru, Berpotensi Ekstrem</title><description>Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2022-Januari 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/13/337/2726404/waspada-bmkg-prediksi-puncak-musim-hujan-saat-nataru-berpotensi-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/13/337/2726404/waspada-bmkg-prediksi-puncak-musim-hujan-saat-nataru-berpotensi-ekstrem"/><item><title>Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan saat Nataru, Berpotensi Ekstrem</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/13/337/2726404/waspada-bmkg-prediksi-puncak-musim-hujan-saat-nataru-berpotensi-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/13/337/2726404/waspada-bmkg-prediksi-puncak-musim-hujan-saat-nataru-berpotensi-ekstrem</guid><pubDate>Selasa 13 Desember 2022 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/13/337/2726404/waspada-bmkg-prediksi-puncak-musim-hujan-saat-nataru-berpotensi-ekstrem-wvuge4CvVz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hujan (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/13/337/2726404/waspada-bmkg-prediksi-puncak-musim-hujan-saat-nataru-berpotensi-ekstrem-wvuge4CvVz.jpg</image><title>Ilustrasi hujan (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi saat perayaan Natal 2022 dan libur Tahun Baru 2023.

Hal tersebut diungkap Dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar pendapat (RDP) di Komisi V DPR.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, meskipun saat ini La Nina masih moderat dan menuju lemah, peluang peningkatan intensitas hujan masih terjadi. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2022-Januari 2023.

&amp;ldquo;Dan puncak musim hujan diprediksi mulai Desember hingga Januari, sehingga saat tahun baru atau Natal dikhawatirkan di situlah terjadi puncak musim hujan,&amp;rdquo; kata Dwikorita dalam Raker dan RDP dengan Menteri Perhubungan (Menhub), Menteri PUPR, Kepala BMKG, dan Kepala Basarnas dengan agenda membahas kesiapan infrastruktur dan transportasi terkait Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di Ruang Rapat Komisi V DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA:BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di DIY&amp;nbsp;
Berdasarkan prediksi BMKG, kata Dwikorita, curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi diprakirakan terjadi pada dasarian ketiga Desember, dasarian ketiga itu artinya mulai tanggal 21-31 Desember diprediksi dapat terjadi curah hujan lebih dari 150 milimeter per 10 hari.

&amp;ldquo;Dapat terjadi di sebagian Banten, sebagian kecil Jabar, sebagian Jawa tengah, sebagian kecil Kalimantan Barat dan sebagian Sulawesi Selatan bagian barat,&amp;rdquo; ujarnya.

Menurut Dwikorita, yang perlu diantisipasi dari curah hujan 150 milimeter per 10 hari, dengan adanya dampak perubahan iklim global yang harusnya merata turun 10 hari itu bisa langsung turun hanya dalam beberapa jam, sehingga itu berpotensi menjadi hujan ekstrem.

&amp;ldquo;Itulah yang perlu kami waspadai dengan menyiapkan peringatan dini,&amp;rdquo; ujar Dwikorita.
BACA JUGA:14 Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar Akibat Cuaca Ekstrem, Ini Daftarnya&amp;nbsp;
Kemudian, sambung dia, sifat hujan di atas normal, yang artinya lebih basah dari normalnya atau curahnya lebih tinggi dari normalnya, diprediksi dapat terjadi di sebagian Banten, sebagian kecil Jawa Barat (Jabar), sebagian kecil Jawa Timur (Jatim), sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan bagian barat, sebagian Sulawesi tenggara, sebagian Sulawesi tengah, sebagian Maluku dan sebagian Papua.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi saat perayaan Natal 2022 dan libur Tahun Baru 2023.

Hal tersebut diungkap Dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar pendapat (RDP) di Komisi V DPR.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, meskipun saat ini La Nina masih moderat dan menuju lemah, peluang peningkatan intensitas hujan masih terjadi. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2022-Januari 2023.

&amp;ldquo;Dan puncak musim hujan diprediksi mulai Desember hingga Januari, sehingga saat tahun baru atau Natal dikhawatirkan di situlah terjadi puncak musim hujan,&amp;rdquo; kata Dwikorita dalam Raker dan RDP dengan Menteri Perhubungan (Menhub), Menteri PUPR, Kepala BMKG, dan Kepala Basarnas dengan agenda membahas kesiapan infrastruktur dan transportasi terkait Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di Ruang Rapat Komisi V DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA:BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di DIY&amp;nbsp;
Berdasarkan prediksi BMKG, kata Dwikorita, curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi diprakirakan terjadi pada dasarian ketiga Desember, dasarian ketiga itu artinya mulai tanggal 21-31 Desember diprediksi dapat terjadi curah hujan lebih dari 150 milimeter per 10 hari.

&amp;ldquo;Dapat terjadi di sebagian Banten, sebagian kecil Jabar, sebagian Jawa tengah, sebagian kecil Kalimantan Barat dan sebagian Sulawesi Selatan bagian barat,&amp;rdquo; ujarnya.

Menurut Dwikorita, yang perlu diantisipasi dari curah hujan 150 milimeter per 10 hari, dengan adanya dampak perubahan iklim global yang harusnya merata turun 10 hari itu bisa langsung turun hanya dalam beberapa jam, sehingga itu berpotensi menjadi hujan ekstrem.

&amp;ldquo;Itulah yang perlu kami waspadai dengan menyiapkan peringatan dini,&amp;rdquo; ujar Dwikorita.
BACA JUGA:14 Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar Akibat Cuaca Ekstrem, Ini Daftarnya&amp;nbsp;
Kemudian, sambung dia, sifat hujan di atas normal, yang artinya lebih basah dari normalnya atau curahnya lebih tinggi dari normalnya, diprediksi dapat terjadi di sebagian Banten, sebagian kecil Jawa Barat (Jabar), sebagian kecil Jawa Timur (Jatim), sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan bagian barat, sebagian Sulawesi tenggara, sebagian Sulawesi tengah, sebagian Maluku dan sebagian Papua.
</content:encoded></item></channel></rss>
