<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringati Peristiwa Nanjing, China Kirim Pesan Perdamaian ke Jepang</title><description>China mengklaim tentara Jepang membantai hingga 300.000 orang dalam peristiwa Nanjing.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/14/18/2726892/peringati-peristiwa-nanjing-china-kirim-pesan-perdamaian-ke-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/14/18/2726892/peringati-peristiwa-nanjing-china-kirim-pesan-perdamaian-ke-jepang"/><item><title>Peringati Peristiwa Nanjing, China Kirim Pesan Perdamaian ke Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/14/18/2726892/peringati-peristiwa-nanjing-china-kirim-pesan-perdamaian-ke-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/14/18/2726892/peringati-peristiwa-nanjing-china-kirim-pesan-perdamaian-ke-jepang</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2022 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/14/18/2726892/peringati-peristiwa-nanjing-china-kirim-pesan-perdamaian-ke-jepang-BzaYoHMjCY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang-orang berjalan melewati monumen peringatan pembantaian Nanjing di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, 13 Desember 2016. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/14/18/2726892/peringati-peristiwa-nanjing-china-kirim-pesan-perdamaian-ke-jepang-BzaYoHMjCY.jpg</image><title>Orang-orang berjalan melewati monumen peringatan pembantaian Nanjing di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, 13 Desember 2016. (Foto: Reuters)</title></images><description>SHANGHAI - China pada Selasa (13/12/2022) mengirimkan pesan perdamaian ke Jepang dalam upacara untuk memperingati 85 tahun peristiwa pembantaian 1937 di Nanjing yang dilakukan oleh pasukan Jepang.
Anggota kepemimpinan puncak Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China Cai Qi meminta China dan Jepang untuk sama-sama menarik pelajaran dari sejarah di Nanjing.
BACA JUGA:&amp;nbsp;HISTORIPEDIA: Pembantaian Nanking oleh Tentara Jepang
Cai Qi, yang menjadi anggota pertama komite partai yang berkuasa di China itu, mengatakan dalam pidatonya bahwa pembantaian di Nanjing adalah &quot;kejahatan yang tidak manusiawi dan mengejutkan&quot;, tetapi kedua negara Asia itu harus &quot;saling tulus dan percaya&quot; satu sama lain.
Pidato Cai pada upacara peringatan nasional di Provinsi Jiangsu, China timur itu diyakini mencerminkan peningkatan hubungan bilateral China-Jepang baru-baru ini karena tahun ini menandai peringatan 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.
Cai mengatakan kerja sama dan pertukaran bilateral Jepang-China selama 50 tahun terakhir telah &quot;membawa kebahagiaan bagi rakyat kedua negara dan mempromosikan perdamaian dan pembangunan regional&quot;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tujuh Pejabat Jepang Terdakwa Kejahatan Perang Internasional Divonis Mati
Dia menambahkan Beijing dan Tokyo harus &quot;membangun hubungan yang memenuhi persyaratan era baru&quot;, demikian dilansir dari ANTARA.
Pidato itu disampaikan setelah kesepakatan tercapai dalam pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada November di Bangkok, di mana kedua pemimpin berjanji untuk berusaha membangun hubungan &quot;konstruktif dan stabil&quot; dan mempromosikan dialog antara para pemimpin dan menteri kedua negara.
Para penyintas pembunuhan di Nanjing dan pejabat militer termasuk di antara sekira 3.000 peserta kegiatan peringatan yang diadakan di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Penjajah Jepang.
Mereka menyanyikan lagu kebangsaan China dan mengheningkan cipta selama satu menit sementara sirene terdengar di seluruh kota.

Pada 2014, China menetapkan 13 Desember sebagai hari peringatan nasional untuk peristiwa pembantaian di Nanjing.
Jumlah penyintas yang terdaftar turun menjadi 54 orang dan usia mereka rata-rata sekira 92 tahun, menurut Kantor Berita Xinhua.
Tidak seorang pun dari Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China yang hadir pada upacara tersebut sejak Presiden Xi Jinping menghadiri acara peringatan pada 2017.
Skala pembunuhan warga sipil dan tentara oleh pasukan Jepang saat merebut Nanjing, yang saat itu menjadi ibu kota pemerintah Nasionalis China Chiang Kai-shek, dan selama beberapa minggu berikutnya, telah menjadi bahan perdebatan.
China mengklaim tentara Jepang membantai lebih dari 300.000 orang di kota yang sebelumnya disebut Nanking itu.
Sebaliknya, perkiraan sejarawan Jepang tentang jumlah korban tewas di Nanjing, baik warga sipil maupun tentara China, bervariasi dari puluhan ribu hingga 200.000 jiwa.</description><content:encoded>SHANGHAI - China pada Selasa (13/12/2022) mengirimkan pesan perdamaian ke Jepang dalam upacara untuk memperingati 85 tahun peristiwa pembantaian 1937 di Nanjing yang dilakukan oleh pasukan Jepang.
Anggota kepemimpinan puncak Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China Cai Qi meminta China dan Jepang untuk sama-sama menarik pelajaran dari sejarah di Nanjing.
BACA JUGA:&amp;nbsp;HISTORIPEDIA: Pembantaian Nanking oleh Tentara Jepang
Cai Qi, yang menjadi anggota pertama komite partai yang berkuasa di China itu, mengatakan dalam pidatonya bahwa pembantaian di Nanjing adalah &quot;kejahatan yang tidak manusiawi dan mengejutkan&quot;, tetapi kedua negara Asia itu harus &quot;saling tulus dan percaya&quot; satu sama lain.
Pidato Cai pada upacara peringatan nasional di Provinsi Jiangsu, China timur itu diyakini mencerminkan peningkatan hubungan bilateral China-Jepang baru-baru ini karena tahun ini menandai peringatan 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.
Cai mengatakan kerja sama dan pertukaran bilateral Jepang-China selama 50 tahun terakhir telah &quot;membawa kebahagiaan bagi rakyat kedua negara dan mempromosikan perdamaian dan pembangunan regional&quot;.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tujuh Pejabat Jepang Terdakwa Kejahatan Perang Internasional Divonis Mati
Dia menambahkan Beijing dan Tokyo harus &quot;membangun hubungan yang memenuhi persyaratan era baru&quot;, demikian dilansir dari ANTARA.
Pidato itu disampaikan setelah kesepakatan tercapai dalam pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada November di Bangkok, di mana kedua pemimpin berjanji untuk berusaha membangun hubungan &quot;konstruktif dan stabil&quot; dan mempromosikan dialog antara para pemimpin dan menteri kedua negara.
Para penyintas pembunuhan di Nanjing dan pejabat militer termasuk di antara sekira 3.000 peserta kegiatan peringatan yang diadakan di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Penjajah Jepang.
Mereka menyanyikan lagu kebangsaan China dan mengheningkan cipta selama satu menit sementara sirene terdengar di seluruh kota.

Pada 2014, China menetapkan 13 Desember sebagai hari peringatan nasional untuk peristiwa pembantaian di Nanjing.
Jumlah penyintas yang terdaftar turun menjadi 54 orang dan usia mereka rata-rata sekira 92 tahun, menurut Kantor Berita Xinhua.
Tidak seorang pun dari Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China yang hadir pada upacara tersebut sejak Presiden Xi Jinping menghadiri acara peringatan pada 2017.
Skala pembunuhan warga sipil dan tentara oleh pasukan Jepang saat merebut Nanjing, yang saat itu menjadi ibu kota pemerintah Nasionalis China Chiang Kai-shek, dan selama beberapa minggu berikutnya, telah menjadi bahan perdebatan.
China mengklaim tentara Jepang membantai lebih dari 300.000 orang di kota yang sebelumnya disebut Nanking itu.
Sebaliknya, perkiraan sejarawan Jepang tentang jumlah korban tewas di Nanjing, baik warga sipil maupun tentara China, bervariasi dari puluhan ribu hingga 200.000 jiwa.</content:encoded></item></channel></rss>
