<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menangis di Persidangan, Putri Candrawathi Ketakutan saat Diperiksa Ahli Poligraf</title><description>Ia mengaku telah menyampaikan tak sanggup menceritakan kejadian pada 7 Juli 2022 atau sehari Brigadir J dibunuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/14/337/2726964/menangis-di-persidangan-putri-candrawathi-ketakutan-saat-diperiksa-ahli-poligraf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/14/337/2726964/menangis-di-persidangan-putri-candrawathi-ketakutan-saat-diperiksa-ahli-poligraf"/><item><title>Menangis di Persidangan, Putri Candrawathi Ketakutan saat Diperiksa Ahli Poligraf</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/14/337/2726964/menangis-di-persidangan-putri-candrawathi-ketakutan-saat-diperiksa-ahli-poligraf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/14/337/2726964/menangis-di-persidangan-putri-candrawathi-ketakutan-saat-diperiksa-ahli-poligraf</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2022 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/14/337/2726964/menangis-di-persidangan-putri-candrawathi-ketakutan-saat-diperiksa-ahli-poligraf-TLpvIdUcvx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Putri Candrawathi/MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/14/337/2726964/menangis-di-persidangan-putri-candrawathi-ketakutan-saat-diperiksa-ahli-poligraf-TLpvIdUcvx.jpg</image><title>Putri Candrawathi/MPI</title></images><description>JAKARTA - Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat kembali disuguhkan drama. Putri Candrawathi yang duduk sebagai terdakwa, meneteskan air mata saat menceritakan pengalaman diperiksa oleh Aji Febrianto Ar-Rosyid selaku Ahli Poligraf dari Polri.
Saat diperiksa, kata Putri, Aji ditemani oleh seorang temannya. Ia dimintai keterangan dalam satu ruangan tertutup dan kedap suara.
(Baca juga: Ferdy Sambo: Pertanyaan Ahli Poligraf ke Putri Candrawathi Tak Terkait Pembunuhan Yosua!)
&quot;Saya di ruangan tertutup yang kedap suara dengan dua orang pria, dan saya diminta menjelaskan kejadian dari tanggal 2 sampai 8 (Juli). Tanggal 7 saya berhenti,&quot; tutur Putri saat diberi kesempatan memberikan tanggapan atas keterangan Aji di PN Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022).
Saat itu, Putri mengaku hanya bisa menangis. Ia mengaku telah menyampaikan tak sanggup menceritakan kejadian pada 7 Juli 2022 atau sehari Brigadir J dibunuh.
&quot;Namun salah satu pemeriksa sampaikan ibu harus ceritakan karena ibu sudah di sini. Kalau tidak salah itu bapak Aji sendiri,&quot; tutur Putri.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC8xLzE1ODc1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dengan kondisi itu, Putri tak bisa berbuat banyak. Ia pun mencoba menceritakan peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada dirinya.



&quot;Saya menangis karena di dalam ruangan itu hanya ada dua orang pria, saya harus ceritakan peristiwa kekerasan seksual yang saya alami tanpa didampingi oleh psikolog atau wanita di dalam ruangan,&quot; ucap Putri dengan suara tersedu-sedu.



&quot;Dan saat itu saya hanya bisa menangis tetapi diminta untuk melanjutkan, dan saya melanjutkan karena saya takut dibilang tidak kooperatif dalam pemeriksaan,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat kembali disuguhkan drama. Putri Candrawathi yang duduk sebagai terdakwa, meneteskan air mata saat menceritakan pengalaman diperiksa oleh Aji Febrianto Ar-Rosyid selaku Ahli Poligraf dari Polri.
Saat diperiksa, kata Putri, Aji ditemani oleh seorang temannya. Ia dimintai keterangan dalam satu ruangan tertutup dan kedap suara.
(Baca juga: Ferdy Sambo: Pertanyaan Ahli Poligraf ke Putri Candrawathi Tak Terkait Pembunuhan Yosua!)
&quot;Saya di ruangan tertutup yang kedap suara dengan dua orang pria, dan saya diminta menjelaskan kejadian dari tanggal 2 sampai 8 (Juli). Tanggal 7 saya berhenti,&quot; tutur Putri saat diberi kesempatan memberikan tanggapan atas keterangan Aji di PN Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022).
Saat itu, Putri mengaku hanya bisa menangis. Ia mengaku telah menyampaikan tak sanggup menceritakan kejadian pada 7 Juli 2022 atau sehari Brigadir J dibunuh.
&quot;Namun salah satu pemeriksa sampaikan ibu harus ceritakan karena ibu sudah di sini. Kalau tidak salah itu bapak Aji sendiri,&quot; tutur Putri.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC8xLzE1ODc1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dengan kondisi itu, Putri tak bisa berbuat banyak. Ia pun mencoba menceritakan peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada dirinya.



&quot;Saya menangis karena di dalam ruangan itu hanya ada dua orang pria, saya harus ceritakan peristiwa kekerasan seksual yang saya alami tanpa didampingi oleh psikolog atau wanita di dalam ruangan,&quot; ucap Putri dengan suara tersedu-sedu.



&quot;Dan saat itu saya hanya bisa menangis tetapi diminta untuk melanjutkan, dan saya melanjutkan karena saya takut dibilang tidak kooperatif dalam pemeriksaan,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
