<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Alasan Guntur Soekarno Putra Tidak Mau Masuk Partai Politik</title><description>Ternyata ini alasan Guntur Soekarno Putra</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/15/337/2727456/ternyata-ini-alasan-guntur-soekarno-putra-tidak-mau-masuk-partai-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/15/337/2727456/ternyata-ini-alasan-guntur-soekarno-putra-tidak-mau-masuk-partai-politik"/><item><title>Ternyata Ini Alasan Guntur Soekarno Putra Tidak Mau Masuk Partai Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/15/337/2727456/ternyata-ini-alasan-guntur-soekarno-putra-tidak-mau-masuk-partai-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/15/337/2727456/ternyata-ini-alasan-guntur-soekarno-putra-tidak-mau-masuk-partai-politik</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/337/2727456/ternyata-ini-alasan-guntur-soekarno-putra-tidak-mau-masuk-partai-politik-gFHMmQ8Ula.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/337/2727456/ternyata-ini-alasan-guntur-soekarno-putra-tidak-mau-masuk-partai-politik-gFHMmQ8Ula.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Ternyata ini alasan Guntur Soekarno Putra tidak mau masuk partai politik menarik diulas. Padahal dia adalah Putra pulung Presiden pertama Soekarno yang berbeda dengan lainnya.
BACA JUGA:Dilantik Jadi Hakim MK, Guntur Hamzah: Mohon Doanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Guntur memberkan alasannya tidak mau masuk partai politik dikarenaka rencana untuk mengadakan fusi partai saat orde baru. Kala itu, Guntur kebetulan menjadi juru kampanye nasional (jurkamnas) PNI-Front Marhaenis. Guntur mengaku tidak setuju dengan adanya fusi.
&quot; Tapi saya sudah mengatakan begitu, masih tetap saja enggak berani. Kemudian, saya menyatakan, &amp;lsquo;kalau begitu saya tidak gabung. Saya tidak akan gabung ke partai apa pun, termasuk PDI&amp;rsquo;. Sampai sekarang pun setelah berubah menjadi PDI Perjuangan (PDIP), saya berada di luar,&amp;rdquo; ujar Gunturdalam Podcast &amp;ldquo;Apa Adanya&amp;rdquo; yang ditayangkan di kanal YouTube B1.
Hal itu membuatnya hanya ingin menyalurkan aspirasinya pada tulisan.
&quot; Bukan berarti saya tidak berpolitik. Yang betul adalah saya tidak masuk partai politik dan saya menyalurkan aspirasi politik melalui tulisan, artikel, pidato, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; kata Guntur
Sebelumnya,Soekarno mberikan pesan perpisahan kepada anak tertuanya itu. Berikut isi pesannya.
&amp;ldquo;Tok, engkau adalah anak sulung Putra Sang Fajar. Sebab, bapakmu dilahirkan pada waktu fajar menyingsing. Fajar 6 Juni yang sedang merekah di ujung timur. Dan engkau yang lahir di tahun keberanian, juga menjelang fajar tanggal 3 November pada saat mana hegemoni kekuasaan Jepang semakin suram sinarnya,&quot;
Nah, seperti halnya bapakmu, engkau pun pantas menyambut terbitnya matahari. Jadilah manusia yang pantas menyambut terbitnya matahari. Ingat, yang pantas meyambut terbitnya matahari itu hanya manusia-manusia abdi Tuhan, manusia-manusia yang manfaat. Karena itu jangan cengeng! Buktikan kepada setiap orang yang menatapmu bahwa engkau memang pantas menjadi anak sulung Sukarno.&amp;rdquo;
Ekspresi sikap Guntur pascameninggalnya Bung Karno, baginya adalah sikap terbaik. Termasuk jika akhirnya ia memilih untuk tidak terjun ke gelanggang politik.
Akan tetapi, dengan sikapnya itulah kemudian ia dan adik-adiknya, relatif bisa bertahan hidup di rezim Soeharto, sebuah rezim yang telah menggulingkan bapaknya, tidak hanya dilengser dari jabatan, tetapi juga dikungkung di Wisma Yaso, tanpa bacaan, tanpa teman, tanpa keluarga.
&amp;nbsp;(RIN)
</description><content:encoded>JAKARTA- Ternyata ini alasan Guntur Soekarno Putra tidak mau masuk partai politik menarik diulas. Padahal dia adalah Putra pulung Presiden pertama Soekarno yang berbeda dengan lainnya.
BACA JUGA:Dilantik Jadi Hakim MK, Guntur Hamzah: Mohon Doanya&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Guntur memberkan alasannya tidak mau masuk partai politik dikarenaka rencana untuk mengadakan fusi partai saat orde baru. Kala itu, Guntur kebetulan menjadi juru kampanye nasional (jurkamnas) PNI-Front Marhaenis. Guntur mengaku tidak setuju dengan adanya fusi.
&quot; Tapi saya sudah mengatakan begitu, masih tetap saja enggak berani. Kemudian, saya menyatakan, &amp;lsquo;kalau begitu saya tidak gabung. Saya tidak akan gabung ke partai apa pun, termasuk PDI&amp;rsquo;. Sampai sekarang pun setelah berubah menjadi PDI Perjuangan (PDIP), saya berada di luar,&amp;rdquo; ujar Gunturdalam Podcast &amp;ldquo;Apa Adanya&amp;rdquo; yang ditayangkan di kanal YouTube B1.
Hal itu membuatnya hanya ingin menyalurkan aspirasinya pada tulisan.
&quot; Bukan berarti saya tidak berpolitik. Yang betul adalah saya tidak masuk partai politik dan saya menyalurkan aspirasi politik melalui tulisan, artikel, pidato, dan lain sebagainya,&amp;rdquo; kata Guntur
Sebelumnya,Soekarno mberikan pesan perpisahan kepada anak tertuanya itu. Berikut isi pesannya.
&amp;ldquo;Tok, engkau adalah anak sulung Putra Sang Fajar. Sebab, bapakmu dilahirkan pada waktu fajar menyingsing. Fajar 6 Juni yang sedang merekah di ujung timur. Dan engkau yang lahir di tahun keberanian, juga menjelang fajar tanggal 3 November pada saat mana hegemoni kekuasaan Jepang semakin suram sinarnya,&quot;
Nah, seperti halnya bapakmu, engkau pun pantas menyambut terbitnya matahari. Jadilah manusia yang pantas menyambut terbitnya matahari. Ingat, yang pantas meyambut terbitnya matahari itu hanya manusia-manusia abdi Tuhan, manusia-manusia yang manfaat. Karena itu jangan cengeng! Buktikan kepada setiap orang yang menatapmu bahwa engkau memang pantas menjadi anak sulung Sukarno.&amp;rdquo;
Ekspresi sikap Guntur pascameninggalnya Bung Karno, baginya adalah sikap terbaik. Termasuk jika akhirnya ia memilih untuk tidak terjun ke gelanggang politik.
Akan tetapi, dengan sikapnya itulah kemudian ia dan adik-adiknya, relatif bisa bertahan hidup di rezim Soeharto, sebuah rezim yang telah menggulingkan bapaknya, tidak hanya dilengser dari jabatan, tetapi juga dikungkung di Wisma Yaso, tanpa bacaan, tanpa teman, tanpa keluarga.
&amp;nbsp;(RIN)
</content:encoded></item></channel></rss>
