<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tanah Amblas Ancam Permukiman Warga di Kapanewon Patuk Gunungkidul   </title><description>Tanah bergerak terjadi Dusun Ngepung, Kalurahan Bunder Kapanewon Patuk Gunungkidul.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/15/510/2727291/tanah-amblas-ancam-permukiman-warga-di-kapanewon-patuk-gunungkidul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/15/510/2727291/tanah-amblas-ancam-permukiman-warga-di-kapanewon-patuk-gunungkidul"/><item><title> Tanah Amblas Ancam Permukiman Warga di Kapanewon Patuk Gunungkidul   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/15/510/2727291/tanah-amblas-ancam-permukiman-warga-di-kapanewon-patuk-gunungkidul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/15/510/2727291/tanah-amblas-ancam-permukiman-warga-di-kapanewon-patuk-gunungkidul</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 03:03 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/14/510/2727291/tanah-amblas-ancam-permukiman-warga-di-kapanewon-patuk-gunungkidul-9mHf25q87r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanah gerak di Gunungkidul (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/14/510/2727291/tanah-amblas-ancam-permukiman-warga-di-kapanewon-patuk-gunungkidul-9mHf25q87r.jpg</image><title>Tanah gerak di Gunungkidul (foto: dok ist)</title></images><description>GUNUNGKIDUL - Tanah bergerak terjadi Dusun Ngepung, Kalurahan Bunder Kapanewon Patuk Gunungkidul. Bahkan tanah tersebut sudah amblas sekira 1 meter dari posisi semula. Warga khawatir karena luasan tanah yang amblas semakin bertambah.
Dukuh Ngepung, Prapto David K mengatakan, hujan deras yang terus terus melanda kawasan ini memicu tanah bergerak. Retakan tanah pertama terlihat pada tanggal 19 Desember 2022 yang lalu selepas hujan deras yang berlangsung lama.
&quot;Saat itu tanah yang retak mencapai panjang 20 meter dengan lebar retakan sebesar 20 cm lebih,&quot; kata Prapto, Rabu (14/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Fenomena Tanah Bergerak Rusak 13 Rumah di Sukabumi, Ternyata Ini Penyebabnya
Dia menambahkan, awalnya tanah yang retak tersebut cuma sedikit. Warga merasa tidak perlu berbuat sesuatu karena kondisi tidak begitu mengkhawatirkan. Terlebih tanah yang retak tersebut berada di ladang milik warga
Namun setelah itu, hujan deras dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama terus terjadi. Sehingga retakan tanah kian bertambah lebar dan panjangnya pun terus berubah.
&quot;Nah parahnya itu permukaan tanah pun terlihat mengalami penurunan,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:4 Fakta Potensi Tanah Bergerak di 10 Wilayah Jaksel dan Jatim, Begini Penjelasan BPPBD DKI
Tanah yang turun tersebut bahkan ada beberapa yang mulai miring posisinya. Tanah yang amblas inipun cakupannya cukup luas bahkan ada beberapa pohon yang juga posisinya miring. Dan kian hari kian bertambah turun karena hujan terus berlangsung.Tanah yang turun kian hari kian bertambah. Kini sudah ada tanah yang turun sekira 100 meter dan lebar 20 meter yang posisinya turun sekitar 100 cm atau turun 1 meter dari posisi semula.
&quot;Kami khawatir jika dibiarkan begitu saja maka area yang turun akan semakin melebar,&quot; tutur dia.
Bahkan tanah yang amblas tersebut mengancam jalan desa yang dibangun menggunakan dana desa. Serta beberapa kios yang didirikan untuk mengakomodir UMKM di dusun tersebut yang juga dibangun melalui dana desa.
&quot;Kami sudah melaporkan peristiwa tersebut ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Tindak lanjutnya kami menunggu mereka,&quot; ujar David.
Jika nanti jalan desa tersebut amblas maka dikhawatirkan mobilitas warga terganggu. Bahkan ada rumah warga yang juga terancam ambrol jika tidak segera diantisipasi.</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL - Tanah bergerak terjadi Dusun Ngepung, Kalurahan Bunder Kapanewon Patuk Gunungkidul. Bahkan tanah tersebut sudah amblas sekira 1 meter dari posisi semula. Warga khawatir karena luasan tanah yang amblas semakin bertambah.
Dukuh Ngepung, Prapto David K mengatakan, hujan deras yang terus terus melanda kawasan ini memicu tanah bergerak. Retakan tanah pertama terlihat pada tanggal 19 Desember 2022 yang lalu selepas hujan deras yang berlangsung lama.
&quot;Saat itu tanah yang retak mencapai panjang 20 meter dengan lebar retakan sebesar 20 cm lebih,&quot; kata Prapto, Rabu (14/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Fenomena Tanah Bergerak Rusak 13 Rumah di Sukabumi, Ternyata Ini Penyebabnya
Dia menambahkan, awalnya tanah yang retak tersebut cuma sedikit. Warga merasa tidak perlu berbuat sesuatu karena kondisi tidak begitu mengkhawatirkan. Terlebih tanah yang retak tersebut berada di ladang milik warga
Namun setelah itu, hujan deras dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama terus terjadi. Sehingga retakan tanah kian bertambah lebar dan panjangnya pun terus berubah.
&quot;Nah parahnya itu permukaan tanah pun terlihat mengalami penurunan,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:4 Fakta Potensi Tanah Bergerak di 10 Wilayah Jaksel dan Jatim, Begini Penjelasan BPPBD DKI
Tanah yang turun tersebut bahkan ada beberapa yang mulai miring posisinya. Tanah yang amblas inipun cakupannya cukup luas bahkan ada beberapa pohon yang juga posisinya miring. Dan kian hari kian bertambah turun karena hujan terus berlangsung.Tanah yang turun kian hari kian bertambah. Kini sudah ada tanah yang turun sekira 100 meter dan lebar 20 meter yang posisinya turun sekitar 100 cm atau turun 1 meter dari posisi semula.
&quot;Kami khawatir jika dibiarkan begitu saja maka area yang turun akan semakin melebar,&quot; tutur dia.
Bahkan tanah yang amblas tersebut mengancam jalan desa yang dibangun menggunakan dana desa. Serta beberapa kios yang didirikan untuk mengakomodir UMKM di dusun tersebut yang juga dibangun melalui dana desa.
&quot;Kami sudah melaporkan peristiwa tersebut ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Tindak lanjutnya kami menunggu mereka,&quot; ujar David.
Jika nanti jalan desa tersebut amblas maka dikhawatirkan mobilitas warga terganggu. Bahkan ada rumah warga yang juga terancam ambrol jika tidak segera diantisipasi.</content:encoded></item></channel></rss>
