<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih 22,6%, Pengentasan Stunting di Indonesia Kalah dari Malaysia dan Singapura</title><description>Masih 22,6%, pengentasan stunting di Indonesia kalah dari Malaysia dan Singapura.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/16/337/2728291/masih-22-6-pengentasan-stunting-di-indonesia-kalah-dari-malaysia-dan-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/16/337/2728291/masih-22-6-pengentasan-stunting-di-indonesia-kalah-dari-malaysia-dan-singapura"/><item><title>Masih 22,6%, Pengentasan Stunting di Indonesia Kalah dari Malaysia dan Singapura</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/16/337/2728291/masih-22-6-pengentasan-stunting-di-indonesia-kalah-dari-malaysia-dan-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/16/337/2728291/masih-22-6-pengentasan-stunting-di-indonesia-kalah-dari-malaysia-dan-singapura</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2022 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/16/337/2728291/masih-22-6-pengentasan-stunting-di-indonesia-kalah-dari-malaysia-dan-singapura-A4AVd20FQR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy. (MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/16/337/2728291/masih-22-6-pengentasan-stunting-di-indonesia-kalah-dari-malaysia-dan-singapura-A4AVd20FQR.jpg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy. (MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, pengentasan stunting di Indonesia masih kalah dari Malaysia dan Singapura.

&amp;ldquo;Stunting ini masih menjadi problem bangsa kita jumlahnya masih 22,6% dan target dari Bapak Presiden 2024 itu stunting harus di bawah 14%. Hingga paling tidak untuk 2 tahun terakhir ini paling tidak harus 3% per tahun. Target yang sangat-sangat berat dan harus kita upayakan sudah tercapai. Untuk menjadi negara maju stunting ini harus di bawah 10%. Malaysia itu sudah 4%, Singapura itu sudah nol koma sekian persen,&amp;rdquo; ucap Muhadjir dalam keterangannya saat menghadiri Promosi Desa Wisata Nusantara Tahun 2022, Jumat (16/12/2022).

Muhadjir mengajak semua pihak ikut bertanggung jawab dalam penurunan angka stunting ini. Apalagi, katanya, angka stunting paling banyak di desa.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNi8xLzE1NDQzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


&amp;ldquo;(Ini) juga menjadi tanggung jawab pemerintahan desa di bawah tanggung jawab dari bapak Kementerian Desa itu adalah stunting. Stunting juga itu yang paling banyak di desa.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Kalau kita ingin mengejar ketertinggalan tetangga-tetangga kita maka kita mestinya dalam waktu yang tidak lama itu angka penting kita harus sudah di bawah 10%, syukur-syukur sudah di bawah 5%. Ini menjadi pekerjaan kita bersama,&amp;rdquo; kata Muhadjir.

Ia menyebutkan, stunting terkait dengan masalah gizi. Sehingga, harus ada langkah yang sangat konkret bagaimana menangani stunting ini.

&amp;ldquo;Saya mohon juga program Wisata Nusantara ini, desa wisata Nusantara ini juga masuk menjadi bagian dari pengungkit upaya kita untuk mengentas stunting ini.&amp;rdquo;

BACA JUGA:PBNU-Kemenkes Teken MoU soal Penanganan Stunting di Indonesia

&amp;ldquo;Stunting itu bukan pendeknya orang atau bukan ringannya, kurang bobot atau pendek panjangnya bayi, tapi sebetulnya adalah otak, itu hanya indikator saja untuk mengetahui bahwa dia punya potensi stunting itu kalau panjangnya bayi kurang atau beratnya kurang, tetapi sebetulnya itu menjadi petunjuk bahwa otaknya tidak tumbuh dengan baik,&amp;rdquo; ucapnya.


Muhadjir mengatakan, stunting sama bahayanya dengan penyakit menular.

Oleh karena itu, kata Muhadjir, saat ini dari Kementerian Kesehatan ada kebijakan setiap Puskesmas nanti diberi alat USG. &amp;ldquo;Jadi nanti buat ibu-ibu yang hamil yang akan memeriksakan bayi di dalam rahimnya itu tidak harus ke rumah sakit, cukup di Puskesmas.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Dan nanti akan diukur panjangnya beratnya itu sudah bisa diperkirakan, termasuk diameter kepala karena diameter kepala ini akan bisa dilihat kira-kira dia punya potensi stunting kalau masih didalam kandungan itu peluang untuk diintervensi dengan asupan gizi ataupun obat melalui sang Ibu, itu lebih mudah daripada jika dia sudah lahir menjadi bayi, karena itu sekarang perhatian di desa-desa,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Saya sudah meminta kepada beberapa waktu lalu, sekarang ini Kepala Desa harus tahu siapa dan berapa jumlah yang hamil, agar dia tahu persis siapa yang diintervensi karena hanya dengan itu kita untuk bisa keluar dari stunting ini,&amp;rdquo; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, pengentasan stunting di Indonesia masih kalah dari Malaysia dan Singapura.

&amp;ldquo;Stunting ini masih menjadi problem bangsa kita jumlahnya masih 22,6% dan target dari Bapak Presiden 2024 itu stunting harus di bawah 14%. Hingga paling tidak untuk 2 tahun terakhir ini paling tidak harus 3% per tahun. Target yang sangat-sangat berat dan harus kita upayakan sudah tercapai. Untuk menjadi negara maju stunting ini harus di bawah 10%. Malaysia itu sudah 4%, Singapura itu sudah nol koma sekian persen,&amp;rdquo; ucap Muhadjir dalam keterangannya saat menghadiri Promosi Desa Wisata Nusantara Tahun 2022, Jumat (16/12/2022).

Muhadjir mengajak semua pihak ikut bertanggung jawab dalam penurunan angka stunting ini. Apalagi, katanya, angka stunting paling banyak di desa.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNi8xLzE1NDQzMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


&amp;ldquo;(Ini) juga menjadi tanggung jawab pemerintahan desa di bawah tanggung jawab dari bapak Kementerian Desa itu adalah stunting. Stunting juga itu yang paling banyak di desa.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Kalau kita ingin mengejar ketertinggalan tetangga-tetangga kita maka kita mestinya dalam waktu yang tidak lama itu angka penting kita harus sudah di bawah 10%, syukur-syukur sudah di bawah 5%. Ini menjadi pekerjaan kita bersama,&amp;rdquo; kata Muhadjir.

Ia menyebutkan, stunting terkait dengan masalah gizi. Sehingga, harus ada langkah yang sangat konkret bagaimana menangani stunting ini.

&amp;ldquo;Saya mohon juga program Wisata Nusantara ini, desa wisata Nusantara ini juga masuk menjadi bagian dari pengungkit upaya kita untuk mengentas stunting ini.&amp;rdquo;

BACA JUGA:PBNU-Kemenkes Teken MoU soal Penanganan Stunting di Indonesia

&amp;ldquo;Stunting itu bukan pendeknya orang atau bukan ringannya, kurang bobot atau pendek panjangnya bayi, tapi sebetulnya adalah otak, itu hanya indikator saja untuk mengetahui bahwa dia punya potensi stunting itu kalau panjangnya bayi kurang atau beratnya kurang, tetapi sebetulnya itu menjadi petunjuk bahwa otaknya tidak tumbuh dengan baik,&amp;rdquo; ucapnya.


Muhadjir mengatakan, stunting sama bahayanya dengan penyakit menular.

Oleh karena itu, kata Muhadjir, saat ini dari Kementerian Kesehatan ada kebijakan setiap Puskesmas nanti diberi alat USG. &amp;ldquo;Jadi nanti buat ibu-ibu yang hamil yang akan memeriksakan bayi di dalam rahimnya itu tidak harus ke rumah sakit, cukup di Puskesmas.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Dan nanti akan diukur panjangnya beratnya itu sudah bisa diperkirakan, termasuk diameter kepala karena diameter kepala ini akan bisa dilihat kira-kira dia punya potensi stunting kalau masih didalam kandungan itu peluang untuk diintervensi dengan asupan gizi ataupun obat melalui sang Ibu, itu lebih mudah daripada jika dia sudah lahir menjadi bayi, karena itu sekarang perhatian di desa-desa,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Saya sudah meminta kepada beberapa waktu lalu, sekarang ini Kepala Desa harus tahu siapa dan berapa jumlah yang hamil, agar dia tahu persis siapa yang diintervensi karena hanya dengan itu kita untuk bisa keluar dari stunting ini,&amp;rdquo; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
