<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Libur Nataru, Pemerintah Tegaskan Status Pandemi Covid-19 Belum Dicabut!</title><description>Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro menegaskan status pandemi Covid-19 belum dicabut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/16/337/2728556/libur-nataru-pemerintah-tegaskan-status-pandemi-covid-19-belum-dicabut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/16/337/2728556/libur-nataru-pemerintah-tegaskan-status-pandemi-covid-19-belum-dicabut"/><item><title>Libur Nataru, Pemerintah Tegaskan Status Pandemi Covid-19 Belum Dicabut!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/16/337/2728556/libur-nataru-pemerintah-tegaskan-status-pandemi-covid-19-belum-dicabut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/16/337/2728556/libur-nataru-pemerintah-tegaskan-status-pandemi-covid-19-belum-dicabut</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2022 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/16/337/2728556/libur-nataru-pemerintah-tegaskan-status-pandemi-covid-19-belum-dicabut-5kFy9lDKzV.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/16/337/2728556/libur-nataru-pemerintah-tegaskan-status-pandemi-covid-19-belum-dicabut-5kFy9lDKzV.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro menegaskan status pandemi Covid-19 belum dicabut. Mengingat, penularan masih terjadi dan virus Covid-19 terutama varian Omicron masih ditemukan.

&amp;ldquo;Di penghujung Tahun 2022 ini banyak yang bertanya-tanya mengenai status Pandemi Covid-19 yang masih juga berlangsung dan belum dicabut. Faktanya memang hingga saat ini virus penyebab Covid-19 yakni SARS-Cov-2 terutama varian Omicron masih banyak ditemukan di negara kita,&amp;rdquo; tegas Reisa saat Konferensi Pers secara virtual, Jumat (16/12/2022).

Lebih lanjut, Reisa mengatakan bahwa saat ini virus Covid-19 varian BA.5 dan BA1.13.1. &amp;ldquo;Sebagai update, terkait varian yang paling banyak ditemukan pada pasien adalah jenis BA.5 dan BA.1.13.1 dan berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing dengan sampel di seluruh Indonesia hingga 15 Desember 2022,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:Vaksinasi Efektif Cegah Kematian Akibat Covid-19&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, kata Reisa, hingga hari ini masyarakat Indonesia telah menjalani kehidupan di tengah pandemi selama 1.020 hari sejak diumumkannya kasus Covid-19 pertama di Indonesia oleh bapak Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 yang lalu.

&amp;ldquo;Berbagai adaptasi tentu telah dilakukan seiring perkembangan dan situasi di lingkungan sekitar kita. Berbagai ikhtiar telah dilakukan sebagai antisipasi, pengendalian, dan pencegahan penyakit,&amp;rdquo; katanya.

Meski begitu, Reisa mengatakan bahwa Indonesia bisa melewati lonjakan kasus Covid-19. Sehingga, membuat masyarakat lebih siap untuk berdampingan dengan Covid-19. &amp;ldquo;Setelah lonjakan kasus Covid-19, puji syukur alhamdulillah kini telah menurun menggambarkan situasi masyarakat yang dinilai lebih siap untuk hidup berdampingan dengan virus ini.&amp;rdquo;

</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro menegaskan status pandemi Covid-19 belum dicabut. Mengingat, penularan masih terjadi dan virus Covid-19 terutama varian Omicron masih ditemukan.

&amp;ldquo;Di penghujung Tahun 2022 ini banyak yang bertanya-tanya mengenai status Pandemi Covid-19 yang masih juga berlangsung dan belum dicabut. Faktanya memang hingga saat ini virus penyebab Covid-19 yakni SARS-Cov-2 terutama varian Omicron masih banyak ditemukan di negara kita,&amp;rdquo; tegas Reisa saat Konferensi Pers secara virtual, Jumat (16/12/2022).

Lebih lanjut, Reisa mengatakan bahwa saat ini virus Covid-19 varian BA.5 dan BA1.13.1. &amp;ldquo;Sebagai update, terkait varian yang paling banyak ditemukan pada pasien adalah jenis BA.5 dan BA.1.13.1 dan berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing dengan sampel di seluruh Indonesia hingga 15 Desember 2022,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:Vaksinasi Efektif Cegah Kematian Akibat Covid-19&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, kata Reisa, hingga hari ini masyarakat Indonesia telah menjalani kehidupan di tengah pandemi selama 1.020 hari sejak diumumkannya kasus Covid-19 pertama di Indonesia oleh bapak Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 yang lalu.

&amp;ldquo;Berbagai adaptasi tentu telah dilakukan seiring perkembangan dan situasi di lingkungan sekitar kita. Berbagai ikhtiar telah dilakukan sebagai antisipasi, pengendalian, dan pencegahan penyakit,&amp;rdquo; katanya.

Meski begitu, Reisa mengatakan bahwa Indonesia bisa melewati lonjakan kasus Covid-19. Sehingga, membuat masyarakat lebih siap untuk berdampingan dengan Covid-19. &amp;ldquo;Setelah lonjakan kasus Covid-19, puji syukur alhamdulillah kini telah menurun menggambarkan situasi masyarakat yang dinilai lebih siap untuk hidup berdampingan dengan virus ini.&amp;rdquo;

</content:encoded></item></channel></rss>
