<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Es di Jakarta, Dipicu Adanya Pola Konvektifitas di Atmosfer</title><description>Fenomena hujan es dapat terjadi karena dipicu oleh adanya pola konvektifitas di atmosfer yang signifikan dalam skala lokal-regional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/18/338/2729362/hujan-es-di-jakarta-dipicu-adanya-pola-konvektifitas-di-atmosfer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/18/338/2729362/hujan-es-di-jakarta-dipicu-adanya-pola-konvektifitas-di-atmosfer"/><item><title>Hujan Es di Jakarta, Dipicu Adanya Pola Konvektifitas di Atmosfer</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/18/338/2729362/hujan-es-di-jakarta-dipicu-adanya-pola-konvektifitas-di-atmosfer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/18/338/2729362/hujan-es-di-jakarta-dipicu-adanya-pola-konvektifitas-di-atmosfer</guid><pubDate>Minggu 18 Desember 2022 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/18/338/2729362/hujan-es-di-jakarta-dipicu-adanya-pola-konvektifitas-di-atmosfer-ehejQUxjXv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hujan es (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/18/338/2729362/hujan-es-di-jakarta-dipicu-adanya-pola-konvektifitas-di-atmosfer-ehejQUxjXv.jpg</image><title>Ilustrasi hujan es (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah wilayah di Jakarta sempat diguyur hujan es pada Sabtu 17 Desember 2022, kemarin. Fenomena tersebut pun turut dijelaskan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Senior Forecaster BMKG, Muhammad Reza menjelaskan bahwa fenomena hujan es merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam skala lokal dan ditandai dengan adanya jatuhan butiran es dari awan serta dapat terjadi dalam periode beberapa menit.

&quot;Fenomena hujan es dapat terjadi karena dipicu oleh adanya pola konvektifitas di atmosfer yang signifikan dalam skala lokal-regional,&quot; kata Reza dalam keterangannya, Minggu (18/12/2022).

Hujan es terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang umumnya memiliki dimensi menjulang tinggi yang menandakan bahwa adanya kondisi labilitas udara signifikan dalam sistem awan tersebut. Sehingga, kata dia, hal ini dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar.

Besarnya dimensi butiran es dan kuatnya aliran udara turun dalam sistem awan CB atau yang dikenal dengan istilah downdraft dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar yang terbentuk dipuncak awan Cb tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan dan menjadi fenomena hujan es.

BACA JUGA:BPBD DKI: Hujan Es Landa Wilayah Tebet dan Kalibata Jaksel

Kecepatan downdraft dari awan Cb yang signifikan dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara.

&quot;Dan bahkan ketika sampai jatuh ke permukaan bumi pun masih dalam bentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es,&quot; ujar dia memaparkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah wilayah di Jakarta sempat diguyur hujan es pada Sabtu 17 Desember 2022, kemarin. Fenomena tersebut pun turut dijelaskan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Senior Forecaster BMKG, Muhammad Reza menjelaskan bahwa fenomena hujan es merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam skala lokal dan ditandai dengan adanya jatuhan butiran es dari awan serta dapat terjadi dalam periode beberapa menit.

&quot;Fenomena hujan es dapat terjadi karena dipicu oleh adanya pola konvektifitas di atmosfer yang signifikan dalam skala lokal-regional,&quot; kata Reza dalam keterangannya, Minggu (18/12/2022).

Hujan es terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang umumnya memiliki dimensi menjulang tinggi yang menandakan bahwa adanya kondisi labilitas udara signifikan dalam sistem awan tersebut. Sehingga, kata dia, hal ini dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar.

Besarnya dimensi butiran es dan kuatnya aliran udara turun dalam sistem awan CB atau yang dikenal dengan istilah downdraft dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar yang terbentuk dipuncak awan Cb tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan dan menjadi fenomena hujan es.

BACA JUGA:BPBD DKI: Hujan Es Landa Wilayah Tebet dan Kalibata Jaksel

Kecepatan downdraft dari awan Cb yang signifikan dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara.

&quot;Dan bahkan ketika sampai jatuh ke permukaan bumi pun masih dalam bentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es,&quot; ujar dia memaparkan.</content:encoded></item></channel></rss>
