<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dokter Forensik Ungkap Hal Mencengangkan soal Peluru Bersarang di Dada Brigadir J</title><description>Brigadir J, kata Farah, menggunakan kaos berwarna putih dan celana jeans berwarna biru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2729980/dokter-forensik-ungkap-hal-mencengangkan-soal-peluru-bersarang-di-dada-brigadir-j</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2729980/dokter-forensik-ungkap-hal-mencengangkan-soal-peluru-bersarang-di-dada-brigadir-j"/><item><title>Dokter Forensik Ungkap Hal Mencengangkan soal Peluru Bersarang di Dada Brigadir J</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2729980/dokter-forensik-ungkap-hal-mencengangkan-soal-peluru-bersarang-di-dada-brigadir-j</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2729980/dokter-forensik-ungkap-hal-mencengangkan-soal-peluru-bersarang-di-dada-brigadir-j</guid><pubDate>Senin 19 Desember 2022 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/19/337/2729980/dokter-forensik-ungkap-hal-mencengangkan-soal-peluru-bersarang-di-dada-brigadir-j-75z3dsX2AQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jasad Brigaidr J/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/19/337/2729980/dokter-forensik-ungkap-hal-mencengangkan-soal-peluru-bersarang-di-dada-brigadir-j-75z3dsX2AQ.jpg</image><title>Jasad Brigaidr J/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>JAKARTA - Dokter Instalasi Forensik Rumah Sakit Pusdokkes Polri, Farah Primadi Karouw mengungkapkan ada satu peluru yang bersarang di tubuh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Hal itu ditemukan saat pemeriksaan jasad Brigadir J ketika pertama kali dilarikan ke Rumah Sakit usai ditembak Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.
(Baca juga: Tidak Saling Pandang, Ini Momen Pertama Kali Geng Sambo Duduk Bersama di Pengadilan)
Menurutnya, jenazah Brigadir J tiba sekira pukul 20.00 WIB di hari insiden penembakan. Pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam (autopsi) pun langsung dilakukan ketika pihaknya menerima permintaan pemeriksaan jenazah dari penyidik.
Brigadir J, kata Farah, menggunakan kaos berwarna putih dan celana jeans berwarna biru. Adapun kondisi jenazah Brigadir J disebutnya berlumuran darah.
&amp;ldquo;Masih berpakaian, kemudian menggunakan kaos lengan pendek berwarna putih dalam kondisi berlumuran darah,&amp;rdquo; jelas Farah dalam sidang lanjutan agenda pemeriksaan saksi di PN Jakarta Selatan, Senin (19/12/2022).
Farah dalam kesaksiannya dia juga mengungkapkan bahwa ditemukan luka tembak pada tubuh Brigadir J berdasarkan pola gambaran dan karakteristik luka. Saat itu pemeriksaan menyimpulkan terdapat tujuh buah luka tembak masuk dan enam buah luka tembak keluar.
Sehingga, terdapat satu proyektil peluru yang bersarang di tubuh Brigadir J. Jaksa pun mempertanyakan Farah terkait luka tembak apa yang tidak menembus.&amp;ldquo;Yang kami temukan bersarang ada di dada sisi kanan. Ya, kami temukan proyektil anak peluru pada saat autopsi,&amp;rdquo; jelas Farah.

Farah juga menjelaskan dari tujuh tembakan tersebut terdapat dua luka tembak yang sifatnya fatal. Artinya, ada dua tembakan yang sifatnya mematikan.



&amp;ldquo;Ada dua yang sifatnya fatal yaitu dapat menyebabkan kematian, luka tembak pada bagian dada sisi kanan dan kepala belakang bagian sisi kiri,&amp;rdquo; tutup dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Dokter Instalasi Forensik Rumah Sakit Pusdokkes Polri, Farah Primadi Karouw mengungkapkan ada satu peluru yang bersarang di tubuh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Hal itu ditemukan saat pemeriksaan jasad Brigadir J ketika pertama kali dilarikan ke Rumah Sakit usai ditembak Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.
(Baca juga: Tidak Saling Pandang, Ini Momen Pertama Kali Geng Sambo Duduk Bersama di Pengadilan)
Menurutnya, jenazah Brigadir J tiba sekira pukul 20.00 WIB di hari insiden penembakan. Pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam (autopsi) pun langsung dilakukan ketika pihaknya menerima permintaan pemeriksaan jenazah dari penyidik.
Brigadir J, kata Farah, menggunakan kaos berwarna putih dan celana jeans berwarna biru. Adapun kondisi jenazah Brigadir J disebutnya berlumuran darah.
&amp;ldquo;Masih berpakaian, kemudian menggunakan kaos lengan pendek berwarna putih dalam kondisi berlumuran darah,&amp;rdquo; jelas Farah dalam sidang lanjutan agenda pemeriksaan saksi di PN Jakarta Selatan, Senin (19/12/2022).
Farah dalam kesaksiannya dia juga mengungkapkan bahwa ditemukan luka tembak pada tubuh Brigadir J berdasarkan pola gambaran dan karakteristik luka. Saat itu pemeriksaan menyimpulkan terdapat tujuh buah luka tembak masuk dan enam buah luka tembak keluar.
Sehingga, terdapat satu proyektil peluru yang bersarang di tubuh Brigadir J. Jaksa pun mempertanyakan Farah terkait luka tembak apa yang tidak menembus.&amp;ldquo;Yang kami temukan bersarang ada di dada sisi kanan. Ya, kami temukan proyektil anak peluru pada saat autopsi,&amp;rdquo; jelas Farah.

Farah juga menjelaskan dari tujuh tembakan tersebut terdapat dua luka tembak yang sifatnya fatal. Artinya, ada dua tembakan yang sifatnya mematikan.



&amp;ldquo;Ada dua yang sifatnya fatal yaitu dapat menyebabkan kematian, luka tembak pada bagian dada sisi kanan dan kepala belakang bagian sisi kiri,&amp;rdquo; tutup dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
