<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres KH Ma'ruf Buka Kongres Muslimah Indonesia Ke-3</title><description>Wapres KH Ma'ruf Amin membuka Kongres Muslimah Indonesia Ke-3.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2730352/wapres-kh-ma-ruf-buka-kongres-muslimah-indonesia-ke-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2730352/wapres-kh-ma-ruf-buka-kongres-muslimah-indonesia-ke-3"/><item><title>Wapres KH Ma'ruf Buka Kongres Muslimah Indonesia Ke-3</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2730352/wapres-kh-ma-ruf-buka-kongres-muslimah-indonesia-ke-3</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2730352/wapres-kh-ma-ruf-buka-kongres-muslimah-indonesia-ke-3</guid><pubDate>Senin 19 Desember 2022 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/19/337/2730352/wapres-kh-ma-ruf-buka-kongres-muslimah-indonesia-ke-3-2bwTES85lz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Mar'uf Amin. (Dok Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/19/337/2730352/wapres-kh-ma-ruf-buka-kongres-muslimah-indonesia-ke-3-2bwTES85lz.jpg</image><title>Wapres KH Mar'uf Amin. (Dok Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin resmi membuka Kongres Muslimah Indonesia (KMI) ke-3 yang digelar Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Senin (19/12/2022).

&amp;ldquo;Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Kongres Muslimah Indonesia ke-3 secara resmi saya nyatakan dibuka,&amp;rdquo; kata Wapres dilanjutkan dengan pemukulan gong.

Wapres berharap agar perempuan Indonesia berkontribusi di setiap derap pembangunan bangsa pascapandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan tema Kongres Muslimah Indonesia yakni &amp;ldquo;Peran dan Kontribusi Perempuan di Berbagai Bidang Pasca Pandemi&amp;rdquo;.

&amp;ldquo;Peran sentral perempuan dinantikan bukan hanya di bidang tersebut, kontribusi perempuan Indonesia khususnya para muslimah diharapkan menyala dalam setiap derap pembangunan bangsa,&amp;rdquo; kata Wapres dalam sambutannya.

Terlebih, KH Ma'ruf melanjutkan, pasca pandemi Covid-19 seluruh dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada banyak tantangan dan perubahan terjadi hampir di seluruh sendi kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:Wapres Akan Buka Konferensi Islam ASEAN Kedua di Bali

&amp;ldquo;Situasi dan lingkungan yang hadir serba tidak pasti, fluktuatif, kompleks dan sulit diprediksi. Pandemi Covid-19, disrupsi digital, krisis pangan dan energi, perubahan iklim konflik geopolitik serta resesi ekonomi global merupakan permasalahan-permasalahan yang membuat intensitas kerapuhan dan ketidakpastian semakin kuat, berdampak ke jutaan jiwa penduduk dunia khususnya kelompok rentan termasuk perempuan,&amp;rdquo; katanya.

Wapres menyebutkan, salah satu contoh permasalahan yang saat ini harus dicari solusinya bersama adalah problem ketenagakerjaan yang menjadi sektor yang paling terdampak pandemi.

&amp;ldquo;Pandemi memperumit masalah lama di bidang ketenagakerjaan seperti lemahnya daya saing tenaga kerja dan fenomena disrupsi atau hilangnya berbagai jenis pekerjaan akibat digitalisasi, otomatisasi dan kemunculan kecerdasan buatan,&amp;rdquo; katanya.

Wapres menjelaskan, tantangan ini relevan dengan tema Kongres Muslimat Indonesia ke-3. &amp;ldquo;Karena berkaitan erat dengan peran perempuan sebagai bagian dari kelompok angkatan kerja yang jumlahnya relatif sama dengan jumlah angkatan kerja laki-laki,&amp;rdquo; tuturnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin resmi membuka Kongres Muslimah Indonesia (KMI) ke-3 yang digelar Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Senin (19/12/2022).

&amp;ldquo;Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Kongres Muslimah Indonesia ke-3 secara resmi saya nyatakan dibuka,&amp;rdquo; kata Wapres dilanjutkan dengan pemukulan gong.

Wapres berharap agar perempuan Indonesia berkontribusi di setiap derap pembangunan bangsa pascapandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan tema Kongres Muslimah Indonesia yakni &amp;ldquo;Peran dan Kontribusi Perempuan di Berbagai Bidang Pasca Pandemi&amp;rdquo;.

&amp;ldquo;Peran sentral perempuan dinantikan bukan hanya di bidang tersebut, kontribusi perempuan Indonesia khususnya para muslimah diharapkan menyala dalam setiap derap pembangunan bangsa,&amp;rdquo; kata Wapres dalam sambutannya.

Terlebih, KH Ma'ruf melanjutkan, pasca pandemi Covid-19 seluruh dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada banyak tantangan dan perubahan terjadi hampir di seluruh sendi kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:Wapres Akan Buka Konferensi Islam ASEAN Kedua di Bali

&amp;ldquo;Situasi dan lingkungan yang hadir serba tidak pasti, fluktuatif, kompleks dan sulit diprediksi. Pandemi Covid-19, disrupsi digital, krisis pangan dan energi, perubahan iklim konflik geopolitik serta resesi ekonomi global merupakan permasalahan-permasalahan yang membuat intensitas kerapuhan dan ketidakpastian semakin kuat, berdampak ke jutaan jiwa penduduk dunia khususnya kelompok rentan termasuk perempuan,&amp;rdquo; katanya.

Wapres menyebutkan, salah satu contoh permasalahan yang saat ini harus dicari solusinya bersama adalah problem ketenagakerjaan yang menjadi sektor yang paling terdampak pandemi.

&amp;ldquo;Pandemi memperumit masalah lama di bidang ketenagakerjaan seperti lemahnya daya saing tenaga kerja dan fenomena disrupsi atau hilangnya berbagai jenis pekerjaan akibat digitalisasi, otomatisasi dan kemunculan kecerdasan buatan,&amp;rdquo; katanya.

Wapres menjelaskan, tantangan ini relevan dengan tema Kongres Muslimat Indonesia ke-3. &amp;ldquo;Karena berkaitan erat dengan peran perempuan sebagai bagian dari kelompok angkatan kerja yang jumlahnya relatif sama dengan jumlah angkatan kerja laki-laki,&amp;rdquo; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
