<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prof Abdul Munir Mulkhan Nilai Pemahaman Agama Hindari Gesekan Antar Manusia</title><description>Prof Abdul Munir Mulkhan Nilai Pemahaman Agama Hindari Gesekan Antar Manusia
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2730382/prof-abdul-munir-mulkhan-nilai-pemahaman-agama-hindari-gesekan-antar-manusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2730382/prof-abdul-munir-mulkhan-nilai-pemahaman-agama-hindari-gesekan-antar-manusia"/><item><title>Prof Abdul Munir Mulkhan Nilai Pemahaman Agama Hindari Gesekan Antar Manusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2730382/prof-abdul-munir-mulkhan-nilai-pemahaman-agama-hindari-gesekan-antar-manusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/19/337/2730382/prof-abdul-munir-mulkhan-nilai-pemahaman-agama-hindari-gesekan-antar-manusia</guid><pubDate>Senin 19 Desember 2022 22:18 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/19/337/2730382/prof-abdul-munir-mulkhan-nilai-pemahaman-agama-hindari-gesekan-antar-manusia-yeXETaaOtE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Munir Mulkan. (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/19/337/2730382/prof-abdul-munir-mulkhan-nilai-pemahaman-agama-hindari-gesekan-antar-manusia-yeXETaaOtE.jpg</image><title>Anggota Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Munir Mulkan. (MPI)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah penduduk di dunia akan terus bertambah di masa yang akan datang. Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk, manusia akan semakin tinggi risiko untuk bertemu orang yang memiliki perbedaan pandangan, khususnya tentang beragama.

Anggota Majlis Pendidikan Tinggi &amp;amp; Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Munir Mulkhan, SU menyatakan, agar tidak terjadi gesekan antar manusia, perlu pemahaman beragama yang benar dan tepat dalam pergaulan manusia sehari-hari.

&quot;Di sini dibutuhkan kalau saya menyebut substansialisasi. Jadi, kita harus menangkap hakikat dasar filosofis dari agama itu, sehingga kita bisa mengedepankan kemanusiaannya,&quot; kata Abdul Munir di Podcast Aksi Nyata Perindo, Senin (19/12/2022).

Ia melanjutkan, semua agama memiliki keyakinan kebenarannya masing-masing. Karena itu, masyarakat yang beragama merasa apa yang berbeda dengan yang mereka yakini adalah sesuatu yang salah.

Agar bisa berdampingan dengan manusia yang memiliki perbedaan khususnya dalam hal agama, menurutnya, perlu memasuki dimensi spiritualnya. Menurutnya, manusia zaman sekarang kerap kali mematerialisasi wujud Tuhan. Padahal, wujud Tuhan tidak bisa ditafsirkan secara tepat oleh nalar manusia.

BACA JUGA:Perayaan Natal Bersama, Perindo Sumut Kobarkan Semangat Bangun Peradaban Kasih

&quot;Sehingga Tuhan yang maha sempurna dimaterialisasi jadi terbatas. Kalau sudah kita miliki tidak bisa dimiliki orang lain,&quot; ujarnya.



Menurut agama Islam, Abdul Munir menyebutkan Tuhan tidak bisa dicitra seperti apa. Dengan demikian, setiap individu mempunyai hak untuk mencitrakan Tuhan sesuai keyakinan mereka masing-masing.

&quot;Kita harus menghormati itu, dengan jalan begitulah kita bisa hidup bersama dengan yang lain yang berbeda,&quot; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah penduduk di dunia akan terus bertambah di masa yang akan datang. Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk, manusia akan semakin tinggi risiko untuk bertemu orang yang memiliki perbedaan pandangan, khususnya tentang beragama.

Anggota Majlis Pendidikan Tinggi &amp;amp; Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Munir Mulkhan, SU menyatakan, agar tidak terjadi gesekan antar manusia, perlu pemahaman beragama yang benar dan tepat dalam pergaulan manusia sehari-hari.

&quot;Di sini dibutuhkan kalau saya menyebut substansialisasi. Jadi, kita harus menangkap hakikat dasar filosofis dari agama itu, sehingga kita bisa mengedepankan kemanusiaannya,&quot; kata Abdul Munir di Podcast Aksi Nyata Perindo, Senin (19/12/2022).

Ia melanjutkan, semua agama memiliki keyakinan kebenarannya masing-masing. Karena itu, masyarakat yang beragama merasa apa yang berbeda dengan yang mereka yakini adalah sesuatu yang salah.

Agar bisa berdampingan dengan manusia yang memiliki perbedaan khususnya dalam hal agama, menurutnya, perlu memasuki dimensi spiritualnya. Menurutnya, manusia zaman sekarang kerap kali mematerialisasi wujud Tuhan. Padahal, wujud Tuhan tidak bisa ditafsirkan secara tepat oleh nalar manusia.

BACA JUGA:Perayaan Natal Bersama, Perindo Sumut Kobarkan Semangat Bangun Peradaban Kasih

&quot;Sehingga Tuhan yang maha sempurna dimaterialisasi jadi terbatas. Kalau sudah kita miliki tidak bisa dimiliki orang lain,&quot; ujarnya.



Menurut agama Islam, Abdul Munir menyebutkan Tuhan tidak bisa dicitra seperti apa. Dengan demikian, setiap individu mempunyai hak untuk mencitrakan Tuhan sesuai keyakinan mereka masing-masing.

&quot;Kita harus menghormati itu, dengan jalan begitulah kita bisa hidup bersama dengan yang lain yang berbeda,&quot; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
