<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Cetak Rekor Kasus Positif Covid-19 Tertinggi dalam 3 Bulan, Tembus 87.000 Orang Terinfeksi</title><description>Korea Selatan (Korsel) mencatat kasus harian Covid-19 menembus angka 87.000 pada Selasa (20/12/2022).</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/20/18/2730790/korsel-cetak-rekor-kasus-positif-covid-19-tertinggi-dalam-3-bulan-tembus-87-000-orang-terinfeksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/20/18/2730790/korsel-cetak-rekor-kasus-positif-covid-19-tertinggi-dalam-3-bulan-tembus-87-000-orang-terinfeksi"/><item><title>Korsel Cetak Rekor Kasus Positif Covid-19 Tertinggi dalam 3 Bulan, Tembus 87.000 Orang Terinfeksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/20/18/2730790/korsel-cetak-rekor-kasus-positif-covid-19-tertinggi-dalam-3-bulan-tembus-87-000-orang-terinfeksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/20/18/2730790/korsel-cetak-rekor-kasus-positif-covid-19-tertinggi-dalam-3-bulan-tembus-87-000-orang-terinfeksi</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/18/2730790/korsel-cetak-rekor-kasus-positif-covid-19-tertinggi-dalam-3-bulan-tembus-87-000-orang-terinfeksi-m9u6nxCgAX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/18/2730790/korsel-cetak-rekor-kasus-positif-covid-19-tertinggi-dalam-3-bulan-tembus-87-000-orang-terinfeksi-m9u6nxCgAX.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Ant)</title></images><description>SEOUL - Korea Selatan (Korsel) mencatat kasus harian Covid-19 menembus angka 87.000 pada Selasa (20/12/2022). Ini merupakan angka tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir, saat gelombang virus terjadi pada musim dingin.

Paling tidak tercatat 87.559 kasus harian Covid-19, termasuk 74 kasus yang berasal dari orang yang datang dari luar negeri. Dengan demikian, total jumlah kasus selama pandemi mencapai 28.302.47. Demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).

Kasus ini adalah rekor tertinggi sejak 93.949 kasus dilaporkan pada 14 September.

BACA JUGA:Jelang Nataru 2023, Wapres: Tetap Hati-Hati dan Waspada Covid-19


BACA JUGA:5 Wanita Pemimpin Negara yang Sukses Atasi Pandemi Covid-19

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8xLzE1ODk5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Padahal, Korsel mengalami peningkatan kasus harian covid  yang stabil selama beberapa pekan belakangan di tengah kekhawatiran akan kemunculan kembali virus corona pada musim dingin.

Di mana pada Selasa dan Rabu pekan lalu kasus harian Covid berada di atas angka 80.000. Demikian dilansir dari Antara.

Di sisi lain, KDCA juga melaporkan 56 kematian baru COVID pada Selasa, sehingga total kematian selama pandemi menjadi 31.490 kasus. Tingkat kematian COVID di negara itu masih sebesar 0,11 persen.

Jumlah pasien parah pada Selasa tercatat 519 kasus, turun 16 dari hari sebelumnya.

Garis kurva Covid yang kembali naik memberi tekanan pada rencana pemerintah untuk menghapus kewajiban pemakaian masker di dalam ruangan, aturan yang masih berlaku di Korsel sejak wabah itu muncul hampir tiga tahun lalu.

Karena itu, Otoritas kesehatan diperkirakan akan mengumumkan rencana penghapusan aturan itu secara bertahap pekan ini karena penyebaran virus mulai melandai.

Sejumlah pakar menyatakan kekhawatiran pada keputusan itu, yang mereka nilai diambil secara tergesa-gesa.

Korsel sedang mempertimbangkan penghapusan aturan masker di dalam ruangan mulai pekan ketiga Januari, dengan pengecualian di tempat-tempat ramai seperti transportasi umum dan fasilitas kesehatan.</description><content:encoded>SEOUL - Korea Selatan (Korsel) mencatat kasus harian Covid-19 menembus angka 87.000 pada Selasa (20/12/2022). Ini merupakan angka tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir, saat gelombang virus terjadi pada musim dingin.

Paling tidak tercatat 87.559 kasus harian Covid-19, termasuk 74 kasus yang berasal dari orang yang datang dari luar negeri. Dengan demikian, total jumlah kasus selama pandemi mencapai 28.302.47. Demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).

Kasus ini adalah rekor tertinggi sejak 93.949 kasus dilaporkan pada 14 September.

BACA JUGA:Jelang Nataru 2023, Wapres: Tetap Hati-Hati dan Waspada Covid-19


BACA JUGA:5 Wanita Pemimpin Negara yang Sukses Atasi Pandemi Covid-19

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8xLzE1ODk5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Padahal, Korsel mengalami peningkatan kasus harian covid  yang stabil selama beberapa pekan belakangan di tengah kekhawatiran akan kemunculan kembali virus corona pada musim dingin.

Di mana pada Selasa dan Rabu pekan lalu kasus harian Covid berada di atas angka 80.000. Demikian dilansir dari Antara.

Di sisi lain, KDCA juga melaporkan 56 kematian baru COVID pada Selasa, sehingga total kematian selama pandemi menjadi 31.490 kasus. Tingkat kematian COVID di negara itu masih sebesar 0,11 persen.

Jumlah pasien parah pada Selasa tercatat 519 kasus, turun 16 dari hari sebelumnya.

Garis kurva Covid yang kembali naik memberi tekanan pada rencana pemerintah untuk menghapus kewajiban pemakaian masker di dalam ruangan, aturan yang masih berlaku di Korsel sejak wabah itu muncul hampir tiga tahun lalu.

Karena itu, Otoritas kesehatan diperkirakan akan mengumumkan rencana penghapusan aturan itu secara bertahap pekan ini karena penyebaran virus mulai melandai.

Sejumlah pakar menyatakan kekhawatiran pada keputusan itu, yang mereka nilai diambil secara tergesa-gesa.

Korsel sedang mempertimbangkan penghapusan aturan masker di dalam ruangan mulai pekan ketiga Januari, dengan pengecualian di tempat-tempat ramai seperti transportasi umum dan fasilitas kesehatan.</content:encoded></item></channel></rss>
