<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ahli Psikologi Forensik : Ferdy Sambo Merupakan Individu yang Kurang Percaya Diri   </title><description>Apsifor, Reni Kusumowardhani membeberkan karakteristik kepribadian terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/21/337/2731340/ahli-psikologi-forensik-ferdy-sambo-merupakan-individu-yang-kurang-percaya-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/21/337/2731340/ahli-psikologi-forensik-ferdy-sambo-merupakan-individu-yang-kurang-percaya-diri"/><item><title> Ahli Psikologi Forensik : Ferdy Sambo Merupakan Individu yang Kurang Percaya Diri   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/21/337/2731340/ahli-psikologi-forensik-ferdy-sambo-merupakan-individu-yang-kurang-percaya-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/21/337/2731340/ahli-psikologi-forensik-ferdy-sambo-merupakan-individu-yang-kurang-percaya-diri</guid><pubDate>Rabu 21 Desember 2022 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/337/2731340/ahli-psikologi-forensik-ferdy-sambo-merupakan-individu-yang-kurang-percaya-diri-6cj2DXyWuX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ferdy Sambo (foto: dok Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/337/2731340/ahli-psikologi-forensik-ferdy-sambo-merupakan-individu-yang-kurang-percaya-diri-6cj2DXyWuX.jpg</image><title>Ferdy Sambo (foto: dok Antara)</title></images><description>

JAKARTA - Ahli Psikologi Forensik (Apsifor), Reni Kusumowardhani membeberkan karakteristik kepribadian terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo, yang mana dia merupakan individu kurang percaya diri dan kala dikuasai emosi, dia menjadi orang tak terkontrol dan tak berpikir panjang.

&quot;Bapak Ferdy Sambo memiliki kecerdasan di atas rata-rata, kemampuan abstraksi, dan kreatifitasnya sangat baik. Secara umum cara berpikirnya lebih ke arah praktis dibanding teoritis,&quot; ujar Reni di persidangan, Rabu (21/12/2022).

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan psikologi forensik, secara umum Ferdy Sambo memiliki pola kerja tekun, motivasi tinggi untuk mencapai target yang melebihi dari target yang diberikan kepadanya. Sedangkan tipe kepribadian Ferdy Sambo, dia merupakan orang yang kurang percaya diri dan membutuhkan orang lain saat membuat keputusan.

&quot;Tipe kepribadiannya, pada dasarnya bapak Ferdy Sambo ini merupakan individu yang kurang percaya diri dan membutuhkan orang lain dalam bertindak serta mengambil keputusan, terutama hal-hal yang besar,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:3 Saksi Ahli Dihadirkan ke Persidangan Ferdy Sambo Cs
Dia menerangkan, ada pengalaman kecil yang membuat Ferdy Sambo merasa nyaman apabila dia melihat orang-orang yang melindungi di sekitarnya. Dalam situasi kondisi normal, Sambo akan terlihat dan sebagai figur yang baik dalam kehidupan sosialnya dan patuh terhadap aturan norma, bahkan dapat menutupi kekurangannya dari masalahnya.

&quot;Jadi bukan berarti yang bersangkutan tidak bisa melanggar norma dan menggunakan kecerdasannya untuk melindungi diri di dalam situasi-situasi terdesak,&quot; jelasnya.

Dia membeberkan, sebagai orang Sulawesi Selatan yang hidup dalam budaya yang teguh, memegang budaya Siri Na Pacce memiliki pengaruh tentang pertimbangan-pertimbangan keputusan dan emosi serta kepribadian Ferdy Sambo. Ferdy Sambo harga dirinya mudah terganggu manakala kehormatannya terganggu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Catatan Kubu Ferdy Sambo soal Pemutaran CCTV Kematian Brigadir J
&quot;Jadi, ada mudah self esteemnya, harga dirinya terganggu apabila dia kehormatannya itu terganggu seperti itu. Kemudian dapat menjadi orang yang dikuasai emosi, tidak terkontrol, tidak berpikir panjang terhadap tindakan yang dilakukan,&quot; ungkapnya.

Jaksa mempertanyakan, sekalipun itu terjadi pada pribadi yang telah lama bergelut di bidang hukum dan memang sudah memiliki pengalaman banyak di bidang reserse itu, apakah Ferdy Sambo tetap tidak bisa mengendalikan emosinya. Padahal, dia sehari-harinya berhubungan, dalam tanda kutip dengan penjahat. Reni memaparkan, Ferdy Sambo dalam kondisi normal ada upaya rasional untuk mengendalikan diri.

&quot;Tetapi dalam situasi memang ada hal yang menggangu kondisi emosinya dan self esteemnya itu yang kemudian bisa menjadi orang yang sangat dikuasi emosinya,&quot; imbuhnya.

&quot;Ada kebutuhan tinggi dukungan dari orang lain terutama ambil keputusan besar? Apakah ini juga bisa internal dalam dirinya bisa terefleksikan dari bekerja sama dari orang yang dia percayai?,&quot; tanya Jaksa.

&quot;Betul pak. Bisa seperti itu,&quot; papar Reni.

&quot;Artinya dia butuh masukan orang-orang sekitar untuk ambil keputusan besar?&quot; tanya Jaksa lagi.

&quot;Iya bisa seperti itu,&quot; kata Reni lagi.</description><content:encoded>

JAKARTA - Ahli Psikologi Forensik (Apsifor), Reni Kusumowardhani membeberkan karakteristik kepribadian terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo, yang mana dia merupakan individu kurang percaya diri dan kala dikuasai emosi, dia menjadi orang tak terkontrol dan tak berpikir panjang.

&quot;Bapak Ferdy Sambo memiliki kecerdasan di atas rata-rata, kemampuan abstraksi, dan kreatifitasnya sangat baik. Secara umum cara berpikirnya lebih ke arah praktis dibanding teoritis,&quot; ujar Reni di persidangan, Rabu (21/12/2022).

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan psikologi forensik, secara umum Ferdy Sambo memiliki pola kerja tekun, motivasi tinggi untuk mencapai target yang melebihi dari target yang diberikan kepadanya. Sedangkan tipe kepribadian Ferdy Sambo, dia merupakan orang yang kurang percaya diri dan membutuhkan orang lain saat membuat keputusan.

&quot;Tipe kepribadiannya, pada dasarnya bapak Ferdy Sambo ini merupakan individu yang kurang percaya diri dan membutuhkan orang lain dalam bertindak serta mengambil keputusan, terutama hal-hal yang besar,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:3 Saksi Ahli Dihadirkan ke Persidangan Ferdy Sambo Cs
Dia menerangkan, ada pengalaman kecil yang membuat Ferdy Sambo merasa nyaman apabila dia melihat orang-orang yang melindungi di sekitarnya. Dalam situasi kondisi normal, Sambo akan terlihat dan sebagai figur yang baik dalam kehidupan sosialnya dan patuh terhadap aturan norma, bahkan dapat menutupi kekurangannya dari masalahnya.

&quot;Jadi bukan berarti yang bersangkutan tidak bisa melanggar norma dan menggunakan kecerdasannya untuk melindungi diri di dalam situasi-situasi terdesak,&quot; jelasnya.

Dia membeberkan, sebagai orang Sulawesi Selatan yang hidup dalam budaya yang teguh, memegang budaya Siri Na Pacce memiliki pengaruh tentang pertimbangan-pertimbangan keputusan dan emosi serta kepribadian Ferdy Sambo. Ferdy Sambo harga dirinya mudah terganggu manakala kehormatannya terganggu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Catatan Kubu Ferdy Sambo soal Pemutaran CCTV Kematian Brigadir J
&quot;Jadi, ada mudah self esteemnya, harga dirinya terganggu apabila dia kehormatannya itu terganggu seperti itu. Kemudian dapat menjadi orang yang dikuasai emosi, tidak terkontrol, tidak berpikir panjang terhadap tindakan yang dilakukan,&quot; ungkapnya.

Jaksa mempertanyakan, sekalipun itu terjadi pada pribadi yang telah lama bergelut di bidang hukum dan memang sudah memiliki pengalaman banyak di bidang reserse itu, apakah Ferdy Sambo tetap tidak bisa mengendalikan emosinya. Padahal, dia sehari-harinya berhubungan, dalam tanda kutip dengan penjahat. Reni memaparkan, Ferdy Sambo dalam kondisi normal ada upaya rasional untuk mengendalikan diri.

&quot;Tetapi dalam situasi memang ada hal yang menggangu kondisi emosinya dan self esteemnya itu yang kemudian bisa menjadi orang yang sangat dikuasi emosinya,&quot; imbuhnya.

&quot;Ada kebutuhan tinggi dukungan dari orang lain terutama ambil keputusan besar? Apakah ini juga bisa internal dalam dirinya bisa terefleksikan dari bekerja sama dari orang yang dia percayai?,&quot; tanya Jaksa.

&quot;Betul pak. Bisa seperti itu,&quot; papar Reni.

&quot;Artinya dia butuh masukan orang-orang sekitar untuk ambil keputusan besar?&quot; tanya Jaksa lagi.

&quot;Iya bisa seperti itu,&quot; kata Reni lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
