<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ikhlas Disebut Kecerdasannya di Bawah Rata-Rata, Kuat Ma'ruf Malah Sakit Disebut Pembohong   </title><description>Namun, dia mengaku sakit lantaran akhir-akhir ini dia disebut sebagai pembohong&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/21/337/2731509/ikhlas-disebut-kecerdasannya-di-bawah-rata-rata-kuat-ma-ruf-malah-sakit-disebut-pembohong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/21/337/2731509/ikhlas-disebut-kecerdasannya-di-bawah-rata-rata-kuat-ma-ruf-malah-sakit-disebut-pembohong"/><item><title>Ikhlas Disebut Kecerdasannya di Bawah Rata-Rata, Kuat Ma'ruf Malah Sakit Disebut Pembohong   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/21/337/2731509/ikhlas-disebut-kecerdasannya-di-bawah-rata-rata-kuat-ma-ruf-malah-sakit-disebut-pembohong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/21/337/2731509/ikhlas-disebut-kecerdasannya-di-bawah-rata-rata-kuat-ma-ruf-malah-sakit-disebut-pembohong</guid><pubDate>Rabu 21 Desember 2022 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/337/2731509/ikhlas-disebut-kecerdasannya-di-bawah-rata-rata-kuat-ma-ruf-malah-sakit-disebut-pembohong-Qb0iEyjCO1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kuat Maruf/Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/337/2731509/ikhlas-disebut-kecerdasannya-di-bawah-rata-rata-kuat-ma-ruf-malah-sakit-disebut-pembohong-Qb0iEyjCO1.jpg</image><title>Kuat Maruf/Foto: Antara</title></images><description>
JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf mengaku ikhlas bila disebut memiliki kecerdasan dibawah rata-rata. Namun, dia mengaku sakit lantaran akhir-akhir ini dia disebut sebagai pembohong. Hal itu disampaikan Kuat saat memberikan tanggapannya atas keterangan saksi ahli di persidangan pada Rabu (21/12/2022) ini.



&quot;Saya mau bertanya pada Psikolog. Maaf ibu kalau ibu menyimpulkan saya dibawah rata-rata saya ikhlas, Bu,&quot; ujar Kuat di persidangan disambut gelak tawa pengacaranya sendiri dan pengunjung sidang, Rabu (21/12/2022).

&amp;nbsp;BACA JUGA:Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kompak Bantah Pendapat Dua Ahli Pidana

&quot;Yang saya tanyakan saya ini tipe orang pembohong, apa yang tidak jujur, apa gimana ibu. Soalnya saya akhir-akhir ini sering disebut pembohong dan tidak jujur dan saya sakit dengan bahasa itu,&quot; tutur Kuat lagi.



Menurut Kuat, dia merasakan sakit kala disebut dirinya pembohong dan tak jujur akhir-akhir ini sehingga dia pun menanyakannya secara psikologis pada Apsifor. Namun, Reni malah menyebutkan, kebohongan itu memang pernah terjadi dan pihaknya juga hanya mengukur kredibilitasnya saja saat Kuat memberikan keterangan.

BACA JUGA:Putuskan Bersalah, Gambia Tuntut Perusahaan Sirup Obat Batuk India Atas Kematian 70 Anak-Anak

Di samping itu, papar Reni, Kuat kala itu hanya berada dalam situasi dan tempat yang keliru. Selain disambut dengan tawa pengunjung sidang, Reni juga sempat turut tertawa saat mendengar pertanyaan Kuat tersebut.



&quot;Dari hasil pemeriksaan kami. Semua kebohongan memang pernah terjadi, kebohongan dan itu sudah diakui, kemudian direvisi dan kemudian kami mengukur kredibilitas keterangan bapak, demikian seperti yang kami telah sampaikan,&quot; jelas Reni.



&quot;Jadi simpulannya, sebetulnya karena kepatuhan yang sangat tinggi seperti itu dan ada satu situasi tidak tahu menahu berada di satu tempat dalam situasi yang seperti itu yah sehingga berada di tempat yang keliru yah pak pada saat itu,&quot; ujar Reni sambil tertawa.



Kuat kembali bertanya pada Psikolog Forensik itu, padahal dia berkata jujur saat memberikan kesaksiannya tentang dugaan kasus pembunuhan Brigadir J. Namun, Reni menyebutkan, dari hasil pemeriksaan forensik pihaknya pada Kuat, tak ada indikasi manipulatif.



&quot;Terima kasih Bu, padahal aslinya jujur yah Bu?&quot; tanya Kuat disambut tawa pengunjung sidang lagi.



&quot;Kami tidak bilang bohong yah pak, tidak ada indikasi manipulatif,&quot; kata Reni.



Adapun, Kuat mengaku tidak memiliki tanggapan pada saksi ahli pidana. Sedangkan terdakwa Ricky Rizal Wibowo mengaku tak memiliki tanggapan apapun pada 3 saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), baik ahli pidana maupun psikologi forensik.



Sementara itu, terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer juga mengaku tak memberikan tanggapan pada ketiga saksi ahli tersebut. Dia hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihnya pada saksi ahli yang mau memberikan keterangan dan pendapatnya tersebut di persidangan.



&quot;Saya tidak memberikan tanggapan Yang Mulia, saya hanya ingin sampaikan terima kasih pada para ahli yang sudah sempatkan berikan waktunya memberikan kesaksian dalam persidangan ini,&quot; kata Bharada E.</description><content:encoded>
JAKARTA - Terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf mengaku ikhlas bila disebut memiliki kecerdasan dibawah rata-rata. Namun, dia mengaku sakit lantaran akhir-akhir ini dia disebut sebagai pembohong. Hal itu disampaikan Kuat saat memberikan tanggapannya atas keterangan saksi ahli di persidangan pada Rabu (21/12/2022) ini.



&quot;Saya mau bertanya pada Psikolog. Maaf ibu kalau ibu menyimpulkan saya dibawah rata-rata saya ikhlas, Bu,&quot; ujar Kuat di persidangan disambut gelak tawa pengacaranya sendiri dan pengunjung sidang, Rabu (21/12/2022).

&amp;nbsp;BACA JUGA:Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kompak Bantah Pendapat Dua Ahli Pidana

&quot;Yang saya tanyakan saya ini tipe orang pembohong, apa yang tidak jujur, apa gimana ibu. Soalnya saya akhir-akhir ini sering disebut pembohong dan tidak jujur dan saya sakit dengan bahasa itu,&quot; tutur Kuat lagi.



Menurut Kuat, dia merasakan sakit kala disebut dirinya pembohong dan tak jujur akhir-akhir ini sehingga dia pun menanyakannya secara psikologis pada Apsifor. Namun, Reni malah menyebutkan, kebohongan itu memang pernah terjadi dan pihaknya juga hanya mengukur kredibilitasnya saja saat Kuat memberikan keterangan.

BACA JUGA:Putuskan Bersalah, Gambia Tuntut Perusahaan Sirup Obat Batuk India Atas Kematian 70 Anak-Anak

Di samping itu, papar Reni, Kuat kala itu hanya berada dalam situasi dan tempat yang keliru. Selain disambut dengan tawa pengunjung sidang, Reni juga sempat turut tertawa saat mendengar pertanyaan Kuat tersebut.



&quot;Dari hasil pemeriksaan kami. Semua kebohongan memang pernah terjadi, kebohongan dan itu sudah diakui, kemudian direvisi dan kemudian kami mengukur kredibilitas keterangan bapak, demikian seperti yang kami telah sampaikan,&quot; jelas Reni.



&quot;Jadi simpulannya, sebetulnya karena kepatuhan yang sangat tinggi seperti itu dan ada satu situasi tidak tahu menahu berada di satu tempat dalam situasi yang seperti itu yah sehingga berada di tempat yang keliru yah pak pada saat itu,&quot; ujar Reni sambil tertawa.



Kuat kembali bertanya pada Psikolog Forensik itu, padahal dia berkata jujur saat memberikan kesaksiannya tentang dugaan kasus pembunuhan Brigadir J. Namun, Reni menyebutkan, dari hasil pemeriksaan forensik pihaknya pada Kuat, tak ada indikasi manipulatif.



&quot;Terima kasih Bu, padahal aslinya jujur yah Bu?&quot; tanya Kuat disambut tawa pengunjung sidang lagi.



&quot;Kami tidak bilang bohong yah pak, tidak ada indikasi manipulatif,&quot; kata Reni.



Adapun, Kuat mengaku tidak memiliki tanggapan pada saksi ahli pidana. Sedangkan terdakwa Ricky Rizal Wibowo mengaku tak memiliki tanggapan apapun pada 3 saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), baik ahli pidana maupun psikologi forensik.



Sementara itu, terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer juga mengaku tak memberikan tanggapan pada ketiga saksi ahli tersebut. Dia hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihnya pada saksi ahli yang mau memberikan keterangan dan pendapatnya tersebut di persidangan.



&quot;Saya tidak memberikan tanggapan Yang Mulia, saya hanya ingin sampaikan terima kasih pada para ahli yang sudah sempatkan berikan waktunya memberikan kesaksian dalam persidangan ini,&quot; kata Bharada E.</content:encoded></item></channel></rss>
