<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi, Qatar Desak Taliban Batalkan Larangan Perempuan Berkuliah</title><description>Langkah Taliban melarang perempuan berkuliah mendapat kritik dari berbagai negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/22/18/2732512/arab-saudi-qatar-desak-taliban-batalkan-larangan-perempuan-berkuliah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/22/18/2732512/arab-saudi-qatar-desak-taliban-batalkan-larangan-perempuan-berkuliah"/><item><title>Arab Saudi, Qatar Desak Taliban Batalkan Larangan Perempuan Berkuliah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/22/18/2732512/arab-saudi-qatar-desak-taliban-batalkan-larangan-perempuan-berkuliah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/22/18/2732512/arab-saudi-qatar-desak-taliban-batalkan-larangan-perempuan-berkuliah</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2022 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/22/18/2732512/arab-saudi-qatar-desak-taliban-batalkan-larangan-perempuan-berkuliah-yrBhhcnadm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Taliban berbicara dengan mahasiswi di depan Universitas Kabul, Afghanistan, 26 Februari 2022. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/22/18/2732512/arab-saudi-qatar-desak-taliban-batalkan-larangan-perempuan-berkuliah-yrBhhcnadm.jpg</image><title>Anggota Taliban berbicara dengan mahasiswi di depan Universitas Kabul, Afghanistan, 26 Februari 2022. (Foto: Reuters)</title></images><description>ISTANBUL - Arab Saudi dan Qatar pada Rabu (21/12/2022) mendesak pemerintah Afghanistan, yang dipimpin Taliban, agar membatalkan keputusan yang melarang perempuan berkuliah.
Pada Selasa, (20/12/2022) Kementerian Pendidikan Tinggi Taliban mengumumkan keputusan larangan berkuliah bagi perempuan. Keputusan itu segera berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ketika Wanita Dilarang Masuk Universitas, AS: Taliban Bebaskan 2 Warga dalam Isyarat Niat Baik

Lewat pernyataan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengaku &quot;terkejut dan menyesali keputusan pemerintah sementara Afghanistan yang menolak hak perempuan Afghanistan untuk mengenyam pendidikan di universitas.&quot;
Kementerian akan terus mendesak Taliban agar &quot;membatalkan&quot; larangan tersebut, demikian dilansir dari ANTARA.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan &quot;keprihatinan dan kekecewaan mendalam&quot; atas larangan tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Air Mata dan Protes Pecah Ketika Taliban Tutup Universitas untuk Perempuan, Wanita Hidup Bak Dalam Penjara

Lewat pernyataan, kementerian Qatar meminta pemerintah Taliban &quot;untuk meninjau ulang keputusan mereka sejalan dengan ajaran agama Islam mengenai hak-hak kaum perempuan.&quot;
Larangan Taliban itu menuai kecaman luas di seluruh dunia, terutama dari Perserikatan Bangsa-Bangsan (PBB), Amerika Serikat, Turki, dan sejumlah negara lainnya.
</description><content:encoded>ISTANBUL - Arab Saudi dan Qatar pada Rabu (21/12/2022) mendesak pemerintah Afghanistan, yang dipimpin Taliban, agar membatalkan keputusan yang melarang perempuan berkuliah.
Pada Selasa, (20/12/2022) Kementerian Pendidikan Tinggi Taliban mengumumkan keputusan larangan berkuliah bagi perempuan. Keputusan itu segera berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ketika Wanita Dilarang Masuk Universitas, AS: Taliban Bebaskan 2 Warga dalam Isyarat Niat Baik

Lewat pernyataan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengaku &quot;terkejut dan menyesali keputusan pemerintah sementara Afghanistan yang menolak hak perempuan Afghanistan untuk mengenyam pendidikan di universitas.&quot;
Kementerian akan terus mendesak Taliban agar &quot;membatalkan&quot; larangan tersebut, demikian dilansir dari ANTARA.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan &quot;keprihatinan dan kekecewaan mendalam&quot; atas larangan tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Air Mata dan Protes Pecah Ketika Taliban Tutup Universitas untuk Perempuan, Wanita Hidup Bak Dalam Penjara

Lewat pernyataan, kementerian Qatar meminta pemerintah Taliban &quot;untuk meninjau ulang keputusan mereka sejalan dengan ajaran agama Islam mengenai hak-hak kaum perempuan.&quot;
Larangan Taliban itu menuai kecaman luas di seluruh dunia, terutama dari Perserikatan Bangsa-Bangsan (PBB), Amerika Serikat, Turki, dan sejumlah negara lainnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
