<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaleidoskop 2022: Jet Tempur Canggih Jatuh di Blora, TNI AU Berduka</title><description>Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Madiun Mayor Sus Yudha Pramono mengatakan, pesawat tersebut take off pada pukul 18.24 WIB</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/22/337/2731831/kaleidoskop-2022-jet-tempur-canggih-jatuh-di-blora-tni-au-berduka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/22/337/2731831/kaleidoskop-2022-jet-tempur-canggih-jatuh-di-blora-tni-au-berduka"/><item><title>Kaleidoskop 2022: Jet Tempur Canggih Jatuh di Blora, TNI AU Berduka</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/22/337/2731831/kaleidoskop-2022-jet-tempur-canggih-jatuh-di-blora-tni-au-berduka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/22/337/2731831/kaleidoskop-2022-jet-tempur-canggih-jatuh-di-blora-tni-au-berduka</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2022 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/337/2731831/kaleidoskop-2022-jet-tempur-canggih-jatuh-di-blora-tni-au-berduka-Gc8vCe8mnI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jet tempur TNI AU Jatuh di Blora/Foto MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/337/2731831/kaleidoskop-2022-jet-tempur-canggih-jatuh-di-blora-tni-au-berduka-Gc8vCe8mnI.jpg</image><title>Jet tempur TNI AU Jatuh di Blora/Foto MPI</title></images><description>

JAKARTA - Kabar duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Udara (AU)  pada 18 Juli 2022. Sebuah pesawat tempur jenis T50i Golden Eagle jatuh di wilayah pegunungan, Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan Blora, Jawa Tengah, pada Senin malam.

Saat itu, Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Madiun Mayor Sus Yudha Pramono mengatakan, pesawat tersebut take off pada pukul 18.24 WIB. Kemudian, lost contact sekira pukul 19.25 WIB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Isak Tangis Iringi Pemakaman Pilot dan Kopilot Pesawat TNI AL yang Jatuh
&quot;(Sedang) Latihan terbang malam,&quot; ujarnya saat itu.

Pesawat T-50i Golden Eagle yang jatuh di Desa Nginggil, Desa Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ini diawaki oleh seorang pilot Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi. Allan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bertemu Menhan Prancis, Prabowo Bahas Program Pelatihan Pilot Jet Tempur untuk TNI AU
Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Kapten Sus Yudha Pramono mengatakan, perwira penerbang lulusan AAU tahun 2015 dan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 2017 ini meninggalkan seorang istri dan anak yang masih balita.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC83LzE1OTAzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Termasuk pesawat canggih

Pesawat tempur T501 Gold Eagle merupakan jet tempur yang terbilang canggih. Pesawat tersebut merupakan pesawat latih (trainer) supersonik yang dibuat oleh Korean Aerospace Industri.
Pesawat tempur ini menggantikan Hawk Mk-53 buatan Inggris, yang berdinas sejak 1970-an di Skuadron Udara 15 Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, Jawa Timur.

Okezone berkesempatan menyaksikan demo udara dan peninjauan pesawat tempur T-50i Golden Eagle yang baru dibeli dari Korea Selatan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.




Saat itu, di Taxi Way Echo Lanud Halim, Jakarta Timur, empat pesawat T-50i Golden Eagle bersama dua pesawat tempur Sukhoi melakukan fly pass.

Kemampuan pesawat T-50i milik TNI AU dengan panjang 43 kaki serta lebar sayap 31 dan tinggi 16 kaki sebenarnya sama dengan pesawat generasi keempat plus. Sebab, spesifikasinya bukan pesawat T-50 biasa tapi sudah spesifikasi pesawat tempur FA-50 yang dikurangi radar udara.

T-50i sekilas mirip F-16 Fighting Falcon kendati keduanya jenis pesawat tempur yang berbeda. Pesawat generasi keempat modern ini sanggup mengantarkan para penerbang muda TNI AU menjadi Ksatria Pengawal Dirgantara di pesawat-pesawat tempur garis depan kita, yaitu F-16 C/D, Sukhoi 27/30 hingga pesawat tempur masa depan generasi 4.5 baik K/IFX buatan Indonesia Korea dan pesawat tempur modern lainnya.

Pesawat tempur ini juga akan dilengkapi radar udara sehingga akan mampu mengubah misi dari latih jet langsung bisa digunakan pada semua misi operasi, baik misi udara ke udara atau udara ke darat baik siang atau malam pada segala cuaca.
Dilengkapi dengan sistem avionik digital

Selain itu, pesawat tempur ini dilengkapi dengan sistem avionik digital, persenjataan dan Radar Warning Receivers (RWR) sehingga mampu mendeteksi keberadaan musuh dari segala arah.

Jet tempur T-50i Golden Eagle juga akan dilengkapi dengan persenjataan yang dapat digunakan dalam berbagai misi. Di antaranya AIM-9 Sidewinder, bom MK-82, BDU-33, AGM-65 Maverick, MK-20 Cluster Bomb Unit, dan bom pintar JDAM. Dengan kecanggihan yang dimiliki, pesawat ini mampu memuntahkan 2.000 peluru per menit.</description><content:encoded>

JAKARTA - Kabar duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Udara (AU)  pada 18 Juli 2022. Sebuah pesawat tempur jenis T50i Golden Eagle jatuh di wilayah pegunungan, Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan Blora, Jawa Tengah, pada Senin malam.

Saat itu, Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Madiun Mayor Sus Yudha Pramono mengatakan, pesawat tersebut take off pada pukul 18.24 WIB. Kemudian, lost contact sekira pukul 19.25 WIB.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Isak Tangis Iringi Pemakaman Pilot dan Kopilot Pesawat TNI AL yang Jatuh
&quot;(Sedang) Latihan terbang malam,&quot; ujarnya saat itu.

Pesawat T-50i Golden Eagle yang jatuh di Desa Nginggil, Desa Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ini diawaki oleh seorang pilot Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi. Allan menjadi korban tewas dalam insiden tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bertemu Menhan Prancis, Prabowo Bahas Program Pelatihan Pilot Jet Tempur untuk TNI AU
Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi Kapten Sus Yudha Pramono mengatakan, perwira penerbang lulusan AAU tahun 2015 dan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 2017 ini meninggalkan seorang istri dan anak yang masih balita.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC83LzE1OTAzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Termasuk pesawat canggih

Pesawat tempur T501 Gold Eagle merupakan jet tempur yang terbilang canggih. Pesawat tersebut merupakan pesawat latih (trainer) supersonik yang dibuat oleh Korean Aerospace Industri.
Pesawat tempur ini menggantikan Hawk Mk-53 buatan Inggris, yang berdinas sejak 1970-an di Skuadron Udara 15 Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, Jawa Timur.

Okezone berkesempatan menyaksikan demo udara dan peninjauan pesawat tempur T-50i Golden Eagle yang baru dibeli dari Korea Selatan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.




Saat itu, di Taxi Way Echo Lanud Halim, Jakarta Timur, empat pesawat T-50i Golden Eagle bersama dua pesawat tempur Sukhoi melakukan fly pass.

Kemampuan pesawat T-50i milik TNI AU dengan panjang 43 kaki serta lebar sayap 31 dan tinggi 16 kaki sebenarnya sama dengan pesawat generasi keempat plus. Sebab, spesifikasinya bukan pesawat T-50 biasa tapi sudah spesifikasi pesawat tempur FA-50 yang dikurangi radar udara.

T-50i sekilas mirip F-16 Fighting Falcon kendati keduanya jenis pesawat tempur yang berbeda. Pesawat generasi keempat modern ini sanggup mengantarkan para penerbang muda TNI AU menjadi Ksatria Pengawal Dirgantara di pesawat-pesawat tempur garis depan kita, yaitu F-16 C/D, Sukhoi 27/30 hingga pesawat tempur masa depan generasi 4.5 baik K/IFX buatan Indonesia Korea dan pesawat tempur modern lainnya.

Pesawat tempur ini juga akan dilengkapi radar udara sehingga akan mampu mengubah misi dari latih jet langsung bisa digunakan pada semua misi operasi, baik misi udara ke udara atau udara ke darat baik siang atau malam pada segala cuaca.
Dilengkapi dengan sistem avionik digital

Selain itu, pesawat tempur ini dilengkapi dengan sistem avionik digital, persenjataan dan Radar Warning Receivers (RWR) sehingga mampu mendeteksi keberadaan musuh dari segala arah.

Jet tempur T-50i Golden Eagle juga akan dilengkapi dengan persenjataan yang dapat digunakan dalam berbagai misi. Di antaranya AIM-9 Sidewinder, bom MK-82, BDU-33, AGM-65 Maverick, MK-20 Cluster Bomb Unit, dan bom pintar JDAM. Dengan kecanggihan yang dimiliki, pesawat ini mampu memuntahkan 2.000 peluru per menit.</content:encoded></item></channel></rss>
