<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko PMK Tegaskan Pencabutan Status Pandemi Covid-19 Ada di WHO</title><description>Menko PMK tegaskan pencabutan status pandemi Covid-19 berada di tangan WHO.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/22/337/2731950/menko-pmk-tegaskan-pencabutan-status-pandemi-covid-19-ada-di-who</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/22/337/2731950/menko-pmk-tegaskan-pencabutan-status-pandemi-covid-19-ada-di-who"/><item><title>Menko PMK Tegaskan Pencabutan Status Pandemi Covid-19 Ada di WHO</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/22/337/2731950/menko-pmk-tegaskan-pencabutan-status-pandemi-covid-19-ada-di-who</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/22/337/2731950/menko-pmk-tegaskan-pencabutan-status-pandemi-covid-19-ada-di-who</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2022 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/22/337/2731950/menko-pmk-tegaskan-pencabutan-status-pandemi-covid-19-ada-di-who-ys5Zn4rlPV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy. (MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/22/337/2731950/menko-pmk-tegaskan-pencabutan-status-pandemi-covid-19-ada-di-who-ys5Zn4rlPV.jpg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy. (MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menegaskan, pencabutan status pandemi Covid-19 berada di tangan WHO.


&amp;ldquo;WHO itu kan. Tentu saja kita akan mematuhi regulasi yang ditetapkan WHO karena itu ketetapan internasional ya,&amp;rdquo; kata Muhadjir dikutip dari keterangan resminya, Kamis (22/12/2022).

Namun, ia menyebutkan, pemerintah Indonesia punya tindakan-tindakan untuk penanganan Covid-19. Termasuk kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang selama ini dijalankan untuk menekan transmisi penularan Covid-19.

&amp;ldquo;Tetapi bukan berarti kita tidak boleh melakukan tindakan-tindakan termasuk pengambilan keputusan yang memang dipandang sudah tepat, yang agak berbeda dengan WHO,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMS8xLzE1OTE5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Karena itu, Muhadjir menyatakan, dengan adanya sinyal Presiden Joko Widodo yang ingin mencabut PPKM, Indonesia dianggap telah siap.

&amp;ldquo;Kita tinggal nunggu perintah dari Bapak Presiden tapi secara persiapan Insya Allah sudah siap.&amp;rdquo;

BACA JUGA:Simak! Ini Pernyataan Lengkap Jokowi soal Hentikan PPKM

&amp;ldquo;Ini kan selalu saya katakan bahwa de facto kita ini sebetulnya sudah keluar dari pandemi, ini tinggal karena untuk menetapkan kapan berakhirnya pandemi itu kan keputusan dari WHO bukan dari kita,&amp;rdquo; ujarnya.



Apalagi, Muhadjir mengatakan jika virus Covid-19 saat ini sudah tidak seganas ketika awal pandemi. Mengingat, herd immunity sudah terbentuk dari vaksinasi yang dilakukan selama ini. Meski begitu, dia meminta untuk tetap waspada.



&amp;ldquo;Sehingga, kita tentu saja tetap harus waspada karena ternyata kan juga varian-varian baru terus bermunculan kan walaupun varian baru itu sudah terbukti tidak seganas dan tidak mematikan dari varian yang awal-awal ya, tetapi juga bukan berarti kita lengah,&amp;rdquo; katanya.



&amp;ldquo;Jadi sebetulnya praktek sehari-hari kita ini kan juga sudah, sudah, sudah tidak ada PPKM ya kan gitu,&amp;rdquo; tambah Muhadjir.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menegaskan, pencabutan status pandemi Covid-19 berada di tangan WHO.


&amp;ldquo;WHO itu kan. Tentu saja kita akan mematuhi regulasi yang ditetapkan WHO karena itu ketetapan internasional ya,&amp;rdquo; kata Muhadjir dikutip dari keterangan resminya, Kamis (22/12/2022).

Namun, ia menyebutkan, pemerintah Indonesia punya tindakan-tindakan untuk penanganan Covid-19. Termasuk kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang selama ini dijalankan untuk menekan transmisi penularan Covid-19.

&amp;ldquo;Tetapi bukan berarti kita tidak boleh melakukan tindakan-tindakan termasuk pengambilan keputusan yang memang dipandang sudah tepat, yang agak berbeda dengan WHO,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMS8xLzE1OTE5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Karena itu, Muhadjir menyatakan, dengan adanya sinyal Presiden Joko Widodo yang ingin mencabut PPKM, Indonesia dianggap telah siap.

&amp;ldquo;Kita tinggal nunggu perintah dari Bapak Presiden tapi secara persiapan Insya Allah sudah siap.&amp;rdquo;

BACA JUGA:Simak! Ini Pernyataan Lengkap Jokowi soal Hentikan PPKM

&amp;ldquo;Ini kan selalu saya katakan bahwa de facto kita ini sebetulnya sudah keluar dari pandemi, ini tinggal karena untuk menetapkan kapan berakhirnya pandemi itu kan keputusan dari WHO bukan dari kita,&amp;rdquo; ujarnya.



Apalagi, Muhadjir mengatakan jika virus Covid-19 saat ini sudah tidak seganas ketika awal pandemi. Mengingat, herd immunity sudah terbentuk dari vaksinasi yang dilakukan selama ini. Meski begitu, dia meminta untuk tetap waspada.



&amp;ldquo;Sehingga, kita tentu saja tetap harus waspada karena ternyata kan juga varian-varian baru terus bermunculan kan walaupun varian baru itu sudah terbukti tidak seganas dan tidak mematikan dari varian yang awal-awal ya, tetapi juga bukan berarti kita lengah,&amp;rdquo; katanya.



&amp;ldquo;Jadi sebetulnya praktek sehari-hari kita ini kan juga sudah, sudah, sudah tidak ada PPKM ya kan gitu,&amp;rdquo; tambah Muhadjir.

</content:encoded></item></channel></rss>
