<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Kepala Polisi Seoul Jalani Persidangan Terkait Tragedi Haloween Itaewon</title><description>Tragedi pesta Halloween Itaewon menewaskan 158 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/23/18/2733176/mantan-kepala-polisi-seoul-jalani-persidangan-terkait-tragedi-haloween-itaewon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/23/18/2733176/mantan-kepala-polisi-seoul-jalani-persidangan-terkait-tragedi-haloween-itaewon"/><item><title>Mantan Kepala Polisi Seoul Jalani Persidangan Terkait Tragedi Haloween Itaewon</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/23/18/2733176/mantan-kepala-polisi-seoul-jalani-persidangan-terkait-tragedi-haloween-itaewon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/23/18/2733176/mantan-kepala-polisi-seoul-jalani-persidangan-terkait-tragedi-haloween-itaewon</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2022 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/23/18/2733176/mantan-kepala-polisi-seoul-jalani-persidangan-terkait-tragedi-haloween-itaewon-cWqTVFg4iv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dua polisi berjaga di lokasi tragedi Pesta Halloween Itaewon, Korea Selatan, 30 Oktober 2022. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/23/18/2733176/mantan-kepala-polisi-seoul-jalani-persidangan-terkait-tragedi-haloween-itaewon-cWqTVFg4iv.jpg</image><title>Dua polisi berjaga di lokasi tragedi Pesta Halloween Itaewon, Korea Selatan, 30 Oktober 2022. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Seorang mantan kepala polisi Korea Selatan pada Jumat menghadiri sidang pemeriksaan terkait tragedi Itaewon pada Oktober lalu yang menewaskan 158 orang.
Sidang itu digelar untuk memutuskan apakah Lee Im-jae, mantan kepala Kantor Polisi Yongsan, harus ditahan atas dugaan kegagalan merespons insiden maut di kawasan Itaewon, Seoul, itu. Ini merupakan upaya kedua kejaksaan untuk meminta surat penangkapan terhadap Lee setelah permohonan sebelumnya ditolak awal bulan ini.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tragedi Pesta Halloween Itaewon, 2 Mantan Petugas Polisi Seoul Ditangkap karena Dituduh Menghancurkan Barang Bukti

Pengadilan pada saat itu menyebutkan perlunya jaminan bagi tersangka untuk mendapatkan hak membela diri.
&quot;Saya minta maaf dan sekali lagi maaf sebagai kepala kantor polisi pada saat itu,&quot; kata Lee kepada wartawan saat tiba di Pengadilan Negeri Bagian Barat Seoul, sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Keputusan untuk menyetujui atau menolak surat penangkapan terhadap dirinya dijadwalkan akan keluar pada Jumat, (23/12/2022) malam atau Sabtu, (24/12/2022) pagi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Polisi yang Diselidiki Terkait Tragedi Pesta Halloween Itaewon Ditemukan Tewas

Lee telah dituntut dengan pasal kelalaian dalam bertugas dan pasal pembunuhan akibat kelalaian yang menyebabkan 158 orang tewas.
Mantan kepala polisi itu juga dituduh terlambat tiba di lokasi kejadian, yaitu sekitar 50 menit setelah insiden terjadi.Dia juga dituduh tidak mengambil tindakan yang cukup untuk mengendalikan massa setelah sebelumnya muncul peringatan tentang massa yang berdesak-desakan dalam perayaan Halloween itu, kata polisi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMC8xLzE1NTg5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagian besar korban tewas dalam tragedi yang terjadi pada 29 Oktober itu berusia sekitar 20-30 tahun.
Peristiwa itu terjadi setelah pengunjung pesta membanjiri gang-gang sempit di Itaewon untuk merayakan festival Halloween pertama sejak pandemi COVID-19 melanda.
</description><content:encoded>SEOUL - Seorang mantan kepala polisi Korea Selatan pada Jumat menghadiri sidang pemeriksaan terkait tragedi Itaewon pada Oktober lalu yang menewaskan 158 orang.
Sidang itu digelar untuk memutuskan apakah Lee Im-jae, mantan kepala Kantor Polisi Yongsan, harus ditahan atas dugaan kegagalan merespons insiden maut di kawasan Itaewon, Seoul, itu. Ini merupakan upaya kedua kejaksaan untuk meminta surat penangkapan terhadap Lee setelah permohonan sebelumnya ditolak awal bulan ini.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tragedi Pesta Halloween Itaewon, 2 Mantan Petugas Polisi Seoul Ditangkap karena Dituduh Menghancurkan Barang Bukti

Pengadilan pada saat itu menyebutkan perlunya jaminan bagi tersangka untuk mendapatkan hak membela diri.
&quot;Saya minta maaf dan sekali lagi maaf sebagai kepala kantor polisi pada saat itu,&quot; kata Lee kepada wartawan saat tiba di Pengadilan Negeri Bagian Barat Seoul, sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Keputusan untuk menyetujui atau menolak surat penangkapan terhadap dirinya dijadwalkan akan keluar pada Jumat, (23/12/2022) malam atau Sabtu, (24/12/2022) pagi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Polisi yang Diselidiki Terkait Tragedi Pesta Halloween Itaewon Ditemukan Tewas

Lee telah dituntut dengan pasal kelalaian dalam bertugas dan pasal pembunuhan akibat kelalaian yang menyebabkan 158 orang tewas.
Mantan kepala polisi itu juga dituduh terlambat tiba di lokasi kejadian, yaitu sekitar 50 menit setelah insiden terjadi.Dia juga dituduh tidak mengambil tindakan yang cukup untuk mengendalikan massa setelah sebelumnya muncul peringatan tentang massa yang berdesak-desakan dalam perayaan Halloween itu, kata polisi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMC8xLzE1NTg5MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagian besar korban tewas dalam tragedi yang terjadi pada 29 Oktober itu berusia sekitar 20-30 tahun.
Peristiwa itu terjadi setelah pengunjung pesta membanjiri gang-gang sempit di Itaewon untuk merayakan festival Halloween pertama sejak pandemi COVID-19 melanda.
</content:encoded></item></channel></rss>
