<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Tokoh Legendaris yang Terkenal Ahli Strategi Perang, Nomor 3 dari Indonesia</title><description>Dalam peperangan, pemimpin harus mengimplementasikan strategi yang sangat baik dan hati-hati agar bisa melumpuhkan musuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/25/337/2733533/4-tokoh-legendaris-yang-terkenal-ahli-strategi-perang-nomor-3-dari-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/25/337/2733533/4-tokoh-legendaris-yang-terkenal-ahli-strategi-perang-nomor-3-dari-indonesia"/><item><title>4 Tokoh Legendaris yang Terkenal Ahli Strategi Perang, Nomor 3 dari Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/25/337/2733533/4-tokoh-legendaris-yang-terkenal-ahli-strategi-perang-nomor-3-dari-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/25/337/2733533/4-tokoh-legendaris-yang-terkenal-ahli-strategi-perang-nomor-3-dari-indonesia</guid><pubDate>Minggu 25 Desember 2022 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/24/337/2733533/4-tokoh-legendaris-yang-terkenal-ahli-strategi-perang-nomor-3-dari-indonesia-jR74ieGz52.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/24/337/2733533/4-tokoh-legendaris-yang-terkenal-ahli-strategi-perang-nomor-3-dari-indonesia-jR74ieGz52.jpg</image><title>Tangkapan layar media sosial</title></images><description>JAKARTA - Dalam peperangan, pemimpin harus mengimplementasikan strategi yang sangat baik dan hati-hati agar bisa melumpuhkan musuh. Beberapa tokoh legendaris dunia memiliki kemampuan tersebut, salah satunya Jenderal Soedirman. Berikut informasi lengkapnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: 3 Jenderal TNI yang Taat Ibadah dan Tidak Tinggalkan Wudhu)
1.	Sun Tzu
Sun Tzu adalah ahli perang terkenal asal China yang menulis buku berjudul The Art of War atau Seni dalam Berperang. Sebenarnya, tidak ada yang bisa memastikan tahun berapa buku ini ditulis. Namun, sebagian besar ahli memprediksi bahwa buku ini ditulis antara tahun 475 sampai 221 SM.
Tokoh yang juga dikenal dengan nama Sunzi ini adalah seorang jenderal di negara bagian Wu. Bukunya menjadi panduan bagi banyak penguasa dan komandan karena dirasa sangat penting. Sun Tzu menekankan pentingnya pasukan mengetahui informasi akurat tentang kekuatan musuh, strategi penyebaran musuh, hingga pergerakannya. Salah satu tokoh besar China yang menjadikan buku Sun Tzu sebagai pijakan adalah Mao Zedong.

2.	Genghis Khan
Pendiri Kekaisaran Mongol, Genghis Khan, adalah seorang ahli strategi perang dan pejuang di Asia pada abad ke-13. Salah satu taktik perangnya yang paling terkenal adalah serangan petir. Khan dan pasukannya akan menyerang dengan sangat cepat dan mendadak. Contohnya adalah saat Khan gagal merebut Kota Dongchan pada tahun 1213 dan memutuskan untuk mundur. Pihak musuh mengira bahwa ia telah benar-benar menyerah. Tanpa disangka, Genghis Khan beserta pasukannya melakukan serangan balik yang sangat cepat dan mendadak.
3.	Jenderal Soedirman
Jenderal Soedirman adalah tokoh militer sekaligus ahli strategi perang yang dimiliki Indonesia. Ia terkenal dengan perang gerilya di tahun 1949. Saat itu, strategi perang dengan bergerilya belum banyak digunakan oleh banyak pihak, termasuk tentara asing.Dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (2020) berjudul &amp;lsquo;Latar Alam Geomorfologis Persitiwa Perang Gerilya Jenderal Besar Sudirman (1948-1949)&amp;rsquo;, strategi gerilya hadir dengan karakteristik minim kekuatan militer.
Maka dari itu, dibutuhkan pemimpin cerdas untuk mengimplementasikan strategi ini. Jenderal Soedirman adalah sosok yang dinilai brilian dalam menjalankan strategi gerilya. Meskipun saat itu, ia harus ditandu oleh pasukannya karena sedang dalam kondisi sakit keras. Selama bergerilya, rute yang ditempuh Soedirman dan pasukannya kurang lebih mencapai seribu kilometer, selama 7 bulan.
4. Napoleon Bonaparte
Pemimpin militer dan Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte, adalah tokoh legendaris yang juga ahli strategi perang. Melansir laman History, Napoleon disebut sebagai sosok yang cerdas, terampil, dan sangat ambisius. Ia berhasil mengobarkan perang melawan negara-negara koalisi di Eropa dan menancapkan hegemoninya di banyak negara. Serupa dengan Genghis Khan, Napoleon menerapkan strategi penyerangan musuh dengan cepat dan relatif senyap.


Salah satu perang yang dilakukan Napoleon adalah Perang Jawa pada tahun 1811. Prancis berusaha merebut tanah Jawa yang kaya akan rempah, dari tangan Inggris.
Dalam artikel yang ditulis oleh Djoko Marihandono berjudul &amp;lsquo;Strategi Pertahanan Napoleon Bonaparte di Jawa (1810-1811)&amp;rsquo;, Napoleon yang menunjuk Daendels sebagai pemimpin di Nusantara melakukan restrukturisasi militer hingga 3 kali, yakni pada Februari 1808, Desember 1908, dan April 1811. Napoleon juga membentuk pasukan Jayesengkar dan Prangwedono, yang terdiri dari pribumi demi memperkuat militernya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam peperangan, pemimpin harus mengimplementasikan strategi yang sangat baik dan hati-hati agar bisa melumpuhkan musuh. Beberapa tokoh legendaris dunia memiliki kemampuan tersebut, salah satunya Jenderal Soedirman. Berikut informasi lengkapnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: 3 Jenderal TNI yang Taat Ibadah dan Tidak Tinggalkan Wudhu)
1.	Sun Tzu
Sun Tzu adalah ahli perang terkenal asal China yang menulis buku berjudul The Art of War atau Seni dalam Berperang. Sebenarnya, tidak ada yang bisa memastikan tahun berapa buku ini ditulis. Namun, sebagian besar ahli memprediksi bahwa buku ini ditulis antara tahun 475 sampai 221 SM.
Tokoh yang juga dikenal dengan nama Sunzi ini adalah seorang jenderal di negara bagian Wu. Bukunya menjadi panduan bagi banyak penguasa dan komandan karena dirasa sangat penting. Sun Tzu menekankan pentingnya pasukan mengetahui informasi akurat tentang kekuatan musuh, strategi penyebaran musuh, hingga pergerakannya. Salah satu tokoh besar China yang menjadikan buku Sun Tzu sebagai pijakan adalah Mao Zedong.

2.	Genghis Khan
Pendiri Kekaisaran Mongol, Genghis Khan, adalah seorang ahli strategi perang dan pejuang di Asia pada abad ke-13. Salah satu taktik perangnya yang paling terkenal adalah serangan petir. Khan dan pasukannya akan menyerang dengan sangat cepat dan mendadak. Contohnya adalah saat Khan gagal merebut Kota Dongchan pada tahun 1213 dan memutuskan untuk mundur. Pihak musuh mengira bahwa ia telah benar-benar menyerah. Tanpa disangka, Genghis Khan beserta pasukannya melakukan serangan balik yang sangat cepat dan mendadak.
3.	Jenderal Soedirman
Jenderal Soedirman adalah tokoh militer sekaligus ahli strategi perang yang dimiliki Indonesia. Ia terkenal dengan perang gerilya di tahun 1949. Saat itu, strategi perang dengan bergerilya belum banyak digunakan oleh banyak pihak, termasuk tentara asing.Dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (2020) berjudul &amp;lsquo;Latar Alam Geomorfologis Persitiwa Perang Gerilya Jenderal Besar Sudirman (1948-1949)&amp;rsquo;, strategi gerilya hadir dengan karakteristik minim kekuatan militer.
Maka dari itu, dibutuhkan pemimpin cerdas untuk mengimplementasikan strategi ini. Jenderal Soedirman adalah sosok yang dinilai brilian dalam menjalankan strategi gerilya. Meskipun saat itu, ia harus ditandu oleh pasukannya karena sedang dalam kondisi sakit keras. Selama bergerilya, rute yang ditempuh Soedirman dan pasukannya kurang lebih mencapai seribu kilometer, selama 7 bulan.
4. Napoleon Bonaparte
Pemimpin militer dan Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte, adalah tokoh legendaris yang juga ahli strategi perang. Melansir laman History, Napoleon disebut sebagai sosok yang cerdas, terampil, dan sangat ambisius. Ia berhasil mengobarkan perang melawan negara-negara koalisi di Eropa dan menancapkan hegemoninya di banyak negara. Serupa dengan Genghis Khan, Napoleon menerapkan strategi penyerangan musuh dengan cepat dan relatif senyap.


Salah satu perang yang dilakukan Napoleon adalah Perang Jawa pada tahun 1811. Prancis berusaha merebut tanah Jawa yang kaya akan rempah, dari tangan Inggris.
Dalam artikel yang ditulis oleh Djoko Marihandono berjudul &amp;lsquo;Strategi Pertahanan Napoleon Bonaparte di Jawa (1810-1811)&amp;rsquo;, Napoleon yang menunjuk Daendels sebagai pemimpin di Nusantara melakukan restrukturisasi militer hingga 3 kali, yakni pada Februari 1808, Desember 1908, dan April 1811. Napoleon juga membentuk pasukan Jayesengkar dan Prangwedono, yang terdiri dari pribumi demi memperkuat militernya.

</content:encoded></item></channel></rss>
