<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Natal 2022, Momentum Kukuhkan Kembali Persaudaraan</title><description>Hari Raya Natal 2022 merupakan momentum untuk mengukuhkan kembali persaudaraanse-Tanah Air.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/25/337/2733703/natal-2022-momentum-kukuhkan-kembali-persaudaraan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/25/337/2733703/natal-2022-momentum-kukuhkan-kembali-persaudaraan"/><item><title>Natal 2022, Momentum Kukuhkan Kembali Persaudaraan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/25/337/2733703/natal-2022-momentum-kukuhkan-kembali-persaudaraan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/25/337/2733703/natal-2022-momentum-kukuhkan-kembali-persaudaraan</guid><pubDate>Minggu 25 Desember 2022 03:33 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/25/337/2733703/natal-2022-momentum-kukuhkan-kembali-persaudaraan-inQhVd84vm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Eksekutif Said Aqiel Siradj Institute Sadullah Affandy (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/25/337/2733703/natal-2022-momentum-kukuhkan-kembali-persaudaraan-inQhVd84vm.jpg</image><title>Direktur Eksekutif Said Aqiel Siradj Institute Sadullah Affandy (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Hari Raya Natal 2022 merupakan momentum untuk mengukuhkan kembali persaudaraan (Ukhuwah Wathaniyah) se-Tanah Air.

&quot;Kewajiban kita semua sebagai warga negara untuk saling menghormati tradisi dan kepercayaan saudara sebangsa kita yang lain,&quot; kata Direktur Eksekutif Said Aqiel Siradj (SAS) Institute Sa'dullah Affandy melalui keterangan tertulis di Jakarta dikutip Antara, Sabtu 24 Desember 2022.
BACA JUGA:Malam Misa Natal, Bima Arya: Situasi di Bogor Aman dan Kondusif&amp;nbsp;
Menurut Sa'dullah, semangat Natal kali ini sudah saatnya mempererat jalinan persaudaraan yang telah bertunas, mekar, dan tumbuh menjadi realitas dalam kehidupan Bangsa Indonesia selama berabad-abad.

Jalinan persaudaraan yang terbangun, menurut Sa'dullah, secara konseptual dan teoritis menjadi realita kehidupan masyarakat Indonesia. Saat ini, kelompok mainstream dari setiap kelompok agama mengedepankan dialog untuk mengatasi perbedaan.

&quot;Jikapun ada orang atau kelompok yang masih menggunakan kekerasan untuk menyerang kelompok atau agama lain, dapat dipastikan hanyalah oknum dari agama tersebut,&quot; ujar Sa'dullah.

Sa'dullah menambahkan, kekerasan yang terjadi terhadap salah satu kelompok agama, maka tidak mencerminkan agama mayoritas.
BACA JUGA:Didampingi Kapolda Jateng, Ganjar Tinjau Misa Natal di Semarang: Semoga Bahagia Selalu&amp;nbsp;
Kitab suci Alquran, kata dia, mewariskan kelembutan, kasih sayang, dan kerendahan hati terhadap seluruh umat manusia. &quot;Yang diajarkannya merupakan nilai universal, kebenaran dan kesetaraan sosial, cinta kasih, dan persaudaraan,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Hari Raya Natal 2022 merupakan momentum untuk mengukuhkan kembali persaudaraan (Ukhuwah Wathaniyah) se-Tanah Air.

&quot;Kewajiban kita semua sebagai warga negara untuk saling menghormati tradisi dan kepercayaan saudara sebangsa kita yang lain,&quot; kata Direktur Eksekutif Said Aqiel Siradj (SAS) Institute Sa'dullah Affandy melalui keterangan tertulis di Jakarta dikutip Antara, Sabtu 24 Desember 2022.
BACA JUGA:Malam Misa Natal, Bima Arya: Situasi di Bogor Aman dan Kondusif&amp;nbsp;
Menurut Sa'dullah, semangat Natal kali ini sudah saatnya mempererat jalinan persaudaraan yang telah bertunas, mekar, dan tumbuh menjadi realitas dalam kehidupan Bangsa Indonesia selama berabad-abad.

Jalinan persaudaraan yang terbangun, menurut Sa'dullah, secara konseptual dan teoritis menjadi realita kehidupan masyarakat Indonesia. Saat ini, kelompok mainstream dari setiap kelompok agama mengedepankan dialog untuk mengatasi perbedaan.

&quot;Jikapun ada orang atau kelompok yang masih menggunakan kekerasan untuk menyerang kelompok atau agama lain, dapat dipastikan hanyalah oknum dari agama tersebut,&quot; ujar Sa'dullah.

Sa'dullah menambahkan, kekerasan yang terjadi terhadap salah satu kelompok agama, maka tidak mencerminkan agama mayoritas.
BACA JUGA:Didampingi Kapolda Jateng, Ganjar Tinjau Misa Natal di Semarang: Semoga Bahagia Selalu&amp;nbsp;
Kitab suci Alquran, kata dia, mewariskan kelembutan, kasih sayang, dan kerendahan hati terhadap seluruh umat manusia. &quot;Yang diajarkannya merupakan nilai universal, kebenaran dan kesetaraan sosial, cinta kasih, dan persaudaraan,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
