<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI Yudo Margono soal Anggaran: Harus Pandai Memprioritaskan</title><description>Di tengah dinamika anggaran negara kita yang mengharuskan untuk pandai-pandai menentukan prioritas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/26/337/2734508/panglima-tni-yudo-margono-soal-anggaran-harus-pandai-memprioritaskan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/26/337/2734508/panglima-tni-yudo-margono-soal-anggaran-harus-pandai-memprioritaskan"/><item><title>Panglima TNI Yudo Margono soal Anggaran: Harus Pandai Memprioritaskan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/26/337/2734508/panglima-tni-yudo-margono-soal-anggaran-harus-pandai-memprioritaskan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/26/337/2734508/panglima-tni-yudo-margono-soal-anggaran-harus-pandai-memprioritaskan</guid><pubDate>Senin 26 Desember 2022 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/26/337/2734508/panglima-tni-yudo-margono-soal-anggaran-harus-pandai-memprioritaskan-YWJLmiDSY4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Yudo Margono (Foto : Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/26/337/2734508/panglima-tni-yudo-margono-soal-anggaran-harus-pandai-memprioritaskan-YWJLmiDSY4.jpg</image><title>Panglima TNI Yudo Margono (Foto : Antara)</title></images><description>JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan, di tengah dinamika anggaran negara, dirinya harus pandai menentukan prioritas, harus berusaha mengalokasikan anggaran untuk membangun sarana dan prasarana tanpa mengesampingkan modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista).

&quot;Di tengah dinamika anggaran negara kita yang mengharuskan untuk pandai-pandai menentukan prioritas, juga kita berusaha mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sarana prasarana personel tanpa mengesampingkan pembangunan modernisasi dan kesiapan alutsista,&quot; kata Yudo di Komando Latihan (Kolat) Koarmada, Jakarta Utara, Senin  (26/12/2022).

Yudo mengatakan, kesejahteraan prajurit merupakan hal utama, namun modernisasi alutsista juga menjadi fokusnya.

&quot;Nah ini semua (16 infrastruktur TNI AL) ya kita bangun untuk kesejahteraan prajurit. Ya tentunya sesuai dengan prioritas saya untuk sumber daya manusia yang unggul, professional, dan tangguh,&quot; kata Yudo.

&quot;Kita tidak mengesampingkan tentang modernisasi alutsista kita. Setiap tahun anggaran, kita selalu membangun alutsista yang sifatnya alutsista kapal-kapal patroli, kemudian pesawat latih, dan juga sea rider,&quot; sambungnya.

Sehingga, kata Yudo, semuanya menjadi seimbang. Dengan SDM yang tangguh dan profesional, maka mereka juga mampu mengawaki alutsista.

Yudo Margono pun menargetkan Minimum Essential Force (MEF) atau kekuatan pokok minimum armada TNI AL mencapai 85 persen pada 2024 mendatang.

BACA JUGA:Bangun 16 Infrasruktur TNI AL, Panglima TNI: Kesejahteraan Prajurit yang Utama Bagi Saya

Yudo mengatakan, masih ada waktu dua tahun untuk membangun alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah ada. Serta menambah personel di satuan pendidikan.

&quot;Mudah-mudahan waktu dua tahun nanti 2023-2024, masih ada waktu 2 tahun dan juga kita sudah membangun alutsista yang ada, dan juga menambah personel di satdik 1,2,3 dan nanti kemungkinan akan beroperasi satdik 4,&quot; katanya.

&quot;Tentunya nanti dari sisi pemenuhan personel maupun alutsista bisa mencapai 80-85 persen, harapannya di 2024,&quot; sambungnya.Lebih lanjut Yudo mengatakan, bahwa masih sulit untuk mencapai 100 persen kekuatan pokok minimum armada TNI AL di 2024.

&quot;Kalau 100 saya kira agak sulit memang ada unsur-unsur kita yang sudah tua yang juga harus memasuki proses push,&quot; katanya.

Meskipun sulit mencapai 100 persen, namun dengan target 85 persen, Yudo menegaskan bahwa pihaknya harus melakukan perencanaan yang strategis.

&quot;Sehingga ini tidak bisa dihindari lagi. sehingga kita bisa hitung untuk perencanaan strategis setelah MEF 2024 nanti,&quot; ucapnya.

Untuk itu Yudo meminta agar alutsista maupun peralatan tua dapat segera diperbaiki. &quot;Peralatan alutsista maupun peralatan-peralatan yang sudah tua juga segera di-push,&quot; kata Yudo.</description><content:encoded>JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan, di tengah dinamika anggaran negara, dirinya harus pandai menentukan prioritas, harus berusaha mengalokasikan anggaran untuk membangun sarana dan prasarana tanpa mengesampingkan modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista).

&quot;Di tengah dinamika anggaran negara kita yang mengharuskan untuk pandai-pandai menentukan prioritas, juga kita berusaha mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sarana prasarana personel tanpa mengesampingkan pembangunan modernisasi dan kesiapan alutsista,&quot; kata Yudo di Komando Latihan (Kolat) Koarmada, Jakarta Utara, Senin  (26/12/2022).

Yudo mengatakan, kesejahteraan prajurit merupakan hal utama, namun modernisasi alutsista juga menjadi fokusnya.

&quot;Nah ini semua (16 infrastruktur TNI AL) ya kita bangun untuk kesejahteraan prajurit. Ya tentunya sesuai dengan prioritas saya untuk sumber daya manusia yang unggul, professional, dan tangguh,&quot; kata Yudo.

&quot;Kita tidak mengesampingkan tentang modernisasi alutsista kita. Setiap tahun anggaran, kita selalu membangun alutsista yang sifatnya alutsista kapal-kapal patroli, kemudian pesawat latih, dan juga sea rider,&quot; sambungnya.

Sehingga, kata Yudo, semuanya menjadi seimbang. Dengan SDM yang tangguh dan profesional, maka mereka juga mampu mengawaki alutsista.

Yudo Margono pun menargetkan Minimum Essential Force (MEF) atau kekuatan pokok minimum armada TNI AL mencapai 85 persen pada 2024 mendatang.

BACA JUGA:Bangun 16 Infrasruktur TNI AL, Panglima TNI: Kesejahteraan Prajurit yang Utama Bagi Saya

Yudo mengatakan, masih ada waktu dua tahun untuk membangun alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah ada. Serta menambah personel di satuan pendidikan.

&quot;Mudah-mudahan waktu dua tahun nanti 2023-2024, masih ada waktu 2 tahun dan juga kita sudah membangun alutsista yang ada, dan juga menambah personel di satdik 1,2,3 dan nanti kemungkinan akan beroperasi satdik 4,&quot; katanya.

&quot;Tentunya nanti dari sisi pemenuhan personel maupun alutsista bisa mencapai 80-85 persen, harapannya di 2024,&quot; sambungnya.Lebih lanjut Yudo mengatakan, bahwa masih sulit untuk mencapai 100 persen kekuatan pokok minimum armada TNI AL di 2024.

&quot;Kalau 100 saya kira agak sulit memang ada unsur-unsur kita yang sudah tua yang juga harus memasuki proses push,&quot; katanya.

Meskipun sulit mencapai 100 persen, namun dengan target 85 persen, Yudo menegaskan bahwa pihaknya harus melakukan perencanaan yang strategis.

&quot;Sehingga ini tidak bisa dihindari lagi. sehingga kita bisa hitung untuk perencanaan strategis setelah MEF 2024 nanti,&quot; ucapnya.

Untuk itu Yudo meminta agar alutsista maupun peralatan tua dapat segera diperbaiki. &quot;Peralatan alutsista maupun peralatan-peralatan yang sudah tua juga segera di-push,&quot; kata Yudo.</content:encoded></item></channel></rss>
