<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Catat 93.064 Jiwa Mengungsi dan 8 Orang Meninggal dalam Sepekan Terakhir</title><description>Jumlah kejadian bencana sebanyak 49 kejadian terhitung sejak sepekan ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/26/337/2734595/bnpb-catat-93-064-jiwa-mengungsi-dan-8-orang-meninggal-dalam-sepekan-terakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/26/337/2734595/bnpb-catat-93-064-jiwa-mengungsi-dan-8-orang-meninggal-dalam-sepekan-terakhir"/><item><title>BNPB Catat 93.064 Jiwa Mengungsi dan 8 Orang Meninggal dalam Sepekan Terakhir</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/26/337/2734595/bnpb-catat-93-064-jiwa-mengungsi-dan-8-orang-meninggal-dalam-sepekan-terakhir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/26/337/2734595/bnpb-catat-93-064-jiwa-mengungsi-dan-8-orang-meninggal-dalam-sepekan-terakhir</guid><pubDate>Senin 26 Desember 2022 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/26/337/2734595/bnpb-catat-93-064-jiwa-mengungsi-dan-8-orang-meninggal-dalam-sepekan-terakhir-i4ope2rC8e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BNPB merilis data terkait jumlah pengungsi akibat bencana yang terjadi sepekan terakhir (Foto: Tangkapan layar) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/26/337/2734595/bnpb-catat-93-064-jiwa-mengungsi-dan-8-orang-meninggal-dalam-sepekan-terakhir-i4ope2rC8e.jpg</image><title>BNPB merilis data terkait jumlah pengungsi akibat bencana yang terjadi sepekan terakhir (Foto: Tangkapan layar) </title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 49 kali bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang periode sepekan yakni 19-25 Desember 2022.

&quot;Jumlah kejadian bencana sebanyak 49 kejadian terhitung sejak sepekan ini,&quot; kata Plt Kepala Pusat Data, dan Informasi BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers, Selasa (26/12/2022).

Adapun kejadian bencana alam yang mendominasi adalah cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor. Rinciannya, bencana banjir terjadi sebanyak 25 kali, tanah longsor 5 kali, cuaca ekstrem 16 kali. Sementara itu gempa bumi terjadi sebanyak 1 kali, dan gelombang pasang dan abrasi 2 kali.

&quot;Dari dampak bencana alam tersebut menimbulkan 8 orang meninggal dunia, hilang 4 jiwa, dan mengungsi 93.064 jiwa,&quot; ujarnya.

Abdul mengatakan tren bencana alam pada periode ini merupakan hidrometeorologi basah, yang dipicu oleh cuaca ektrem, angin kencanc dan hujan deras. Bencana ini, dinilainya juga bisa datang secara seketika.

BACA JUGA:Banjir Meninggi, Warga di Makassar Dievakuasi Tim SAR ke Pengungsian

Untuk itu, BNPB mengimbau bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana alam yang diprediksi masih terus berlangsung hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

&quot;Selain itu, kita juga meminta peran dari pemerintah daerah, TNI-Polri juga harus kita siap,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 49 kali bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang periode sepekan yakni 19-25 Desember 2022.

&quot;Jumlah kejadian bencana sebanyak 49 kejadian terhitung sejak sepekan ini,&quot; kata Plt Kepala Pusat Data, dan Informasi BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers, Selasa (26/12/2022).

Adapun kejadian bencana alam yang mendominasi adalah cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor. Rinciannya, bencana banjir terjadi sebanyak 25 kali, tanah longsor 5 kali, cuaca ekstrem 16 kali. Sementara itu gempa bumi terjadi sebanyak 1 kali, dan gelombang pasang dan abrasi 2 kali.

&quot;Dari dampak bencana alam tersebut menimbulkan 8 orang meninggal dunia, hilang 4 jiwa, dan mengungsi 93.064 jiwa,&quot; ujarnya.

Abdul mengatakan tren bencana alam pada periode ini merupakan hidrometeorologi basah, yang dipicu oleh cuaca ektrem, angin kencanc dan hujan deras. Bencana ini, dinilainya juga bisa datang secara seketika.

BACA JUGA:Banjir Meninggi, Warga di Makassar Dievakuasi Tim SAR ke Pengungsian

Untuk itu, BNPB mengimbau bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana alam yang diprediksi masih terus berlangsung hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

&quot;Selain itu, kita juga meminta peran dari pemerintah daerah, TNI-Polri juga harus kita siap,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
