<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reshuffle Kabinet Dinilai Baik untuk Presiden Jokowi dan Nasdem</title><description>Reshuffle Kabinet Dinilai Baik untuk Presiden Jokowi dan Nasdem
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/27/337/2734973/reshuffle-kabinet-dinilai-baik-untuk-presiden-jokowi-dan-nasdem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/27/337/2734973/reshuffle-kabinet-dinilai-baik-untuk-presiden-jokowi-dan-nasdem"/><item><title>Reshuffle Kabinet Dinilai Baik untuk Presiden Jokowi dan Nasdem</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/27/337/2734973/reshuffle-kabinet-dinilai-baik-untuk-presiden-jokowi-dan-nasdem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/27/337/2734973/reshuffle-kabinet-dinilai-baik-untuk-presiden-jokowi-dan-nasdem</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2022 12:23 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/27/337/2734973/reshuffle-kabinet-dinilai-baik-untuk-presiden-jokowi-dan-nasdem-EnCGSjjq4c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto : Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/27/337/2734973/reshuffle-kabinet-dinilai-baik-untuk-presiden-jokowi-dan-nasdem-EnCGSjjq4c.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto : Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menyebutkan, isu reshuffle kabinet akan berdampak baik bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun demokrasi Indonesia.

&quot;Reshuffle ini baik bagi Pak Jokowi dan juga Nasdem. Agar keduanya bisa fokus pada pilihan politiknya masing-masing,&quot; ujar Ray Rangkuti, Selasa (27/12/2022).

Partai Nasional Demokrat (Nasdem), kata Ray, telah berselera lain yakni memilih mendukung antitesis Presiden RI Jokowi. Konsekuensinya, kata Ray, yakni berada di luar barisan pemerintahan Jokowi.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMy8xLzE1OTM0Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


&quot;Itulah nalar politiknya. Jangan mau diambil semua. Mendukung antitesa Pak Jokowi, namun di saat yang sama berada di kabinet Pak Jokowi. Tak elok macam ini,&quot; ucap Ray Rangkuti.

Apalagi, ia menambahkan, sejumlah menteri Nasdem kurang memiliki catatan fenomenal dalam kinerjanya. Ditambah perbedaan politik antara Nasdem dengan Jokowi.

&quot;Nasdem tentu bisa menolak reshuffle. Tapi itu penolakan yang sama sekali berdasar politik. Artinya, sekalipun ditolak oleh Nasdem tidak dengan sendirinya menjadi dasar bagi Pak Jokowi untuk tidak dapat melaksanakan reshuffle,&quot; tutur Ray.

Ia menilai, pergantian menteri tersebut hanya soal waktu.

BACA JUGA:Reshuffle Kabinet, Ini 2 Indikasi Menteri-Menteri dari Partai Nasdem Rawan Tersingkir

&quot;Reshuffle ini akan dilakukan oleh Pak Jokowi. Setidaknya bulan Maret-April tahun depan (2023),&quot; tutur Ray.

Sebagaimana diketahui, wacana reshuffle kabinet disampaikan Presiden RI Jokowi dalam beberapa kesempatan kunjungan kerjanya.

&quot;Mungkin. Ya nanti,&quot; ujar Jokowi saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle Kabinet Indonesia Maju di Bendungan Sukamahi, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (23/12/2022) lalu.

Awak media kemudian kembali menanyakan perihal reshuffle saat Jokowi meresmikan pengembangan Stasiun Manggarai Tahap I pada Senin (26/12/2022).

&quot;Ya dengar, Reshuffle?&quot; kata Jokowi.

Namun Jokowi tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya tersenyum sembari mengangguk kepada awak media yang bertanya terkait reshuffle.
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menyebutkan, isu reshuffle kabinet akan berdampak baik bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun demokrasi Indonesia.

&quot;Reshuffle ini baik bagi Pak Jokowi dan juga Nasdem. Agar keduanya bisa fokus pada pilihan politiknya masing-masing,&quot; ujar Ray Rangkuti, Selasa (27/12/2022).

Partai Nasional Demokrat (Nasdem), kata Ray, telah berselera lain yakni memilih mendukung antitesis Presiden RI Jokowi. Konsekuensinya, kata Ray, yakni berada di luar barisan pemerintahan Jokowi.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMy8xLzE1OTM0Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


&quot;Itulah nalar politiknya. Jangan mau diambil semua. Mendukung antitesa Pak Jokowi, namun di saat yang sama berada di kabinet Pak Jokowi. Tak elok macam ini,&quot; ucap Ray Rangkuti.

Apalagi, ia menambahkan, sejumlah menteri Nasdem kurang memiliki catatan fenomenal dalam kinerjanya. Ditambah perbedaan politik antara Nasdem dengan Jokowi.

&quot;Nasdem tentu bisa menolak reshuffle. Tapi itu penolakan yang sama sekali berdasar politik. Artinya, sekalipun ditolak oleh Nasdem tidak dengan sendirinya menjadi dasar bagi Pak Jokowi untuk tidak dapat melaksanakan reshuffle,&quot; tutur Ray.

Ia menilai, pergantian menteri tersebut hanya soal waktu.

BACA JUGA:Reshuffle Kabinet, Ini 2 Indikasi Menteri-Menteri dari Partai Nasdem Rawan Tersingkir

&quot;Reshuffle ini akan dilakukan oleh Pak Jokowi. Setidaknya bulan Maret-April tahun depan (2023),&quot; tutur Ray.

Sebagaimana diketahui, wacana reshuffle kabinet disampaikan Presiden RI Jokowi dalam beberapa kesempatan kunjungan kerjanya.

&quot;Mungkin. Ya nanti,&quot; ujar Jokowi saat ditanya mengenai kemungkinan reshuffle Kabinet Indonesia Maju di Bendungan Sukamahi, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (23/12/2022) lalu.

Awak media kemudian kembali menanyakan perihal reshuffle saat Jokowi meresmikan pengembangan Stasiun Manggarai Tahap I pada Senin (26/12/2022).

&quot;Ya dengar, Reshuffle?&quot; kata Jokowi.

Namun Jokowi tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya tersenyum sembari mengangguk kepada awak media yang bertanya terkait reshuffle.
</content:encoded></item></channel></rss>
