<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Ali Imran Biasa Dipanggil Qulhu</title><description>Gus Dur kerap menyampaikan humor bertema pesantren.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/28/337/2735037/humor-gus-dur-ali-imran-biasa-dipanggil-qulhu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/28/337/2735037/humor-gus-dur-ali-imran-biasa-dipanggil-qulhu"/><item><title>Humor Gus Dur: Ali Imran Biasa Dipanggil Qulhu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/28/337/2735037/humor-gus-dur-ali-imran-biasa-dipanggil-qulhu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/28/337/2735037/humor-gus-dur-ali-imran-biasa-dipanggil-qulhu</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/27/337/2735037/humor-gus-dur-ali-imran-biasa-dipanggil-qulhu-U8JPznubuV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: ist.)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/27/337/2735037/humor-gus-dur-ali-imran-biasa-dipanggil-qulhu-U8JPznubuV.jpg</image><title>KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: ist.)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah seorang ulama dan cendikiawan yang juga dikenal dengan humor-humornya yang selalu membuat orang tertawa. Tak jarang, sebagai seorang ulama, humor-humor Gus Dur menjadikan pesantren sebagai latar belakangnya.
Salah satu humor Gus Dur itu bertema pesantren itu diceritakan oleh Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Zastrouw Al-Ngatawi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Akibat Mimpi Bertemu Bung Karno dan Diajari Konsep Demokrasi&amp;nbsp;
Dikisahkan, dalam sebuah pengajian, tiga santri di hadapan kiai menyebutkan namanya masing-masing.
Santri pertama, ditanya identitas nama oleh sang kiai. &amp;ldquo;Nama saya Anas, kiai.&amp;rdquo; Setelah menyebutkan nama, santri itu lantas diminta untuk membacakan surat An-Nas yang terdapat dalam Al-Quran.
&amp;ldquo;Saya Al-Kautsar, kiai,&amp;rdquo; santri kedua menjawab pertanyaan yang sama. Lalu ia diminta pula untuk membaca surat Al-Kautsar. Dengan mudahnya, ia dan Anas membacakan surat yang sama dengan namanya sendiri.
Santri ketiga juga ditanya oleh kiai. Ia menjawab, &amp;ldquo;Nama saya Ali Imron kiai, tapi saya biasa dipanggil Qulhu.&amp;rdquo;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Bule Mau Naik Becak ke Kebun Binatang

Surat Ali-Imran dalam Al-Quran adalah surat yang terdiri dari 200 ayat, sementara surat Al-Ikhlas, yang juga sering disebut surat Qulhu, hanya terdiri dari 4 ayat.
Menurut  Zastrouw, melalui humornya ini, Gus Dur seperti ingin menjelaskan suatu makna tentang seorang kiai yang dalam memberikan pengajaran dengan cara-cara dialogis dan tidak berjarak.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah seorang ulama dan cendikiawan yang juga dikenal dengan humor-humornya yang selalu membuat orang tertawa. Tak jarang, sebagai seorang ulama, humor-humor Gus Dur menjadikan pesantren sebagai latar belakangnya.
Salah satu humor Gus Dur itu bertema pesantren itu diceritakan oleh Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Zastrouw Al-Ngatawi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Akibat Mimpi Bertemu Bung Karno dan Diajari Konsep Demokrasi&amp;nbsp;
Dikisahkan, dalam sebuah pengajian, tiga santri di hadapan kiai menyebutkan namanya masing-masing.
Santri pertama, ditanya identitas nama oleh sang kiai. &amp;ldquo;Nama saya Anas, kiai.&amp;rdquo; Setelah menyebutkan nama, santri itu lantas diminta untuk membacakan surat An-Nas yang terdapat dalam Al-Quran.
&amp;ldquo;Saya Al-Kautsar, kiai,&amp;rdquo; santri kedua menjawab pertanyaan yang sama. Lalu ia diminta pula untuk membaca surat Al-Kautsar. Dengan mudahnya, ia dan Anas membacakan surat yang sama dengan namanya sendiri.
Santri ketiga juga ditanya oleh kiai. Ia menjawab, &amp;ldquo;Nama saya Ali Imron kiai, tapi saya biasa dipanggil Qulhu.&amp;rdquo;
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Bule Mau Naik Becak ke Kebun Binatang

Surat Ali-Imran dalam Al-Quran adalah surat yang terdiri dari 200 ayat, sementara surat Al-Ikhlas, yang juga sering disebut surat Qulhu, hanya terdiri dari 4 ayat.
Menurut  Zastrouw, melalui humornya ini, Gus Dur seperti ingin menjelaskan suatu makna tentang seorang kiai yang dalam memberikan pengajaran dengan cara-cara dialogis dan tidak berjarak.</content:encoded></item></channel></rss>
