<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPT Temukan Lebih dari 600 Akun Medsos Bermuatan Radikal, Facebook Paling Banyak</title><description>BNPT mengklaim telah menemukan sebanyak lebih dari 600 akun media sosial yang bermuatan unsur radikal.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/28/337/2735849/bnpt-temukan-lebih-dari-600-akun-medsos-bermuatan-radikal-facebook-paling-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/28/337/2735849/bnpt-temukan-lebih-dari-600-akun-medsos-bermuatan-radikal-facebook-paling-banyak"/><item><title>BNPT Temukan Lebih dari 600 Akun Medsos Bermuatan Radikal, Facebook Paling Banyak</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/28/337/2735849/bnpt-temukan-lebih-dari-600-akun-medsos-bermuatan-radikal-facebook-paling-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/28/337/2735849/bnpt-temukan-lebih-dari-600-akun-medsos-bermuatan-radikal-facebook-paling-banyak</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/337/2735849/bnpt-temukan-lebih-dari-600-akun-medsos-bermuatan-radikal-facebook-paling-banyak-DHP87PCA37.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/337/2735849/bnpt-temukan-lebih-dari-600-akun-medsos-bermuatan-radikal-facebook-paling-banyak-DHP87PCA37.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengklaim telah menemukan sebanyak lebih dari 600 akun media sosial yang bermuatan unsur radikal.

Hal itu, dikatakan Kepala BNPT RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar saat menggelar rilis akhir tahun 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Menurut Boy, juga terdapat 900 konten yang berbau propaganda.

&quot;BNPT RI menemukan lebih dari 600 situs atau akun di berbagai platform media sosial yang bermuatan unsur radikal, menyebarkan lebih dari 900 konten propaganda,&quot; ujar Boy di lokasi, Rabu (28/12/2022).

BACA JUGA:Soroti Bom Bunuh Diri, Wapres: Program Deradikalisasi Harus Dievaluasi!

Boy menambahkan, guna mengantisipasi ancaman terorisme tersebut, pihaknya turut memberlakukan patroli siber untuk menghapus akun maupun konten berbau radikalisme tersebut.

&quot;Terhadap ancaman terorisme dalam ruang siber tersebut, BNPT RI bersama K/L terkait telah melakukan serangkaian upaya pencegahan melalui patroli siber, takedown dan penegakan hukum,&quot; imbuhnya.
Adapun dari 600 lebih akun media sosial yang bermuatan radikalisme, Facebook menjadi media sosial yang paling rentan dalam kegiatan tersebut. Berikut urutannya:

1. Facebook terdapat 167 akun.
2. Whantsapp terdapat 156 kontak atau grup.
3. Telegram 119 chanel atau grup.
4. Twitter 85 akun atau grup.
5. Instagram 50 akun.
6. YouTube 24 akun.
7. Website 14 link
8. Lainnya 1 akun atau grup.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengklaim telah menemukan sebanyak lebih dari 600 akun media sosial yang bermuatan unsur radikal.

Hal itu, dikatakan Kepala BNPT RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar saat menggelar rilis akhir tahun 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Menurut Boy, juga terdapat 900 konten yang berbau propaganda.

&quot;BNPT RI menemukan lebih dari 600 situs atau akun di berbagai platform media sosial yang bermuatan unsur radikal, menyebarkan lebih dari 900 konten propaganda,&quot; ujar Boy di lokasi, Rabu (28/12/2022).

BACA JUGA:Soroti Bom Bunuh Diri, Wapres: Program Deradikalisasi Harus Dievaluasi!

Boy menambahkan, guna mengantisipasi ancaman terorisme tersebut, pihaknya turut memberlakukan patroli siber untuk menghapus akun maupun konten berbau radikalisme tersebut.

&quot;Terhadap ancaman terorisme dalam ruang siber tersebut, BNPT RI bersama K/L terkait telah melakukan serangkaian upaya pencegahan melalui patroli siber, takedown dan penegakan hukum,&quot; imbuhnya.
Adapun dari 600 lebih akun media sosial yang bermuatan radikalisme, Facebook menjadi media sosial yang paling rentan dalam kegiatan tersebut. Berikut urutannya:

1. Facebook terdapat 167 akun.
2. Whantsapp terdapat 156 kontak atau grup.
3. Telegram 119 chanel atau grup.
4. Twitter 85 akun atau grup.
5. Instagram 50 akun.
6. YouTube 24 akun.
7. Website 14 link
8. Lainnya 1 akun atau grup.</content:encoded></item></channel></rss>
