<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tanah Bergerak di Tegal Dapat Bantuan Rp800 Juta</title><description>Penyaluran bantuan senilai Rp800 juta ini dilakukan Bupati Tegal Umi Azizah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, kepada 80 keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/28/512/2735583/korban-tanah-bergerak-di-tegal-dapat-bantuan-rp800-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/28/512/2735583/korban-tanah-bergerak-di-tegal-dapat-bantuan-rp800-juta"/><item><title>Korban Tanah Bergerak di Tegal Dapat Bantuan Rp800 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/28/512/2735583/korban-tanah-bergerak-di-tegal-dapat-bantuan-rp800-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/28/512/2735583/korban-tanah-bergerak-di-tegal-dapat-bantuan-rp800-juta</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Aryanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/512/2735583/korban-tanah-bergerak-di-tegal-dapat-bantuan-rp800-juta-IOIHt7syRc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran bantuan pada korban yang terdampak tanah bergerak di Tegal (Foto: MPI))</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/512/2735583/korban-tanah-bergerak-di-tegal-dapat-bantuan-rp800-juta-IOIHt7syRc.jpg</image><title>Penyaluran bantuan pada korban yang terdampak tanah bergerak di Tegal (Foto: MPI))</title></images><description>SLAWI &amp;ndash; Warga Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, yang rumahnya terdampak tanah bergerak menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) setelah sempat tertunda karena kendala administrasi.

Penyaluran bantuan senilai Rp800 juta ini dilakukan Bupati Tegal Umi Azizah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, kepada 80 keluarga yang terdampak, Senin (26/12/2022).

Umi Azizah berharap, bantuan dari Pemprov Jateng ini bermanfaat bagi para korban, baik untuk memperbaiki kembali rumahnya yang rusak akibat tanah gerak ataupun menyempurnakan pembangunan rumah barunya di lokasi relokasi.

&amp;ldquo;Alhamdulillah, usulan kita ke pak gubernur direspons Pemprov Jateng. Warga yang rumahnya rusak berat, diusulkan nilai bantuannya Rp10 juta per keluarga,&amp;rdquo; imbuhnya.

BACA JUGA:Fenomena Tanah Bergerak Rusak 13 Rumah di Sukabumi, Ternyata Ini Penyebabnya

Umi Azizah mengatakan, sebelumnya juga telah ada sejumlah bantuan yang sudah diterima para korban tanah begerak di Desa Dermasuci yang bersumber dari lembaga sosial kemanusiaan seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal, donasi sejumlah organisasi kemasyarakatan hingga aparatur sipil negara (ASN) melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Tegal.

Bupati Tegal mengimbau warga Desa Demasuci yang berada di zona rawan tidak lagi membangun rumahnya di lokasi tersebut, katena sebaik dan sekuat apapun bangunan rumah tidak akan bisa melawan kekuatan alam.Menurut Umi, relokasi menjadi solusi terbaik untuk mencegah kerugian materiil yang berkelanjutan. &amp;ldquo;Zona rawan sudah terpetakan dan saya minta pemdes bisa mensosialisasikan ini ke warganya supaya tidak membangun rumahnya di zona tersebut.&amp;rdquo; tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah mengatakan, keterlambatan penyaluran bantuan Pemprov Jateng ini karena kendala pemenuhan data kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga, khususnya bagi warga yang merantau, sehingga data lengkap baru diterima pihaknya di bulan Mei 2022.

&quot;Penyaluran bantuan keuangan Pemprov Jateng ini dilakukan melalui transfer rekening ke warga penerima bantuan,&quot; jelas Elliya.</description><content:encoded>SLAWI &amp;ndash; Warga Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, yang rumahnya terdampak tanah bergerak menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) setelah sempat tertunda karena kendala administrasi.

Penyaluran bantuan senilai Rp800 juta ini dilakukan Bupati Tegal Umi Azizah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, kepada 80 keluarga yang terdampak, Senin (26/12/2022).

Umi Azizah berharap, bantuan dari Pemprov Jateng ini bermanfaat bagi para korban, baik untuk memperbaiki kembali rumahnya yang rusak akibat tanah gerak ataupun menyempurnakan pembangunan rumah barunya di lokasi relokasi.

&amp;ldquo;Alhamdulillah, usulan kita ke pak gubernur direspons Pemprov Jateng. Warga yang rumahnya rusak berat, diusulkan nilai bantuannya Rp10 juta per keluarga,&amp;rdquo; imbuhnya.

BACA JUGA:Fenomena Tanah Bergerak Rusak 13 Rumah di Sukabumi, Ternyata Ini Penyebabnya

Umi Azizah mengatakan, sebelumnya juga telah ada sejumlah bantuan yang sudah diterima para korban tanah begerak di Desa Dermasuci yang bersumber dari lembaga sosial kemanusiaan seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal, donasi sejumlah organisasi kemasyarakatan hingga aparatur sipil negara (ASN) melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Tegal.

Bupati Tegal mengimbau warga Desa Demasuci yang berada di zona rawan tidak lagi membangun rumahnya di lokasi tersebut, katena sebaik dan sekuat apapun bangunan rumah tidak akan bisa melawan kekuatan alam.Menurut Umi, relokasi menjadi solusi terbaik untuk mencegah kerugian materiil yang berkelanjutan. &amp;ldquo;Zona rawan sudah terpetakan dan saya minta pemdes bisa mensosialisasikan ini ke warganya supaya tidak membangun rumahnya di zona tersebut.&amp;rdquo; tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah mengatakan, keterlambatan penyaluran bantuan Pemprov Jateng ini karena kendala pemenuhan data kependudukan seperti KTP dan kartu keluarga, khususnya bagi warga yang merantau, sehingga data lengkap baru diterima pihaknya di bulan Mei 2022.

&quot;Penyaluran bantuan keuangan Pemprov Jateng ini dilakukan melalui transfer rekening ke warga penerima bantuan,&quot; jelas Elliya.</content:encoded></item></channel></rss>
