<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Durhaka! Diajak Sholat Tahajud, Anak di Kediri Membabi Buta Bacok Orangtua</title><description>Gunakan sebilah parang, Awin melukai bagian kepala, leher, kaki dan jari ayahnya. Korban langsung dilarikan keluarga ke rumah sakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/28/519/2735548/durhaka-diajak-sholat-tahajud-anak-di-kediri-membabi-buta-bacok-orangtua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/28/519/2735548/durhaka-diajak-sholat-tahajud-anak-di-kediri-membabi-buta-bacok-orangtua"/><item><title>Durhaka! Diajak Sholat Tahajud, Anak di Kediri Membabi Buta Bacok Orangtua</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/28/519/2735548/durhaka-diajak-sholat-tahajud-anak-di-kediri-membabi-buta-bacok-orangtua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/28/519/2735548/durhaka-diajak-sholat-tahajud-anak-di-kediri-membabi-buta-bacok-orangtua</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2022 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/519/2735548/durhaka-diajak-sholat-tahajud-anak-di-kediri-membabi-buta-bacok-orangtua-7gy4hVqF5G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/519/2735548/durhaka-diajak-sholat-tahajud-anak-di-kediri-membabi-buta-bacok-orangtua-7gy4hVqF5G.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>KEDIRI - Awin Julianto (32), warga Kecamatan Pagi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur tega menganiaya Heri Santoso (67) ayahnya sendiri. Pelaku kesal diajak Sholat Tahajud.

Gunakan sebilah parang, Awin melukai bagian kepala, leher, kaki dan jari ayahnya. Korban langsung dilarikan keluarga ke rumah sakit.

&quot;Pelaku penganiayaan adalah anak korban sendiri,&quot; ujar Kapolsek Pagu Polres Kediri AKP Agus Sudarjanto, Rabu (28/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kasus Penganiayaan Perempuan di Cikini Naik ke Tahap Penyidikan
Peristiwa penganiayaan itu berlangsung pada pukul 02.30 WIB dini hari. Sebelum insiden terjadi, korban mendatangi pelaku yang sedang tertidur lelap.

Pelaku coba dibangunkan, Santoso mengajak anaknya untuk Sholat Tahajud. Awin memang terjaga. Namun, bukannya mengambil air wudlu, ia justru meradang karena tidurnya telah terganggu.
BACA JUGA:Buron 2 Tahun, Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi&amp;nbsp;Entah setan apa yang merasuki. Awin tiba-tiba mengambil parang dan menyerang ayahnya. Kepala, leher, kaki Santoso dibacok. Senjata tajam itu juga melukai bagian jari. Saat ini, Santoso masih menjalani perawatan di rumah sakit Kediri.

Menurut Agus Sudarjanto, begitu mendapat laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi. Awin langsung diamankan. &quot;Pelaku mengaku kesal karena dibangunkan dari tidur dan diajak salat tahajud,&quot; terang Agus.

Dari pemeriksaan sementara pelaku diduga mengalami depresi. Awin sudah 3 tahun tidak bekerja lantaran menjadi korban PHK. Awin merupakan sarjana ekonomi yang sebelumnya bekerja sebagai operator peti kemas.

Dalam kasus ini pelaku terancam dijerat Pasal 351. &quot;Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, &quot; pungkas Agus.
</description><content:encoded>KEDIRI - Awin Julianto (32), warga Kecamatan Pagi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur tega menganiaya Heri Santoso (67) ayahnya sendiri. Pelaku kesal diajak Sholat Tahajud.

Gunakan sebilah parang, Awin melukai bagian kepala, leher, kaki dan jari ayahnya. Korban langsung dilarikan keluarga ke rumah sakit.

&quot;Pelaku penganiayaan adalah anak korban sendiri,&quot; ujar Kapolsek Pagu Polres Kediri AKP Agus Sudarjanto, Rabu (28/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kasus Penganiayaan Perempuan di Cikini Naik ke Tahap Penyidikan
Peristiwa penganiayaan itu berlangsung pada pukul 02.30 WIB dini hari. Sebelum insiden terjadi, korban mendatangi pelaku yang sedang tertidur lelap.

Pelaku coba dibangunkan, Santoso mengajak anaknya untuk Sholat Tahajud. Awin memang terjaga. Namun, bukannya mengambil air wudlu, ia justru meradang karena tidurnya telah terganggu.
BACA JUGA:Buron 2 Tahun, Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi&amp;nbsp;Entah setan apa yang merasuki. Awin tiba-tiba mengambil parang dan menyerang ayahnya. Kepala, leher, kaki Santoso dibacok. Senjata tajam itu juga melukai bagian jari. Saat ini, Santoso masih menjalani perawatan di rumah sakit Kediri.

Menurut Agus Sudarjanto, begitu mendapat laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi. Awin langsung diamankan. &quot;Pelaku mengaku kesal karena dibangunkan dari tidur dan diajak salat tahajud,&quot; terang Agus.

Dari pemeriksaan sementara pelaku diduga mengalami depresi. Awin sudah 3 tahun tidak bekerja lantaran menjadi korban PHK. Awin merupakan sarjana ekonomi yang sebelumnya bekerja sebagai operator peti kemas.

Dalam kasus ini pelaku terancam dijerat Pasal 351. &quot;Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, &quot; pungkas Agus.
</content:encoded></item></channel></rss>
