<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amerika Wajibkan Hasil Tes Negatif Covid-19 untuk Pelaku Perjalanan dari China</title><description>Amerika Serikat (AS) akan mewajibkan hasil tes Covid-19 negatif bagi pelaku perjalanan dari China mulai 5 Januari 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/29/18/2736249/amerika-wajibkan-hasil-tes-negatif-covid-19-untuk-pelaku-perjalanan-dari-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/29/18/2736249/amerika-wajibkan-hasil-tes-negatif-covid-19-untuk-pelaku-perjalanan-dari-china"/><item><title>Amerika Wajibkan Hasil Tes Negatif Covid-19 untuk Pelaku Perjalanan dari China</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/29/18/2736249/amerika-wajibkan-hasil-tes-negatif-covid-19-untuk-pelaku-perjalanan-dari-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/29/18/2736249/amerika-wajibkan-hasil-tes-negatif-covid-19-untuk-pelaku-perjalanan-dari-china</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/18/2736249/amerika-wajibkan-hasil-tes-negatif-covid-19-untuk-pelaku-perjalanan-dari-china-OL8kutsZnI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/18/2736249/amerika-wajibkan-hasil-tes-negatif-covid-19-untuk-pelaku-perjalanan-dari-china-OL8kutsZnI.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Sebagai bagian dari langkah antisipasi Covid-19, Amerika Serikat (AS) akan mewajibkan hasil tes Covid-19 negatif bagi pelaku perjalanan dari China mulai 5 Januari 2023.

Hal tersebut telah diumumkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rabu (28/12/2022) waktu setempat. Langkah itu diterapkan di tengah lonjakan kasus Covid di China.

BACA JUGA:Hong Kong Cabut Pembatasan Sosial terkait Covid-19, Wisatawan Tidak Perlu Lakukan Tes PCR


BACA JUGA:Diamuk Covid-19, Jepang Catat Rekor 415 Kematian dalam Sehari

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC8zNC8xNTk2NzMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;CDC mengumumkan langkah ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Amerika Serikat selama terjadi peningkatan kasus Covid-19 di China, mengingat minimnya data pengurutan genom virus dan epidemiologis yang transparan dan memadai dari China,&quot; menurut CDC, dilansir dari Antara.

Sebelumnya, pejabat AS mengkhawatirkan transparansi data dari China mengenai kasus baru. Menurut lembaga kesehatan itu, penumpang pesawat yang tiba dari Hong Kong dan Makau juga diharuskan menyerahkan hasil negatif tes Covid.

Aturan ini juga berlaku untuk pelaku perjalanan berusia 2 tahun ke atas juga diharuskan melakukan tes antigen atau PCR dan akan diawasi oleh layanan telemedika atau layanan kesehatan resmi tidak lebih dari dua hari sebelum keberangkatan, katanya.

CDC menambahkan bahwa aturan itu berlaku bagi siapa pun tanpa melihat kewarganegaraan dan status vaksinasi.

China sendiri telah mengumumkan pelonggaran aturan Covid-19 lebih lanjut mulai 8 Januari 2023. Komisi Kesehatan China (NHC) mengatakan bahwa Beijing tidak akan memberlakukan karantina bagi mereka yang tiba di negara tersebut.

NHC juga tidak lagi merilis data statistik kasus Covid tanpa gejala awal Desember ini.

Negara terpadat di dunia itu juga menghapus kebijakan &quot;nol-Covid&quot; yang ketat pada Desember ini, menyusul aksi protes dan kerusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sebagian besar wilayahnya.</description><content:encoded>NEW YORK - Sebagai bagian dari langkah antisipasi Covid-19, Amerika Serikat (AS) akan mewajibkan hasil tes Covid-19 negatif bagi pelaku perjalanan dari China mulai 5 Januari 2023.

Hal tersebut telah diumumkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rabu (28/12/2022) waktu setempat. Langkah itu diterapkan di tengah lonjakan kasus Covid di China.

BACA JUGA:Hong Kong Cabut Pembatasan Sosial terkait Covid-19, Wisatawan Tidak Perlu Lakukan Tes PCR


BACA JUGA:Diamuk Covid-19, Jepang Catat Rekor 415 Kematian dalam Sehari

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yOC8zNC8xNTk2NzMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;CDC mengumumkan langkah ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Amerika Serikat selama terjadi peningkatan kasus Covid-19 di China, mengingat minimnya data pengurutan genom virus dan epidemiologis yang transparan dan memadai dari China,&quot; menurut CDC, dilansir dari Antara.

Sebelumnya, pejabat AS mengkhawatirkan transparansi data dari China mengenai kasus baru. Menurut lembaga kesehatan itu, penumpang pesawat yang tiba dari Hong Kong dan Makau juga diharuskan menyerahkan hasil negatif tes Covid.

Aturan ini juga berlaku untuk pelaku perjalanan berusia 2 tahun ke atas juga diharuskan melakukan tes antigen atau PCR dan akan diawasi oleh layanan telemedika atau layanan kesehatan resmi tidak lebih dari dua hari sebelum keberangkatan, katanya.

CDC menambahkan bahwa aturan itu berlaku bagi siapa pun tanpa melihat kewarganegaraan dan status vaksinasi.

China sendiri telah mengumumkan pelonggaran aturan Covid-19 lebih lanjut mulai 8 Januari 2023. Komisi Kesehatan China (NHC) mengatakan bahwa Beijing tidak akan memberlakukan karantina bagi mereka yang tiba di negara tersebut.

NHC juga tidak lagi merilis data statistik kasus Covid tanpa gejala awal Desember ini.

Negara terpadat di dunia itu juga menghapus kebijakan &quot;nol-Covid&quot; yang ketat pada Desember ini, menyusul aksi protes dan kerusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sebagian besar wilayahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
