<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garang di Medan Perang, Jenderal Kopassus Ini Ternyata Romantis Rendam Kaki Kekasihnya dengan Air Hangat</title><description>Gebrakan pertamanya adalah dengan meminjamkan topi kepada Tati agar tidak terlalu panas tersengat sinar matahari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/29/337/2736135/garang-di-medan-perang-jenderal-kopassus-ini-ternyata-romantis-rendam-kaki-kekasihnya-dengan-air-hangat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/29/337/2736135/garang-di-medan-perang-jenderal-kopassus-ini-ternyata-romantis-rendam-kaki-kekasihnya-dengan-air-hangat"/><item><title>Garang di Medan Perang, Jenderal Kopassus Ini Ternyata Romantis Rendam Kaki Kekasihnya dengan Air Hangat</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/29/337/2736135/garang-di-medan-perang-jenderal-kopassus-ini-ternyata-romantis-rendam-kaki-kekasihnya-dengan-air-hangat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/29/337/2736135/garang-di-medan-perang-jenderal-kopassus-ini-ternyata-romantis-rendam-kaki-kekasihnya-dengan-air-hangat</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 06:45 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/28/337/2736135/garang-di-medan-perang-jenderal-kopassus-ini-ternyata-romantis-rendam-kaki-kekasihnya-dengan-air-hangat-5EklR6jMoJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hendropriyono bersama Prabowo/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/28/337/2736135/garang-di-medan-perang-jenderal-kopassus-ini-ternyata-romantis-rendam-kaki-kekasihnya-dengan-air-hangat-5EklR6jMoJ.jpg</image><title>Hendropriyono bersama Prabowo/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>JAKARTA - Jenderal TNI (HOR) (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono harus berjuang selama setahun untuk busa mendapatkan hati sang istri, Tati Mulya. Pertemuan AM Hendropriyono dan Tati jauh dari tempat romantis.
(Baca juga: Ketika Tim Kopassus Pantau Kegiatan HUT Republik Maluku Selatan di Belanda)
Keduanya bertemu di tempat latihan karate yang dipimpinan Sensei Latif. Kebetulan Hendropriyono tinggal asrama Kopassus yang sama dengan Latif. Dia tak sengaja mendengar Sensei Latif menelepon Tati untuk datang latihan. Dari situ timbul keinganan Hendro untuk bertemu dengan wanita misterius itu.
Akhirnya pertemuan itu pun terjadi. AM Hendropriyono langsung jatuh hati dengan kecantikan paras Tati. Namun berbeda dengan Tati, ia mengaku tak merasakan apa-apa saat pertama kali bertemu dengan prajurit Kopassus yang kelak menjadi suaminya itu.
Tati yang saat itu menyandang sabuk kuning harus mengikuti ujian kenaikan tingkat di kelas karate. Sementara Hendropriyono yang memegang sabuk cokelat bertugas mengawasi ujian long march yang menempuh jarak sekitar 57 kilometer dari Ambarawa hingga Magelang. Kesempatan ini tak disia-siakan Hendropriyono untuk mendapatkan perhatian Tati.
Gebrakan pertamanya adalah dengan meminjamkan topi kepada Tati agar tidak terlalu panas tersengat sinar matahari. Lucunya, Hendropriyono tak berani meminjamkan langsung kepada sang pujaan hati tapi melalui Sensei Latif.
Perhatian kecil itu ternyata membuat hati Tati berbunga-bunga. Mulai tumbuh di hatinya benih-benih cinta kepada sang prajurit. &quot;Dulu dititipin topi saja sudah senang banget,&quot; kata Tati dikutip dari buku Love Story, Kisah Cinta Tokoh-Tokoh Terkemuka terbitan Harian Seputar Indonesia (2009).
Hendropriyono menjemput Tati seusai long march yang kelelahan dengan menggunakan mobil jip dinas bermerek Gaz. Hendro melihat kaki Tati bengkak setelah berjalan puluhan kilometer. Dengan sigap, Hendro menyediakan air hangat untuk merendam kaki sang pujaan hati.&quot;Bapak itu romantis, waktu saya selesai long march, Bapak ambilkan air hangat untuk merendam kaki saya yang bengkak-bengkak,&quot; kenang wanita kelahiran Magelang tersebut.

Sejak saat itu, hubungan keduanya semakin dekat. Asrama Kopassus yang berada di dekat rumah Tati memudahkan Hendro untuk melihat sang kekasih.
Saat Tati berangkat kuliah, Hendro selalu menyempatkan diri melihatnya melintas di depan asrama. Beragam perhatian yang diberikan Hendropriyono akhirnya meluluhkan hati Tati. Tepat setahun sejak pertemuan pertama, Tati akhirnya menerima lamaran Hendropriyono pada 1970.

Tati siap mendampingi Hendro yang seorang prajurit TNI, baik dalam suka maupun duka. Sedih dan pahitnya jalan hidup yang dialami Tati sebanding dengan cinta kasih yang diberikan Hendropriyono kepadanya. Hal inilah yang membuat hubungan keduanya langgeng hingga saat ini.

</description><content:encoded>JAKARTA - Jenderal TNI (HOR) (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono harus berjuang selama setahun untuk busa mendapatkan hati sang istri, Tati Mulya. Pertemuan AM Hendropriyono dan Tati jauh dari tempat romantis.
(Baca juga: Ketika Tim Kopassus Pantau Kegiatan HUT Republik Maluku Selatan di Belanda)
Keduanya bertemu di tempat latihan karate yang dipimpinan Sensei Latif. Kebetulan Hendropriyono tinggal asrama Kopassus yang sama dengan Latif. Dia tak sengaja mendengar Sensei Latif menelepon Tati untuk datang latihan. Dari situ timbul keinganan Hendro untuk bertemu dengan wanita misterius itu.
Akhirnya pertemuan itu pun terjadi. AM Hendropriyono langsung jatuh hati dengan kecantikan paras Tati. Namun berbeda dengan Tati, ia mengaku tak merasakan apa-apa saat pertama kali bertemu dengan prajurit Kopassus yang kelak menjadi suaminya itu.
Tati yang saat itu menyandang sabuk kuning harus mengikuti ujian kenaikan tingkat di kelas karate. Sementara Hendropriyono yang memegang sabuk cokelat bertugas mengawasi ujian long march yang menempuh jarak sekitar 57 kilometer dari Ambarawa hingga Magelang. Kesempatan ini tak disia-siakan Hendropriyono untuk mendapatkan perhatian Tati.
Gebrakan pertamanya adalah dengan meminjamkan topi kepada Tati agar tidak terlalu panas tersengat sinar matahari. Lucunya, Hendropriyono tak berani meminjamkan langsung kepada sang pujaan hati tapi melalui Sensei Latif.
Perhatian kecil itu ternyata membuat hati Tati berbunga-bunga. Mulai tumbuh di hatinya benih-benih cinta kepada sang prajurit. &quot;Dulu dititipin topi saja sudah senang banget,&quot; kata Tati dikutip dari buku Love Story, Kisah Cinta Tokoh-Tokoh Terkemuka terbitan Harian Seputar Indonesia (2009).
Hendropriyono menjemput Tati seusai long march yang kelelahan dengan menggunakan mobil jip dinas bermerek Gaz. Hendro melihat kaki Tati bengkak setelah berjalan puluhan kilometer. Dengan sigap, Hendro menyediakan air hangat untuk merendam kaki sang pujaan hati.&quot;Bapak itu romantis, waktu saya selesai long march, Bapak ambilkan air hangat untuk merendam kaki saya yang bengkak-bengkak,&quot; kenang wanita kelahiran Magelang tersebut.

Sejak saat itu, hubungan keduanya semakin dekat. Asrama Kopassus yang berada di dekat rumah Tati memudahkan Hendro untuk melihat sang kekasih.
Saat Tati berangkat kuliah, Hendro selalu menyempatkan diri melihatnya melintas di depan asrama. Beragam perhatian yang diberikan Hendropriyono akhirnya meluluhkan hati Tati. Tepat setahun sejak pertemuan pertama, Tati akhirnya menerima lamaran Hendropriyono pada 1970.

Tati siap mendampingi Hendro yang seorang prajurit TNI, baik dalam suka maupun duka. Sedih dan pahitnya jalan hidup yang dialami Tati sebanding dengan cinta kasih yang diberikan Hendropriyono kepadanya. Hal inilah yang membuat hubungan keduanya langgeng hingga saat ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
