<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Ramai di Media, Acsena Humanis Respons Bantah Laporkan Bupati Cianjur ke KPK</title><description>Andhika mengaku baru mengetahui berita tersebut dua hari belakangan dari rekan-rekannya sesama relawan kebencanaan di Banten.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/29/337/2736857/sempat-ramai-di-media-acsena-humanis-respons-bantah-laporkan-bupati-cianjur-ke-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/29/337/2736857/sempat-ramai-di-media-acsena-humanis-respons-bantah-laporkan-bupati-cianjur-ke-kpk"/><item><title>Sempat Ramai di Media, Acsena Humanis Respons Bantah Laporkan Bupati Cianjur ke KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/29/337/2736857/sempat-ramai-di-media-acsena-humanis-respons-bantah-laporkan-bupati-cianjur-ke-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/29/337/2736857/sempat-ramai-di-media-acsena-humanis-respons-bantah-laporkan-bupati-cianjur-ke-kpk</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2022 23:19 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/29/337/2736857/sempat-ramai-di-media-acsenahumanis-bantah-laporkan-bupati-cianjur-ke-kpk-m24R8URFgY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/29/337/2736857/sempat-ramai-di-media-acsenahumanis-bantah-laporkan-bupati-cianjur-ke-kpk-m24R8URFgY.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Founder sekaligus CEO Acsena Humanis Respons, Andhika mengaku pihaknya tidak pernah melakukan pelaporan atas dugaan penyelewengan bantuan yang dilakukan Bupati Cianjur, Herman Suherman ke KPK.
&quot;Acsena tidak pernah melakukan pelaporan seperti itu, kita tidak pernah melakukan hal tersebut sama sekali,&quot; tegas Andika saat dikonfirmasi, Kamis (29/12).
Andhika mengaku baru mengetahui berita tersebut dua hari belakangan dari rekan-rekannya sesama relawan kebencanaan di Banten.
&quot;Posisi saya kemarin masih di wilayah Jawa Tengah, dan kalau saya lihat dari pemberitaan di media online, pada tanggal-tanggal tersebut (saat pelaporan), itu posisi saya masih di Indonesia Timur,&quot; ujarnya.
Andika mengaku bingung ketika ada beberapa media berusaha menghubunginya. &quot;Saya cek pemberitaan media, kok narasinya sama semua ya. Ini lebih condong ke pancatutan nama,&quot; kata Andhika.
&quot;Intinya kami tidak pernah melakukan pelaporan atau menemukan kejanggalan. Jika ada yang melapor, itu bukan dari Acsenahumanis Respons,&quot; tegasnya lagi.
Mengenai nama Ery yang dikutip banyak media, Andika mengatakan di Acsena tidak ada yang namanya Ery. &quot; Adapun yang namanya Ery di Acsena sendiri tidak pernah ada yang namanya Ery, jadi kayanya beritanya sudah diset,&quot; ujarnya.
Andhika juga menjelaskan, Acsena tidak memiliki kerjasama dengan Emirate Red Crescent. Lembaga luar yang pernah bekerjasama dengan Acsena itu itu dari Austria Fund.
BACA JUGA:Dilaporkan ke KPK, Bupati Cianjur Bantah Selewengkan Bantuan Gempa&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Andhika mengaku saat gempa Cianjur terjadi, Acsena memang turun ke lokasi selama empat hari. &quot; Ketika gempa terjadi sekitar pukul 13.30 siang, malamnya sebelum Isya kami sudah masuk Cianjur lewat Jonggol,&quot; paparnya. Saat itu kebetulan Acsena sedang ada ekspedisi palung jawa untuk gempa dan tsunami. Ketika terjadi gempa di Cianjur, Acsena langsung bergeser untuk menganalisa pergerakan dan arah patahan. &quot;Kita juga turunkan logistik di Cugenang untuk sekitar 5 RT dalam satu gang,&quot; katanya.
Langkah selanjutnya yang akan diambil Acsena terkait pencatutan nama lembaganya,Andhika mengaku akan berkonsultasi dengan team _lawyer_nya dan mempertimbangkan untuk membuat laporan pencatutan nama lembaganya ataupun pencemaran nama baik. &quot;Tapi itu langkah kedua, langkah pertamanya saya akan datang ke Cianjur, untuk konfirmasi dan klarifikasi pada Pak Bupati secepatnya,&quot;ujarnya.Menurutnya, hal itu bukan karena persoalan Bupati yang diserang, namun yang dikhawatirkan adalah dampaknya pada kepercayaan publik terhadap penanganan bencana oleh pemerintah. &quot; Saya berpikir impactnya, repotnya nanti masyarakat akan untrust pada pemerintah,&quot; katanya.
Saat mulai ramai pemberitaan, Andika sudah merasa ingin mengkonfrontir dan meramaikan di media. Namun karena masih sibuk di lapangan, dan merasa kurang pas jika melakukannya di Jakarta, Andika menundanya.
&quot;Kayanya kurang pas kalau lakukan itu di jakarta karena itu diluar teritorial bencana. Saya pertama akan lakukan konfirmasi dengan Pak Bupati di daerah dimana berita itu terjadi,&quot; ujarnya
Sebelumnya, Bupati Cianjur Herman Suherman dilaporkan ke KPK terkait dengan dugaan penyelewengan bantuan asing untuk gempa bumi pada Jumat (16/12) lalu.
Bantuan tersebut diberikan oleh organisasi Emirates Red Crescent berupa 2 ribu lembar selimut, 25 ton beras, 1.000 paket kebersihan dan 500 lampu bertenaga solar serta battery charger untuk di tenda.
&quot;Bupati memotong SOP yang sudah dibuat BNPB, serta me-repacking bantuan menjadi berbeda,&quot; kata perwakilan dari Acsena Humanis Respon Foundation melalui keterangan tertulis, Senin (26/12). Perwakilan Acsenahumanis Respon yang dikutip pernyataanya mengaku bernama Ery.</description><content:encoded>JAKARTA - Founder sekaligus CEO Acsena Humanis Respons, Andhika mengaku pihaknya tidak pernah melakukan pelaporan atas dugaan penyelewengan bantuan yang dilakukan Bupati Cianjur, Herman Suherman ke KPK.
&quot;Acsena tidak pernah melakukan pelaporan seperti itu, kita tidak pernah melakukan hal tersebut sama sekali,&quot; tegas Andika saat dikonfirmasi, Kamis (29/12).
Andhika mengaku baru mengetahui berita tersebut dua hari belakangan dari rekan-rekannya sesama relawan kebencanaan di Banten.
&quot;Posisi saya kemarin masih di wilayah Jawa Tengah, dan kalau saya lihat dari pemberitaan di media online, pada tanggal-tanggal tersebut (saat pelaporan), itu posisi saya masih di Indonesia Timur,&quot; ujarnya.
Andika mengaku bingung ketika ada beberapa media berusaha menghubunginya. &quot;Saya cek pemberitaan media, kok narasinya sama semua ya. Ini lebih condong ke pancatutan nama,&quot; kata Andhika.
&quot;Intinya kami tidak pernah melakukan pelaporan atau menemukan kejanggalan. Jika ada yang melapor, itu bukan dari Acsenahumanis Respons,&quot; tegasnya lagi.
Mengenai nama Ery yang dikutip banyak media, Andika mengatakan di Acsena tidak ada yang namanya Ery. &quot; Adapun yang namanya Ery di Acsena sendiri tidak pernah ada yang namanya Ery, jadi kayanya beritanya sudah diset,&quot; ujarnya.
Andhika juga menjelaskan, Acsena tidak memiliki kerjasama dengan Emirate Red Crescent. Lembaga luar yang pernah bekerjasama dengan Acsena itu itu dari Austria Fund.
BACA JUGA:Dilaporkan ke KPK, Bupati Cianjur Bantah Selewengkan Bantuan Gempa&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Andhika mengaku saat gempa Cianjur terjadi, Acsena memang turun ke lokasi selama empat hari. &quot; Ketika gempa terjadi sekitar pukul 13.30 siang, malamnya sebelum Isya kami sudah masuk Cianjur lewat Jonggol,&quot; paparnya. Saat itu kebetulan Acsena sedang ada ekspedisi palung jawa untuk gempa dan tsunami. Ketika terjadi gempa di Cianjur, Acsena langsung bergeser untuk menganalisa pergerakan dan arah patahan. &quot;Kita juga turunkan logistik di Cugenang untuk sekitar 5 RT dalam satu gang,&quot; katanya.
Langkah selanjutnya yang akan diambil Acsena terkait pencatutan nama lembaganya,Andhika mengaku akan berkonsultasi dengan team _lawyer_nya dan mempertimbangkan untuk membuat laporan pencatutan nama lembaganya ataupun pencemaran nama baik. &quot;Tapi itu langkah kedua, langkah pertamanya saya akan datang ke Cianjur, untuk konfirmasi dan klarifikasi pada Pak Bupati secepatnya,&quot;ujarnya.Menurutnya, hal itu bukan karena persoalan Bupati yang diserang, namun yang dikhawatirkan adalah dampaknya pada kepercayaan publik terhadap penanganan bencana oleh pemerintah. &quot; Saya berpikir impactnya, repotnya nanti masyarakat akan untrust pada pemerintah,&quot; katanya.
Saat mulai ramai pemberitaan, Andika sudah merasa ingin mengkonfrontir dan meramaikan di media. Namun karena masih sibuk di lapangan, dan merasa kurang pas jika melakukannya di Jakarta, Andika menundanya.
&quot;Kayanya kurang pas kalau lakukan itu di jakarta karena itu diluar teritorial bencana. Saya pertama akan lakukan konfirmasi dengan Pak Bupati di daerah dimana berita itu terjadi,&quot; ujarnya
Sebelumnya, Bupati Cianjur Herman Suherman dilaporkan ke KPK terkait dengan dugaan penyelewengan bantuan asing untuk gempa bumi pada Jumat (16/12) lalu.
Bantuan tersebut diberikan oleh organisasi Emirates Red Crescent berupa 2 ribu lembar selimut, 25 ton beras, 1.000 paket kebersihan dan 500 lampu bertenaga solar serta battery charger untuk di tenda.
&quot;Bupati memotong SOP yang sudah dibuat BNPB, serta me-repacking bantuan menjadi berbeda,&quot; kata perwakilan dari Acsena Humanis Respon Foundation melalui keterangan tertulis, Senin (26/12). Perwakilan Acsenahumanis Respon yang dikutip pernyataanya mengaku bernama Ery.</content:encoded></item></channel></rss>
