<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkes: Antibodi Masyarakat Indonesia Terhadap Covid-19 Capai 98,5 Persen</title><description>Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 mencapai 98,5 persen.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/30/337/2737360/kemenkes-antibodi-masyarakat-indonesia-terhadap-covid-19-capai-98-5-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/12/30/337/2737360/kemenkes-antibodi-masyarakat-indonesia-terhadap-covid-19-capai-98-5-persen"/><item><title>Kemenkes: Antibodi Masyarakat Indonesia Terhadap Covid-19 Capai 98,5 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/12/30/337/2737360/kemenkes-antibodi-masyarakat-indonesia-terhadap-covid-19-capai-98-5-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/12/30/337/2737360/kemenkes-antibodi-masyarakat-indonesia-terhadap-covid-19-capai-98-5-persen</guid><pubDate>Jum'at 30 Desember 2022 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/30/337/2737360/kemenkes-antibodi-masyarakat-indonesia-terhadap-covid-19-capai-98-5-persen-0Ox0JaKdZb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Kemenkes Moh. Syahril/Foto: Dimas Choirul</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/30/337/2737360/kemenkes-antibodi-masyarakat-indonesia-terhadap-covid-19-capai-98-5-persen-0Ox0JaKdZb.jpg</image><title>Jubir Kemenkes Moh. Syahril/Foto: Dimas Choirul</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 mencapai 98,5 persen. Hal itu berdasarkan hasil riset sero survei.


&quot;Antibodi kita melalui sero survei sudah 98,5 persen. Menunjukan bahwasanya bangsa kita sudah mempunyai kekebalan, baik itu melalui infeksi maupun vaksinasi, sudah sangat membanggakan,&quot; kata Syahril dalam Talkshow Masa Depan Covid-19 secara daring, Jumat (30/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Hari Ini 28 Ribu Kendaraan Masuk Kawasan Puncak

Syahril menilai, saat ini situasi kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai terkendali. Sebab, dalam 10 bulan terakhir tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.


Terkait kebijakan pemerintah yang sudah mencabut kebijakan Pemberlakukan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun Syahril meminta masyarakat untuk tetap waspada, mengingat World Health Organization (WHO) belum mengumumkan pandemi berakhir.

&amp;nbsp;BACA JUGA:Waspada! Ada Potensi Awan Cumulonimbus, Bahayakan Penerbangan hingga 5 Januari 2023
&quot;Kita tetap waspada, waspada, dan waspada.  Artinya apa? Suatu saat pandemi ini bisa terjadi subvarian baru yang mentrigger lonjakan kasus,&quot; pungkasnya.





</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 mencapai 98,5 persen. Hal itu berdasarkan hasil riset sero survei.


&quot;Antibodi kita melalui sero survei sudah 98,5 persen. Menunjukan bahwasanya bangsa kita sudah mempunyai kekebalan, baik itu melalui infeksi maupun vaksinasi, sudah sangat membanggakan,&quot; kata Syahril dalam Talkshow Masa Depan Covid-19 secara daring, Jumat (30/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Hari Ini 28 Ribu Kendaraan Masuk Kawasan Puncak

Syahril menilai, saat ini situasi kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai terkendali. Sebab, dalam 10 bulan terakhir tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.


Terkait kebijakan pemerintah yang sudah mencabut kebijakan Pemberlakukan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun Syahril meminta masyarakat untuk tetap waspada, mengingat World Health Organization (WHO) belum mengumumkan pandemi berakhir.

&amp;nbsp;BACA JUGA:Waspada! Ada Potensi Awan Cumulonimbus, Bahayakan Penerbangan hingga 5 Januari 2023
&quot;Kita tetap waspada, waspada, dan waspada.  Artinya apa? Suatu saat pandemi ini bisa terjadi subvarian baru yang mentrigger lonjakan kasus,&quot; pungkasnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
