<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah 4 Jenderal Kopassus Nyaris Gugur di Pertempuran, Nomor 2 Diberondong Tembakan Selamatkan 4 Prajurit</title><description>Aksi prajurit Kopassus di setiap palagan selalu berhasil dituntaskan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/04/337/2740267/kisah-4-jenderal-kopassus-nyaris-gugur-di-pertempuran-nomor-2-diberondong-tembakan-selamatkan-4-prajurit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/04/337/2740267/kisah-4-jenderal-kopassus-nyaris-gugur-di-pertempuran-nomor-2-diberondong-tembakan-selamatkan-4-prajurit"/><item><title>Kisah 4 Jenderal Kopassus Nyaris Gugur di Pertempuran, Nomor 2 Diberondong Tembakan Selamatkan 4 Prajurit</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/04/337/2740267/kisah-4-jenderal-kopassus-nyaris-gugur-di-pertempuran-nomor-2-diberondong-tembakan-selamatkan-4-prajurit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/04/337/2740267/kisah-4-jenderal-kopassus-nyaris-gugur-di-pertempuran-nomor-2-diberondong-tembakan-selamatkan-4-prajurit</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2023 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/04/337/2740267/kisah-4-jenderal-kopassus-nyaris-gugur-di-pertempuran-nomor-2-diberondong-tembakan-selamatkan-4-prajurit-e5H94jDeOW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sintong Panjaitan/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/04/337/2740267/kisah-4-jenderal-kopassus-nyaris-gugur-di-pertempuran-nomor-2-diberondong-tembakan-selamatkan-4-prajurit-e5H94jDeOW.jpg</image><title>Sintong Panjaitan/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>JAKARTA - Aksi prajurit Kopassus di setiap palagan selalu berhasil dituntaskan. Namun, ada juga momen dimana prajurit Baret Merah nyaris kehilangan nyawanya dalam sebuah pertempuran yang sangat sengit.
Okezone merangkum 4 jenderal Kopassus yang nyaris tewas saat menjalankan tugas operasi di berbagai daerah dirangkum beragam sumber, Rabu, 4 Januari 2023.
1.	Jenderal TNI (Purn) A.M Hendropriyono
Peristiwa yang menimpa mertua dari mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ini terjadi saat menjalankan tugas memburu pimpinan pasukan Barisan Rakyat (Bara) Sukirjan alias Siauw Ah San dalam operasi pembersihan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) pada 1973.
Melansir buku biografinya berjudul &amp;ldquo;Operasi Sandi Yudha&amp;rdquo;, Hendropriyono yang saat itu berpangkat Kapten harus merayap sejauh 4,5 kilometer di pedalaman hutan Kalimantan. Saat itu, Hendropriyono berhasil menjangkau persembunyian pimpinan pemberontak tersebut memerintahkan Siauw Ah San untuk menyerah.

Namun permintaan itu ditolak Siauw Ah San. Dia langsung memberikan komando untuk menyerbu langsung mendobrak jendela. Sedangkan anggotanya Abdullah alias Pelda Ahmad Kongsenlani yang lari lebih cepat dan mendahuluinya mendobrak pintu. Nahas, perut Kongsenlani sobek oleh bayonet Siauw Ah San.

Perlahan, Hendropriyono mundur beberapa langkah lalu melompat tinggi dan menendang dada musuhnya. Meski jatuh, Siauw Ah San masih sempat menghujamkan bayonet ke paha kirinya.

&amp;ldquo;Ngilu rasanya baja dingin itu menembus daging dan menusuk tulang paha saya. Daging saya tersembul keluar dan darah mengalir dari paha kiri kaki,&amp;rdquo; tuturnya.

Siauw Ah San kemudian berdiri dan mencoba menusuk dada kiri Hendropriyono. Mendapat serangan itu, Hendropriyono langsung melindungi dengan tangan kiri hingga daging lengan kiri dan hasta kirinya sobek.  Tangan kanannya dengan sigap membantu merebut bayonet. Akibatnya, daging kelima jarinya tersembul keluar. Bahkan, ruas jari kelingking kanan Hendropriyono nyaris putus.

Sementara pistol M46 yang semula terselip di pinggang belakang di bawah punggung merosot ke dalam celana. Dengan menahan sakit karena darah yang terus mengucur dan jari yang nyaris putus Hendropriyono berhasil mencabut pistol dan menembakannya ke tubuh Siauw Ah San.  Meski mengalami luka cukup parah namun nyawa Hendropriyono berhasil diselamatkan.



2.	 Letjen TNI (Purn) Sutiyoso
Sebelum menggelar Operasi Seroja berskala besar di Timor-Timor (Timor Leste) TNI mengirimkan unit kecil pasukan khusus ke belakang garis musuh. Kapten Inf. Sutiyoso merupakan orang pertama yang dikirim Kepala G-1/Intelijen Hankam Mayjen TNI LB Moerdani untuk mengumpulkan informasi.
Dalam operasi tersebut, Sutiyoso tidak makan selama lima hari untuk menyelamatkan empat anggotanya yang tertembak musuh.

Mantan Gubernur DKI  ini juga harus menghindar dari kejaran musuh yang terus memburunya. Sambil bertempur, Sutiyoso membopong temannya satu persatu ke tempat yang lebih aman.
Upaya penyelamatan empat anggotanya tertembak akhirnya berhasil. Di bawah desingan peluru Fretilin, Sutiyoso membopong anggotanya yang terluka naik ke helikopter. Setelah berjuang keras, keempat anggota yang tertembak berhasil dievakuasi menggunakan helikopter. Sedangkan, Sutiyoso melanjutkan perjalanannya ke perbatasan NTT dengan menyusuri jalur pantai.


3. Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan
Selama mengemban berbagai tugas operasi tempur, ada pengalaman yang tidak bisa dilupakan Sintong. Nyawanya nyaris hilang terkena tembakan musuh saat sebutir peluru melintas di kepalanya.
Dalam buku biografinya berjudul &amp;ldquo;Sintong Panjaitan: Perjalanan Prajurit Para Komando&amp;rdquo; mantan Danjen Kopassus ini menceritakan bagaimana dirinya harus berjuang keras menundukkan kelompok pemberontak Lodewijk Mandatjan di Papua.

Saat itu, Tim RPKAD melakukan pembersihan di dalam kota Kecamatan Warmare. Siang harinya Tim RPKAD kembali ke Manokwari.Truk yang mengangkut pasukan harus melewati daerah perbukitan yang rawan terjadi pernyergapan.
Setelah berhenti diketinggian, Tim RPKAD termasuk Sintong turun dari truk untuk melakukan orientasi medan. Sintong duduk bersebelahan dengan Kasi I/Intelijen Korem 171/Manokwari Mayor Vordeling yang sedang merokok. Tiba-tiba mereka ditembak oleh pemberontak dari jarak dekat yang hanya berjarak 6 meter dari arah jurang. Beruntung tembakan itu tidak mengenai kepala Sintong.





4. Jenderal TNI Leonardus Benny (LB) Moerdani
Benny Moerdani menjadi ikon dalam operasi pembebasan Irian Barat sekarang bernama Papua pada 1962. Termasuk juga saat Operasi Ganyang Malaysia pada 1964.
Di kedua palagan ini, Benny harus berhadapan dengan pasukan elite Koninklijke Mariniers, pasukan khusus Belanda dan Special Air Service (SAS), Inggris yang merupakan pemenang Perang Dunia (PD) II. Dalam beberapa pertempuran, Benny nyaris tewas ditembak musuh. Namun, keberuntungan masih berpihak kepadanya.



</description><content:encoded>JAKARTA - Aksi prajurit Kopassus di setiap palagan selalu berhasil dituntaskan. Namun, ada juga momen dimana prajurit Baret Merah nyaris kehilangan nyawanya dalam sebuah pertempuran yang sangat sengit.
Okezone merangkum 4 jenderal Kopassus yang nyaris tewas saat menjalankan tugas operasi di berbagai daerah dirangkum beragam sumber, Rabu, 4 Januari 2023.
1.	Jenderal TNI (Purn) A.M Hendropriyono
Peristiwa yang menimpa mertua dari mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ini terjadi saat menjalankan tugas memburu pimpinan pasukan Barisan Rakyat (Bara) Sukirjan alias Siauw Ah San dalam operasi pembersihan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) pada 1973.
Melansir buku biografinya berjudul &amp;ldquo;Operasi Sandi Yudha&amp;rdquo;, Hendropriyono yang saat itu berpangkat Kapten harus merayap sejauh 4,5 kilometer di pedalaman hutan Kalimantan. Saat itu, Hendropriyono berhasil menjangkau persembunyian pimpinan pemberontak tersebut memerintahkan Siauw Ah San untuk menyerah.

Namun permintaan itu ditolak Siauw Ah San. Dia langsung memberikan komando untuk menyerbu langsung mendobrak jendela. Sedangkan anggotanya Abdullah alias Pelda Ahmad Kongsenlani yang lari lebih cepat dan mendahuluinya mendobrak pintu. Nahas, perut Kongsenlani sobek oleh bayonet Siauw Ah San.

Perlahan, Hendropriyono mundur beberapa langkah lalu melompat tinggi dan menendang dada musuhnya. Meski jatuh, Siauw Ah San masih sempat menghujamkan bayonet ke paha kirinya.

&amp;ldquo;Ngilu rasanya baja dingin itu menembus daging dan menusuk tulang paha saya. Daging saya tersembul keluar dan darah mengalir dari paha kiri kaki,&amp;rdquo; tuturnya.

Siauw Ah San kemudian berdiri dan mencoba menusuk dada kiri Hendropriyono. Mendapat serangan itu, Hendropriyono langsung melindungi dengan tangan kiri hingga daging lengan kiri dan hasta kirinya sobek.  Tangan kanannya dengan sigap membantu merebut bayonet. Akibatnya, daging kelima jarinya tersembul keluar. Bahkan, ruas jari kelingking kanan Hendropriyono nyaris putus.

Sementara pistol M46 yang semula terselip di pinggang belakang di bawah punggung merosot ke dalam celana. Dengan menahan sakit karena darah yang terus mengucur dan jari yang nyaris putus Hendropriyono berhasil mencabut pistol dan menembakannya ke tubuh Siauw Ah San.  Meski mengalami luka cukup parah namun nyawa Hendropriyono berhasil diselamatkan.



2.	 Letjen TNI (Purn) Sutiyoso
Sebelum menggelar Operasi Seroja berskala besar di Timor-Timor (Timor Leste) TNI mengirimkan unit kecil pasukan khusus ke belakang garis musuh. Kapten Inf. Sutiyoso merupakan orang pertama yang dikirim Kepala G-1/Intelijen Hankam Mayjen TNI LB Moerdani untuk mengumpulkan informasi.
Dalam operasi tersebut, Sutiyoso tidak makan selama lima hari untuk menyelamatkan empat anggotanya yang tertembak musuh.

Mantan Gubernur DKI  ini juga harus menghindar dari kejaran musuh yang terus memburunya. Sambil bertempur, Sutiyoso membopong temannya satu persatu ke tempat yang lebih aman.
Upaya penyelamatan empat anggotanya tertembak akhirnya berhasil. Di bawah desingan peluru Fretilin, Sutiyoso membopong anggotanya yang terluka naik ke helikopter. Setelah berjuang keras, keempat anggota yang tertembak berhasil dievakuasi menggunakan helikopter. Sedangkan, Sutiyoso melanjutkan perjalanannya ke perbatasan NTT dengan menyusuri jalur pantai.


3. Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan
Selama mengemban berbagai tugas operasi tempur, ada pengalaman yang tidak bisa dilupakan Sintong. Nyawanya nyaris hilang terkena tembakan musuh saat sebutir peluru melintas di kepalanya.
Dalam buku biografinya berjudul &amp;ldquo;Sintong Panjaitan: Perjalanan Prajurit Para Komando&amp;rdquo; mantan Danjen Kopassus ini menceritakan bagaimana dirinya harus berjuang keras menundukkan kelompok pemberontak Lodewijk Mandatjan di Papua.

Saat itu, Tim RPKAD melakukan pembersihan di dalam kota Kecamatan Warmare. Siang harinya Tim RPKAD kembali ke Manokwari.Truk yang mengangkut pasukan harus melewati daerah perbukitan yang rawan terjadi pernyergapan.
Setelah berhenti diketinggian, Tim RPKAD termasuk Sintong turun dari truk untuk melakukan orientasi medan. Sintong duduk bersebelahan dengan Kasi I/Intelijen Korem 171/Manokwari Mayor Vordeling yang sedang merokok. Tiba-tiba mereka ditembak oleh pemberontak dari jarak dekat yang hanya berjarak 6 meter dari arah jurang. Beruntung tembakan itu tidak mengenai kepala Sintong.





4. Jenderal TNI Leonardus Benny (LB) Moerdani
Benny Moerdani menjadi ikon dalam operasi pembebasan Irian Barat sekarang bernama Papua pada 1962. Termasuk juga saat Operasi Ganyang Malaysia pada 1964.
Di kedua palagan ini, Benny harus berhadapan dengan pasukan elite Koninklijke Mariniers, pasukan khusus Belanda dan Special Air Service (SAS), Inggris yang merupakan pemenang Perang Dunia (PD) II. Dalam beberapa pertempuran, Benny nyaris tewas ditembak musuh. Namun, keberuntungan masih berpihak kepadanya.



</content:encoded></item></channel></rss>
