<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penculik Malika Dikenal Temperamen d Kalangan Pemulung, tapi Dekat dengan Anak-Anak</title><description>Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin mengatakan, pelaku penculikan terhadap bocah Malika (6), dikenal temperamen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/04/338/2739704/penculik-malika-dikenal-temperamen-d-kalangan-pemulung-tapi-dekat-dengan-anak-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/04/338/2739704/penculik-malika-dikenal-temperamen-d-kalangan-pemulung-tapi-dekat-dengan-anak-anak"/><item><title>Penculik Malika Dikenal Temperamen d Kalangan Pemulung, tapi Dekat dengan Anak-Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/04/338/2739704/penculik-malika-dikenal-temperamen-d-kalangan-pemulung-tapi-dekat-dengan-anak-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/04/338/2739704/penculik-malika-dikenal-temperamen-d-kalangan-pemulung-tapi-dekat-dengan-anak-anak</guid><pubDate>Rabu 04 Januari 2023 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Syahrial</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/04/338/2739704/penculik-malika-dikenal-temperamen-d-kalangan-pemulung-tapi-dekat-dengan-anak-anak-cx18kBlsQs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin. (MNC Portal/Rizky Syahrial)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/04/338/2739704/penculik-malika-dikenal-temperamen-d-kalangan-pemulung-tapi-dekat-dengan-anak-anak-cx18kBlsQs.jpg</image><title>Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin. (MNC Portal/Rizky Syahrial)</title></images><description>JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin mengatakan, pelaku penculikan terhadap bocah Malika (6), Iwan Sumarno (43), dikenal sebagai sosok yang tempramental di kalangan pemulung.

&quot;Kalau berdasarkan keterangan saksi yang bersangkutan cukup tempramental. Jadi, ada saksi yang mengatakan kalau dia sudah berada di sana pemulung lain tidak boleh di sana,&quot; ujar dia kepada wartawan, di RS Polri Kramat Jati, Selasa (3/1/2023).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMy8xLzE2MDAxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Menurutnya, di kalangan korban pelaku dikenal baik. Bahkan ia dekat dengan anak-anak di sekitar rumah korban.

&quot;Tapi sebaliknya di kalangan lingkungan korban, pelaku dikenal dengan dekat dengan anak-anak,&quot; terang dia.

&quot;Jadi itulah gambaran tentang kondisi pelaku yang tentunya kami akan coba korek kami dalami keterkaitan dengan kasus yang ditangani,&quot; tambahnya.

Menurut Komarudin, saat ini polisi masih mendalami dugaan pedofilia yang dialami oleh pelaku.

BACA JUGA: Penculik Malika Terancam Dijerat Pasal Berlapis&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ini pun perlu dilakukan pendalaman. Nanti akan diasistensi oleh tim psikologi bukan hanya korban ya, keluarga korban juga,&quot; ucapnya.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap Iwan Sumarno (34) sebagai tersangka kasus penculikan di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, bersama korban berinisial M (6).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyebut, saat diculik korban menerima kekerasan fisik berupa sentilan pada bibir.

&quot;Terdapat kekerasan fisik berupa sentilan terhadap bibir ananda M,&quot; katanya kepada wartawan, Selasa (3/1/2023).

</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin mengatakan, pelaku penculikan terhadap bocah Malika (6), Iwan Sumarno (43), dikenal sebagai sosok yang tempramental di kalangan pemulung.

&quot;Kalau berdasarkan keterangan saksi yang bersangkutan cukup tempramental. Jadi, ada saksi yang mengatakan kalau dia sudah berada di sana pemulung lain tidak boleh di sana,&quot; ujar dia kepada wartawan, di RS Polri Kramat Jati, Selasa (3/1/2023).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMy8xLzE2MDAxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Menurutnya, di kalangan korban pelaku dikenal baik. Bahkan ia dekat dengan anak-anak di sekitar rumah korban.

&quot;Tapi sebaliknya di kalangan lingkungan korban, pelaku dikenal dengan dekat dengan anak-anak,&quot; terang dia.

&quot;Jadi itulah gambaran tentang kondisi pelaku yang tentunya kami akan coba korek kami dalami keterkaitan dengan kasus yang ditangani,&quot; tambahnya.

Menurut Komarudin, saat ini polisi masih mendalami dugaan pedofilia yang dialami oleh pelaku.

BACA JUGA: Penculik Malika Terancam Dijerat Pasal Berlapis&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ini pun perlu dilakukan pendalaman. Nanti akan diasistensi oleh tim psikologi bukan hanya korban ya, keluarga korban juga,&quot; ucapnya.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap Iwan Sumarno (34) sebagai tersangka kasus penculikan di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, bersama korban berinisial M (6).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyebut, saat diculik korban menerima kekerasan fisik berupa sentilan pada bibir.

&quot;Terdapat kekerasan fisik berupa sentilan terhadap bibir ananda M,&quot; katanya kepada wartawan, Selasa (3/1/2023).

</content:encoded></item></channel></rss>
