<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bharada E Tegaskan Ferdy Sambo Beri Perintah 'Bunuh Brigadir J' Bukan 'Hajar'   </title><description>Bharada E atau Richard Eliezer memberikan kesaksiannya sebagai terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/05/337/2740545/bharada-e-tegaskan-ferdy-sambo-beri-perintah-bunuh-brigadir-j-bukan-hajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/05/337/2740545/bharada-e-tegaskan-ferdy-sambo-beri-perintah-bunuh-brigadir-j-bukan-hajar"/><item><title>Bharada E Tegaskan Ferdy Sambo Beri Perintah 'Bunuh Brigadir J' Bukan 'Hajar'   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/05/337/2740545/bharada-e-tegaskan-ferdy-sambo-beri-perintah-bunuh-brigadir-j-bukan-hajar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/05/337/2740545/bharada-e-tegaskan-ferdy-sambo-beri-perintah-bunuh-brigadir-j-bukan-hajar</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2023 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/05/337/2740545/bharada-e-tegaskan-ferdy-sambo-beri-perintah-bunuh-brigadir-j-bukan-hajar-le2IHPvpMH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bharada E jalani sidang sebagai terdakwa. (Foto: Ari Sandita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/05/337/2740545/bharada-e-tegaskan-ferdy-sambo-beri-perintah-bunuh-brigadir-j-bukan-hajar-le2IHPvpMH.jpg</image><title>Bharada E jalani sidang sebagai terdakwa. (Foto: Ari Sandita)</title></images><description>JAKARTA - Bharada E atau Richard Eliezer memberikan kesaksiannya sebagai terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J pada hari ini, Kamis (5/1/2023). Dalam persidangan, Bharada E menegaskan dia diperintahkan untuk membunuh Brigadir J, bukan menembak.
&quot;Dia (Ferdy Sambo) maju yang mulia, mengubah posisi, pertama kan biasa duduk, habis itu dia merapat ke saya yang mulia, baru dia lihat ke saya, &amp;lsquo;nanti kamu yang bunuh Yosua ya, kalau kamu yang bunuh, saya yang akan jaga kamu, tapi kalau saya yang bunuh enggak ada yang jaga kita lagi Chad&amp;rsquo;,&amp;rdquo; ujar Bharada E mengulangi kata-kata Ferdy Sambo di persidangan, Kamis (5/1/2023).
Menurut Bharada E, dia saat itu hanya menjawab perintah Sambo dengan kata &amp;lsquo;Siap Pak&amp;rsquo;. Hakim lantas kembali bertanya pada Bharada E tentang perintah Sambo, apakah perintahnya itu &amp;lsquo;bunuh&amp;rsquo;, bukan &amp;lsquo;hajar&amp;rsquo;.
&quot;Perintah Ferdy Sambo saat itu bunuh? Bukan hajar?&quot; tanya Ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santoso.
Baca juga:&amp;nbsp;Momen Haru Bharada E Peluk Kedua Orangtua Sebelum Jalani Sidang
&quot;Bunuh Yang Mulia. Bukan (hajar),&quot; jawab Bharada E.


&amp;nbsp;

Hakim juga menanyai Bharada E, apakah Ferdy Sambo menyampaikan kata-kata untuk membekapnya, Bharada E menyebutkan, Sambo tak mengeluarkan kata-kata tersebut padanya. Namun, kala diperintahkan untuk membunuh Brigadir J, Sambo masih belum menjelaskan dengan cara apa.
&quot;Perintahnya jelas bahwa nanti kamu bunuh Yosua? Bunuh dengan cara apa?&quot; tanya hakim.
&quot;Siap Yang Mulia. Belum dijelaskan Yang Mulia,&quot; tutur Bharada E.
Hakim mempertanyakan, pada saat Sambo memerintahkan dia membunuh Brigadir J, bagaimana pikiran Bharada E kala itu. Bharada E hanya menyebutkan dia merasa takut pada saat itu, dia pun tak berani berbicara hal lain selain menjawab &amp;lsquo;Siap Pak&amp;rsquo;.&quot;Pada saat saudara diperintahkan, nanti kamu bunuh Yosua, apa yang terpikirkan dalam benak saudara saat itu? Saudara tidak langsung meresponnya, saya tidak pernah bunuh orang?&quot; tanya hakim.
&quot;Takut Yang Mulia. Saya saat itu tidak berani Yang Mulia menjawab, saya cuma bilang, &amp;lsquo;siap bapak&amp;rsquo; saja Yang Mulia,&quot; kata Bharada E.</description><content:encoded>JAKARTA - Bharada E atau Richard Eliezer memberikan kesaksiannya sebagai terdakwa dugaan kasus pembunuhan Brigadir J pada hari ini, Kamis (5/1/2023). Dalam persidangan, Bharada E menegaskan dia diperintahkan untuk membunuh Brigadir J, bukan menembak.
&quot;Dia (Ferdy Sambo) maju yang mulia, mengubah posisi, pertama kan biasa duduk, habis itu dia merapat ke saya yang mulia, baru dia lihat ke saya, &amp;lsquo;nanti kamu yang bunuh Yosua ya, kalau kamu yang bunuh, saya yang akan jaga kamu, tapi kalau saya yang bunuh enggak ada yang jaga kita lagi Chad&amp;rsquo;,&amp;rdquo; ujar Bharada E mengulangi kata-kata Ferdy Sambo di persidangan, Kamis (5/1/2023).
Menurut Bharada E, dia saat itu hanya menjawab perintah Sambo dengan kata &amp;lsquo;Siap Pak&amp;rsquo;. Hakim lantas kembali bertanya pada Bharada E tentang perintah Sambo, apakah perintahnya itu &amp;lsquo;bunuh&amp;rsquo;, bukan &amp;lsquo;hajar&amp;rsquo;.
&quot;Perintah Ferdy Sambo saat itu bunuh? Bukan hajar?&quot; tanya Ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santoso.
Baca juga:&amp;nbsp;Momen Haru Bharada E Peluk Kedua Orangtua Sebelum Jalani Sidang
&quot;Bunuh Yang Mulia. Bukan (hajar),&quot; jawab Bharada E.


&amp;nbsp;

Hakim juga menanyai Bharada E, apakah Ferdy Sambo menyampaikan kata-kata untuk membekapnya, Bharada E menyebutkan, Sambo tak mengeluarkan kata-kata tersebut padanya. Namun, kala diperintahkan untuk membunuh Brigadir J, Sambo masih belum menjelaskan dengan cara apa.
&quot;Perintahnya jelas bahwa nanti kamu bunuh Yosua? Bunuh dengan cara apa?&quot; tanya hakim.
&quot;Siap Yang Mulia. Belum dijelaskan Yang Mulia,&quot; tutur Bharada E.
Hakim mempertanyakan, pada saat Sambo memerintahkan dia membunuh Brigadir J, bagaimana pikiran Bharada E kala itu. Bharada E hanya menyebutkan dia merasa takut pada saat itu, dia pun tak berani berbicara hal lain selain menjawab &amp;lsquo;Siap Pak&amp;rsquo;.&quot;Pada saat saudara diperintahkan, nanti kamu bunuh Yosua, apa yang terpikirkan dalam benak saudara saat itu? Saudara tidak langsung meresponnya, saya tidak pernah bunuh orang?&quot; tanya hakim.
&quot;Takut Yang Mulia. Saya saat itu tidak berani Yang Mulia menjawab, saya cuma bilang, &amp;lsquo;siap bapak&amp;rsquo; saja Yang Mulia,&quot; kata Bharada E.</content:encoded></item></channel></rss>
