<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir 120 Cm Rendam Rumah Warga Prampelan Demak, Sudah Seminggu Belum Surut   </title><description>Banjir hingga setinggi 120 sentimeter merendam rumah warga Prampelan, Demak, Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/05/512/2740856/banjir-120-cm-rendam-rumah-warga-prampelan-demak-sudah-seminggu-belum-surut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/05/512/2740856/banjir-120-cm-rendam-rumah-warga-prampelan-demak-sudah-seminggu-belum-surut"/><item><title>Banjir 120 Cm Rendam Rumah Warga Prampelan Demak, Sudah Seminggu Belum Surut   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/05/512/2740856/banjir-120-cm-rendam-rumah-warga-prampelan-demak-sudah-seminggu-belum-surut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/05/512/2740856/banjir-120-cm-rendam-rumah-warga-prampelan-demak-sudah-seminggu-belum-surut</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2023 16:58 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/05/512/2740856/banjir-120-cm-rendam-rumah-warga-prampelan-demak-sudah-seminggu-belum-surut-VWkehMQtoB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Demak. (Foto: Taufik Budi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/05/512/2740856/banjir-120-cm-rendam-rumah-warga-prampelan-demak-sudah-seminggu-belum-surut-VWkehMQtoB.jpeg</image><title>Banjir di Demak. (Foto: Taufik Budi)</title></images><description>DEMAK &amp;ndash; Banjir hingga setinggi 120 sentimeter merendam rumah warga Prampelan, Demak, Jawa Tengah. Akibatnya, lebih dari 4.000 warga atau 1.300 KK terdampak banjir dan tak dapat beraktivitas normal.

&quot;Banjir tidak hanya persawahan saja tapi juga masuk ke dalam rumah, dan ketinggian airnya bervariasi, sekitar 50 cm, 60 cm, sampai dengan 120 cm. Hingga saat ini masih banyak rumah yang belum surut, &quot; kata Kepala Desa Prampelan Kecamatan Sayung Muhammad Qoif, Kamis (5/1/2023).

Dia mengatakan, banjir yang merendam desa tersebut sudah berlangsung satu pekan lebih, yakni sejak Rabu 28 Desember 2022 dan belum surut. Banjir yang terjadi di desa tersebut tidak hanya lahan persawahan saja melainkan juga masuk ke rumah warga.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Banjir di Jalan Kaligawe Semarang Surut, Arus Lalu Lintas Normal
Muhammad Qoif menambahkan, banjir merendam kawasan RW 1 - RW 5 Desa Prampelan Kecamatan Sayung. Untuk membantu warga, didirikan posko pengungsian di Kantor Kepala Desa Prampelan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMy8xLzE2MDAzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Paling dalam itu ketika masuk jalan sini, jadi kalau dilihat dari luar begini tidak banjir karena di jalanannya kan sudah surut, namun ketika masuk ke dalam (ke rumah warga) nanti banyak rumah warga yang masih tergenang air banjir. Banjir ini rata di RW 1 sampai dengan RW 5 dan untuk jumlah warga desa Prampelan ini sekitar 4.000 sekian warga atau 1.300 KK,&quot; jelasnya.Ditambahkannya, posko pengungsian ada di berbagai titik lokasi meliputi masjid, GOR, serta rumah yang bebas dari genangan banjir. Warga pengungsi berharap banjir segera surut, sehingga dapat kembali ke rumah masing-masing.</description><content:encoded>DEMAK &amp;ndash; Banjir hingga setinggi 120 sentimeter merendam rumah warga Prampelan, Demak, Jawa Tengah. Akibatnya, lebih dari 4.000 warga atau 1.300 KK terdampak banjir dan tak dapat beraktivitas normal.

&quot;Banjir tidak hanya persawahan saja tapi juga masuk ke dalam rumah, dan ketinggian airnya bervariasi, sekitar 50 cm, 60 cm, sampai dengan 120 cm. Hingga saat ini masih banyak rumah yang belum surut, &quot; kata Kepala Desa Prampelan Kecamatan Sayung Muhammad Qoif, Kamis (5/1/2023).

Dia mengatakan, banjir yang merendam desa tersebut sudah berlangsung satu pekan lebih, yakni sejak Rabu 28 Desember 2022 dan belum surut. Banjir yang terjadi di desa tersebut tidak hanya lahan persawahan saja melainkan juga masuk ke rumah warga.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Banjir di Jalan Kaligawe Semarang Surut, Arus Lalu Lintas Normal
Muhammad Qoif menambahkan, banjir merendam kawasan RW 1 - RW 5 Desa Prampelan Kecamatan Sayung. Untuk membantu warga, didirikan posko pengungsian di Kantor Kepala Desa Prampelan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMy8xLzE2MDAzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Paling dalam itu ketika masuk jalan sini, jadi kalau dilihat dari luar begini tidak banjir karena di jalanannya kan sudah surut, namun ketika masuk ke dalam (ke rumah warga) nanti banyak rumah warga yang masih tergenang air banjir. Banjir ini rata di RW 1 sampai dengan RW 5 dan untuk jumlah warga desa Prampelan ini sekitar 4.000 sekian warga atau 1.300 KK,&quot; jelasnya.Ditambahkannya, posko pengungsian ada di berbagai titik lokasi meliputi masjid, GOR, serta rumah yang bebas dari genangan banjir. Warga pengungsi berharap banjir segera surut, sehingga dapat kembali ke rumah masing-masing.</content:encoded></item></channel></rss>
