<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Hektar Sawah di Pati Masih Terendam Banjir, Petani Merugi Hingga Puluhan Miliar Rupiah</title><description>657 hektar sawah di Kabupaten Pati mengalami gagal panen akibat banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/06/512/2741336/ribuan-hektar-sawah-di-pati-masih-terendam-banjir-petani-merugi-hingga-puluhan-miliar-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/01/06/512/2741336/ribuan-hektar-sawah-di-pati-masih-terendam-banjir-petani-merugi-hingga-puluhan-miliar-rupiah"/><item><title>Ribuan Hektar Sawah di Pati Masih Terendam Banjir, Petani Merugi Hingga Puluhan Miliar Rupiah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/01/06/512/2741336/ribuan-hektar-sawah-di-pati-masih-terendam-banjir-petani-merugi-hingga-puluhan-miliar-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/01/06/512/2741336/ribuan-hektar-sawah-di-pati-masih-terendam-banjir-petani-merugi-hingga-puluhan-miliar-rupiah</guid><pubDate>Jum'at 06 Januari 2023 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Atha Suharto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/06/512/2741336/ribuan-hektar-sawah-di-pati-masih-terendam-banjir-petani-merugi-hingga-puluhan-miliar-rupiah-cVBSS3UQUH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Tangkapan layar/MPI.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/06/512/2741336/ribuan-hektar-sawah-di-pati-masih-terendam-banjir-petani-merugi-hingga-puluhan-miliar-rupiah-cVBSS3UQUH.jpg</image><title>Foto: Tangkapan layar/MPI.</title></images><description>PATI - Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih merendam 43 desa, menyebabkan pemukiman warga dan areal persawahan terbenam air seperti lautan. Akibat banjir ini kerugian petani, mencapai puluhan milyar rupiah.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Banjir Terjang 5 Kecamatan di Pati, 4.521 Jiwa Terdampak

Areal persawahan yang berada di jalur Sungai Juwana yang meluap karena banjir sepekan terakhir, terendam air. Banjir sudah menggenangi persawahan, sejak awal Desember 2022 lalu. areal persawahan yang tergenang air, mencapai 2.674 hektar. padi yang mengalami puso atau gagal panen, mencapai 657 hektar.
Tanaman padi berumur satu minggu hingga 35 hari,  dan baru saja dipupuk terendam air, dengan ketinggian air sekira 1 meter.  sedangkan areal persawahan yang terendam banjir, berada di sembilan  kecamatan, meliputi 58 desa.  Sembilan kecamatan tersebut adalah Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Margorejo, Pati, Juwana, Tayu, dan Dukuhseti.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Data BPBD: Banjir yang Rendam Lima Kecamatan di Kabupaten Pati Telah Surut

Dengan terendamnya areal persawahan ini, membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan milyar rupiah, dengan estimasi kerugian per hektar, sekitar 3,5 juta, untuk padi yang masih berumur satu hingga hingga 35 hari. Salah satu petani di Desa Mintobasuki, Parnoto, mengungkapkan jika di desanya, sawah yang terendam mencapai 80 hektar, dan padi yang puso, diperkirakan mencapai 25 hektar.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum, mengatakan, areal persawahan yang terendam banjir, ada 9 kecamatan tersebar di 58 desa. Pihak dinas pertanian akan mendorong asuransi petani bisa dicairkan, bagi petani yang sudah terdaftar asuransi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNi8xLzE2MDIyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ada dua asuransi petani, asuransi yang disubsidi APBN, petani hanya membayar premi 20 persen dari 180 ribu rupiah per hektar, sedangkan 80 persen disubsidi APBN. Sedangkan asuransi tani yang disubsidi APBD tingkat satu, petani tidak perlu membayar premi.</description><content:encoded>PATI - Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih merendam 43 desa, menyebabkan pemukiman warga dan areal persawahan terbenam air seperti lautan. Akibat banjir ini kerugian petani, mencapai puluhan milyar rupiah.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Banjir Terjang 5 Kecamatan di Pati, 4.521 Jiwa Terdampak

Areal persawahan yang berada di jalur Sungai Juwana yang meluap karena banjir sepekan terakhir, terendam air. Banjir sudah menggenangi persawahan, sejak awal Desember 2022 lalu. areal persawahan yang tergenang air, mencapai 2.674 hektar. padi yang mengalami puso atau gagal panen, mencapai 657 hektar.
Tanaman padi berumur satu minggu hingga 35 hari,  dan baru saja dipupuk terendam air, dengan ketinggian air sekira 1 meter.  sedangkan areal persawahan yang terendam banjir, berada di sembilan  kecamatan, meliputi 58 desa.  Sembilan kecamatan tersebut adalah Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Margorejo, Pati, Juwana, Tayu, dan Dukuhseti.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Data BPBD: Banjir yang Rendam Lima Kecamatan di Kabupaten Pati Telah Surut

Dengan terendamnya areal persawahan ini, membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan milyar rupiah, dengan estimasi kerugian per hektar, sekitar 3,5 juta, untuk padi yang masih berumur satu hingga hingga 35 hari. Salah satu petani di Desa Mintobasuki, Parnoto, mengungkapkan jika di desanya, sawah yang terendam mencapai 80 hektar, dan padi yang puso, diperkirakan mencapai 25 hektar.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum, mengatakan, areal persawahan yang terendam banjir, ada 9 kecamatan tersebar di 58 desa. Pihak dinas pertanian akan mendorong asuransi petani bisa dicairkan, bagi petani yang sudah terdaftar asuransi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNi8xLzE2MDIyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ada dua asuransi petani, asuransi yang disubsidi APBN, petani hanya membayar premi 20 persen dari 180 ribu rupiah per hektar, sedangkan 80 persen disubsidi APBN. Sedangkan asuransi tani yang disubsidi APBD tingkat satu, petani tidak perlu membayar premi.</content:encoded></item></channel></rss>
